Sunday, June 30, 2013

A (Truly) Whole New World

Posted by Icha at 11:09 AM 0 comments
Pagi ini saya sengaja milih soundtrack film sebagai temen belajar. Soalnya Propagasi Sel lumayan bikin mumet, jadi saya kepengen belajar sambil rileks, sambil berkhayal :D

Sekarang yang sedang keputer di playlist adalah lagu-lagu soundtrack film Aladdin, kartun Disney favorit saya sepanjang masa (setelah Lion King tentunya). Sejak awal saya tau Disney dan fairytales-nya yang indah-indah itu, saya memutuskan bahwa Aladdin adalah juaranya. Mungkin gara-garanya waktu SD Papah beliin saya CD Classic Disney dan lagu pertama di CD itu adalah A Whole New World. Lagu itu sukses mengambil hati saya. Setelah nonton filmnya, saya makin suka.

Saya pun ngga ngerti kenapa saya bisa segitu cintanya sama Aladdin, tapi ya, saya emang suka kisah cinta 'beda kasta' yang jadi tema utama cerita itu. Saya suka Jasmine yang segitu bodo amatnya, naksir ya naksir aja, meskipun cowok yang dia taksir cuma cowok miskin yang, ehm, kerjaannya aja nyolong di pasar. Dan naksirnya simply karena dia tau cowok ini berhati baik. Emang siiihh, namanya juga manusia. Aladdin pun sempet keblinger, minta ke jin lampu biar dijadiin pangeran demi bisa pedekate sama sang putri. Tapi toh setelah kedoknya kebongkar dia ngga lari dari masalah. Lalu singkat cerita, taraaaaaaaaa... Jadian juga mereka berdua :D

Kalau dipikir-pikir lagi, dan setelah beberapa kali liat film, baca ceritanya, dan dengerin lagunya, saya mulai pinter berspekulasi. Mungkin Jasmine jatuh cinta sama Aladdin bukan semata-mata karena Aladdin baik hati, mau nolongin dia dan sebagainya. Saya justru ngerasa jangan-jangan Jasmine bener-bener jatuh cinta sama Aladdin gara-gara dibawa terbang pake karpet terbang itu. Di film, pas terbang itu (dan lagunya A Whole New World), Aladdin ngajak Jasmine jalan-jalan ke berbagai tempat yang selama ini pengen dijelajahi sang putri tapi ngga bisa karena terhalang tembok istana (tsaaaaahhh). Diajak terbang ke Cina, Afrika (karena ada padang rumput dan kuda-kuda) sampe ke Yunani. Bagi Jasmine, Aladdin membuka matanya, menunjukkan tempat-tempat baru yang belum pernah dia tau, memberi dia petualangan yang dia inginkan. Makanya lagunya pun judulnya A Whole New World, dunia yang baru. Dunia yang selama ini emang udah ada, tapi baru dia liat setelah Aladdin menunjukkan dunia itu padanya. Bagi Jasmine, dunia itu serasa baru :)

Bahkan di lagu Out of Thin Air, yang jadi soundtrack-nya Aladdin 2 (King of Thieves), kalimat pertama yang dinyanyikan Jasmine kaya begini:

"You showed me the world when I was all locked up inside"

Harfiahnya seperti Jasmine, terkungkung di tembok istana, ngga bisa keluar dan main ke mana-mana. Ngga bisa berpetualang seperti kata hatinya. Tapi mungkin filosofinya jauh lebih besar dari itu. Mungkin yang terkunci selama ini adalah pikiran dan perasaan. Mungkin selama ini 'Jasmine' melihat dari sudut pandang yang terlampau sempit. Dan namanya juga putri, mungkin selama ini perasaannya dikunci hingga ngga bisa bebas mengungkapkan isi hati. Mau ketawa ditahan, sedih ditahan, marah ditahan, takut ditahan. Lha wong mau jatuh cinta aja ditahan. Dan ketika muncul orang seperti 'Aladdin', yang dengan tulus menarik keluar semua yang tertahan itu, yang membebaskan kita mengungkapkan pikiran, perasaan dan mimpi-mimpi, gimana sih rasanya? Ketika dia menunjukkan tempat-tempat baru yang belum pernah kita jelajahi, membuka sudut pandang kita jadi lebih lebar, mengajarkan empati tapi jujur pada diri sendiri, gimana sih rasanya? :)

Kalau mau melihat kenyataan lebih dekat, dunia baru yang ditunjukkan 'Aladdin' pun mungkin bukan sekedar dunia yang kasat mata. Bisa jadi 'dunia' itu wujudnya kebiasaan-kebiasaan baru. Atau mungkin sekedar dikasih denger lagu-lagu 'baru' yang selama ini belum pernah kita denger, film-film yang belum pernah kita saksikan, disodorin buku-buku yang ternyata bikin kita jadi orang yang baru. Atau mungkin diajarin ilmu-ilmu baru, sesuatu yang selama ini kita ngga tau tapi rupanya perlu, apalagi kalau ilmunya ternyata asik dan seru. Itu juga sebuah dunia baru kan? :)

Mungkin sekarang saya sedikit mengerti perasaan Jasmine. Mungkin memang ada orang yang luarnya tidak seberapa, tapi dalamnya berupa berlian yang bersinar luar biasa. Kata siapa harta karun itu wujudnya cuma emas perak permata kaya di film-film Pirates of Caribbean? Orang kaya Aladdin itu harta karun juga lho :)






*PICTURE FROM HERE

Saturday, June 22, 2013

Princess Hours di Sela-sela Badai Ujian :)

Posted by Icha at 9:41 AM 0 comments
Jadi ceritanya, sesorean ini saya melepaskan penat sejenak. Nontonin adegan-adegan yang romantis dari drama Korea kesukaan saya sepanjang masa. Yup, hanya karena kangen adegan-adegan ini :D

 
Ini lho,awal ketemunya pangeran Lee Shin sama si imut Shin Chae Gyung. Ceweknya yang ngajak gelut lho :D


Dan cerita ini berawal karena kebodohan Min Hyo Rin yang ngga mau diajak nikah karena lebih mentingin karir baletnya. Tapi giliran cowoknya nikah ama orang lain, dia ngamuk-ngamuk njuk golek perkoro. Woalaaaaaaaaaaaaahhh, salah siapa cobaaaa? :P

Tapi ada hikmahnya siiihh, kekoplakan dan keromantisan yang sesungguhnya pun dimulai :D





Tapi yang paling saya suka ituuuuuuu...

Waktu Shin sama Chae Gyung jalan-jalan ke pantai. So sweet ^_^

"Apapun yang nanti kaudengar, kau tidak boleh merasa sedih tanpa izinku. Kau mengerti?"
-Lee Shin

 Ketika mereka marahan sampe Chae Gyung mau kabur dari istana. Tapi ujung-ujungnya baikan lagi kok :)

Kalo dilamar cara simpel tapi romantis gini sih, aku juga mau... :D

Ini pas Hyo Rin nyusul Shin ke Thailand (kalo ngga salah). Salah satu episode yang saya ngga suka. Tapiiiiiii tamannya bagus banget :)

 "Annyeong... Nae wangja-nim. Selamat tinggal, pangeranku..."
-Min Hyo Rin
(dan dialog ini membekas banget di hati saya karena pernah saya ucapkan di dunia nyata)

"Kau terlalu menyilaukan. Aku tidak bisa melihatmu."
-Lee Shin

"Aku rindu padamu. Aku sedang melihatmu saat ini tapi aku masih rindu padamu."
-Lee Shin

Dan ngga pernah gagal nangis kalo nonton yang iniiiiiiiii...

Shin Chae Gyung: "Aku sudah berjanji pada rakyat bahwa aku akan menanggung konsekuensi atas kesalahanku. Jadi aku akan menepati janjiku karena aku Putri Mahkota negara ini."
Lee Shin: "Aku juga. Aku tidak akan menyerah sampe mereka yakin bahwa aku memang tidak bersalah. Karena aku Putra Mahkota negara ini."
(dan baru sadar, caranya Shin nanya,"Hei, kau menangis ya?" ituuuuuu... :D)

Shin Chae Gyung: "Alasan aku bisa bertahan di istana adalah karena Shin-goon, jadi aku ingin berada di sampingmu."
Lee Shin: "Kau tahu, mungkin kedudukanku sebagai putra mahkota akan dilepas..."
Shin Chae Gyung: "Yang aku cintai bukan putra mahkota."
Lee Shin: "Apa? Apa kaubilang?"
Shin Chae Gyung: "Aku mencintaimu. Kalau hatiku terasa sakit, itu karena aku mencintaimu."
Lee Shin: "Kalau kau bersamaku, sayapmu bisa patah..."
Shin Chae Gyung: "Aku tidak peduli, jadi kalau kau ingin aku ada di sampingmu katakan saja."
(waktu nonton ini di rumah, saya bener-bener nangis... T.T)

Lee Shin: "Shin Chae Gyung adalah orang paling bersinar yang pernah aku temui."
Shin Chae Gyung: "Shin-goon adalah orang paling dingin dan kesepian yang pernah aku temui. Tapi kau harus ingat satu hal..."
Lee Shin: "Apa?"
Shin Chae Gyung: "Shin-goon yang sebenarnya adalah orang yang sangat hangat, tulus dan jujur."

Tapi untungnya happy ending :D


^_^

Oiya, sekalian deh, mau spamming gambar-gambar pangeran favorit saya :D

 Ganteng, cool, bikin hati meleleh :))

Dan pangeran ini hobi snapshot pacarnya ternyata :D

Bisa gitu nolak pesona cowok cool yang hobi baca buku? Gantengnya meningkat 20000% brey!! :D


Sudaaaaaaaaaaaaaahhh, sudah cukup berkhayalnya. Ayo ngerjain Bioinfo!! :D

Thursday, June 20, 2013

#curcol

Posted by Icha at 3:46 PM 0 comments
Sekitar empat jam yang lalu saya barusan pulang dari ujian Onkologi yang Oh-My-God-I-don't-know-what-I-just-wrote-on-my-paper, membawa selembar kertas setengah A4 bertuliskan 3 soal ujian takehome yang harus dikumpulin besok (yang untungnya, soal no. 1 dan 2 sama persis plek sama ujian Imunologi semester 1, jadi jawabannya tinggal copas :P) dan masih belum mood nyuci.

Sejujurnya minggu ini terasa merangkak, merayap, slow-speed. Sejak Sabtu minggu lalu badan saya serasa abis dipukulin orang sekampung gara-gara kegep nyulik Jacob Black (apaseh), sakit dan pegel di mana-mana. Minggu malem ketambahan badan panas dan batuk pula. Mana ujian tiap hari bertubi-tubi. Mood jadi kaya dibanting-banting. Pengennya jadi ngeluuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhh terus.

Sesungguhnya saya sadar banget kalau sakit saya ini adalah akumulasi dari cape fisik dan mental karena dua minggu pol diforsir. Dua minggu yang lalu saya ikut acara live-in Biotek Mengabdi di Somokaton, Klaten selama 3 hari 2 malam. Namanya juga di tempat asing dan namanya juga saya, adaptasi selalu jadi bencana. Saya susah makan dan tidur di sana. Malam kedua tidur saya lumayan angler (berdasarkan kesaksian mba Annisa yang jadi roommate saya), tapi yang namanya makan rasanya ngga pernah cocok meski diladeni dan dimasakin sama keluarga homestay yang baik banget. Sabtu sorenya kehujanan dan minggunya tepar begitu sampe kosan. Setelah itu badan saya dihajar tugas-tugas yang tertunda. Laporan Detmol, ujian takehome Bioinfo, presentasi Bioprev (yang sampe sekarang belum jadi maju). Hari Sabtu sore saya tumbang dan jegrah-jegreh batuk sampe sekarang. Heeeeeeuuuuuuuuu...

Di saat seperti ini saya bener-bener kangen hal-hal yang bikin saya bahagia, sebut aja rumah seisinya, keran air panas di kamar mandi, baca novel, nulis diary, nonton film, karaokean di kamar... Sayangnya, namanya juga anak kos, akses ke hal-hal itu jadi terbatas waktu dan dana coy. Jadilah diri ini mencari... Pelarian.

Ups, jangan mikir yang aneh-aneh dulu, sodara pemirsa. Pelarian yang saya maksud hanyalah baring-baring di kasur, nyumpel kuping pake earphone dan dengerin lagu-lagu dari playlist di Keichiro-kun. Part favorit saya adalah dengerin lagu-lagu yang emang sengaja saya pasang, yang punya 'cerita'. Maksudnya lagu-lagu yang jadi soundtrack saya sama si pacar. Hehehe... Dan menerawang kembalilah saya ke jaman-jaman sebelum dan awal-awal jadian dulu. Surprisingly, rasanya masih ajaib kalo inget gimana awal cerita saya sama dia. Dan mengingatnya, me-review-nya, ngga pernah gagal bikin saya mesam-mesem sendiri :)

Apalagi pas hujan kaya gini. Saya sengaja nyetel Suna no Tobira-nya Chemistry tapi anehnya ngga galau sama sekali. Secara barusan dikasih tau kalau ujian TTG part 2 besok akhirnya takehome. Alhamdulillah, akhirnya bisa sedikit nyantai :D

Jadi agenda malam ini mungkin hanya akan membereskan ujian takehome Onkologi dan baca novel :D

Monday, June 17, 2013

Rata-rata

Posted by Icha at 6:58 PM 2 comments
Satu kata untuk menggambarkan saya? Ya judul gede-gede di atas itu.

Muka : rata-rata [centang]
Fisik : rata-rata [centang]
Otak : rata-rata [centang]

Apa lagi ya?

Saya selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Tanpa sadar. Mungkin efek bawaan lahir. Saya kan sendiri, diarahkan supaya jadi yang terbaik dan itu semacam jadi tanggung jawab pribadi. Tanggung jawab moral. Lalu tanpa sadar kepala selalu mendongak ke atas. Ah bukan, bukan tentang uang, gadget, bahkan pacar. Ini tentang saya dan apa yang saya punya dalam diri saya.

Tanpa sadar saya memasang standar tinggi, meskipun standar saya tidak selalu mereka yang eksis nun jauh di sana. Sederhana saja. Belum bisa masang seprai serapi Mamah, saya merasa masih di bawah rata-rata. Belum bisa ngebalik telor dadar dengan sempurna kaya Mamah, di bawah rata-rata. Belum bisa ngeposting di blog pake bahasa Inggris kaya pacar, di bawah rata-rata. Dan ah ya, saya punya seorang 'idola' yang... Well, katakanlah dirinya memang eksis nun jauh di sana. Di planet antah-berantah di luar jangkauan saya. Seseorang yang jika dibandingkan dengannya, saya jauuuuuuuhh di bawah rata-rata.

Kemudian setelah membaca twit salah seorang sepupu, saya jadi menyadari hal lain lagi.

Untung saya gak cantik-cantik amat. Coba saya lebih cantik. Pasti jadi lebih sombong dan mbencekno.
-N.F.P

Saya nyengir sendiri bacanya, sadar sepenuhnya kalau wajah ini cuma dapat nilai C. Tapi ya, kalau saya cantik, punya bodi langsing, putih, tinggi, akankah saya jadi sombong? Akankah saya dicintai karena fisik dan bukan 'inner' saya?

Lagipula jadi rata-rata ngga buruk kok. Otak saya ngepas, pas banget. Saya bisa minta diajarin mulu sama pacar, belajar bareng sambil minum hot chocolate dan makan wafel. Diajarin lho ya, bukan digarapke tugasnya :P

Wajah dan fisik saya ngepas. Tapi karenanya saya tau siapa yang bener-bener sayang sama saya, sayang sama karakter dan kekurangan-kelebihan saya, bukan semata fenotipik aja. Yang nerima saya meskipun saya hanya rata-rata. Yang masih mau meng-upgrade saya supaya nilai saya ngga selamanya C, tapi bisa jadi B atau bahkan A.

Jadi, rata-rata itu ngga buruk kan?




Tunggu, jawabannya adalah kadang. Rata-rata itu buruk hanya ketika kita menyadari 'rata-rata' itu menciptakan jarak. Membuat kita sadar harus berlari dua kali lebih cepat, berjuang dua kali lebih keras untuk mengeliminasi jarak itu.



*PICTURE FROM HERE

Wednesday, June 5, 2013

Disguise

Posted by Icha at 9:29 PM 0 comments
Jujur itu sulit. Terutama pada diri sendiri.







Ketika hatiku terbakar, harus bagaimana untuk memadamkan apinya?




*Just need some time to figure these things out*




PICTURE FROM HERE

Wednesday, May 29, 2013

Sekilas Info

Posted by Icha at 7:21 AM 0 comments

Pacar : [ngomong pelan-pelan sambil nyengir, becanda] Ke kafe itu stereotype-nya ngga pake rok.

Saya : [ngomong dengan cueknya, muka sok sombong] Sejak kapan pacarmu stereotype? :P


_semua demi ppt Bioprev_





PICTURE FROM HERE

Monday, May 20, 2013

(Poor) Liar

Posted by Icha at 5:40 PM 0 comments
Ketika segala yang saya bilang pada intinya bohong semua.

Ketika semua titik-dua-tutup-kurung yang saya pasang di akhir twit dan sms itu bohong semua.

Ketika 'ngga papa' itu juga bohong semua.

Semoga semua tau itu hanya usaha terbaik saya untuk mengusir ego jauh-jauh.




[I promise you I will learn from my mistakes]

Tuesday, May 7, 2013

Kalau Sudah Ya Sudah

Posted by Icha at 8:59 PM 0 comments
Kemarin meyakinkan diri sendiri, katanya sudah ikhlas, ngakunya sudah ikhlas. Apapun segala kemungkinannya, konsekuensinya, pahit manisnya, plus minusnya bakalan diterima dengan ikhlas, ridho lillahi ta'ala.

Sekarang? Halah, mengeja kata IKHLAS aja ngga bisa. Terbata-bata.

Kalau masih kamu pikirin, namanya belum ikhlas.
Kalau masih khawatir, namanya belum ikhlas.
Kalau kamu takut gimana nantinya, namanya belum ikhlas.
Kalau masih sedih tiap kepikiran, namanya belum ikhlas.
Kalau masih kepengen menghindar, namanya belum ikhlas.
Bahkan kalo kamu masih ngebayangin kejadiannya bakal kaya gimana, itu juga namanya belum ikhlas.

Kalau sudah ya sudah. Kalau memang sudah berniat mengikhlaskan ya sudah. Kalau memang dari awal lebih baik dilepaskan ya dilepaskan saja. Kekhawatiranmu, ketakutanmu, apalah itu, kalau memang sudah berniat melepaskan semuanya ya lepaskan saja. Besides, this is the flavour of life, kamu ngga bisa nambahin gula atau garam sebanyak yang kamu mau.

Kamu bukan external harddisk kapasitas 1 terrabyte. Tanganmu itu kecil. Perasaanmu itu rapuh. Jangan sok bisa menyimpan semuanya sendirian. Kalau manusia bisa sehebat itu, terus kenapa Allah menyuruh kita minta dan berdoa?

It is time to put everything back to Allah's hands. Allah tau level takutmu, sedihmu, khawatirmu. Ngga usah ngeyel, buat Allah ngga ada yang mustahil.


http://24.media.tumblr.com/tumblr_md8ae4AWDg1rz4a56o1_500.jpg

Kalau sudah ya sudah.
Kalau sudah ngga bisa berbuat apa-apa,
biar Allah saja yang membereskan semuanya.



p.s. Nanti malam jangan lupa sholat tahajjud ya :)




*PICTURE FROM HERE

Monday, April 22, 2013

Undefined

Posted by Icha at 10:55 PM 0 comments
Yak, itulah tema malam ini.

Undefined mood. Sejak terbangun dalam keadaan betis pegel tingkat dewa tadi sore, rasanya ini badan sama pikiran ngga tau maunya apa. Ngenet sana-sini ngga jelas, akhirnya mutusin buat ngoreksi laporan anak-anak asistenan, melawan mood yang sedatar tripleks. Dua belas laporan selesai dalam waktu kurang dari 1 jam. Pencapaian yang lumayan untuk kondisi mood semacam itu.

Undefined feelings. Oke, coret bagian ini. Feelings saya defined kok. Today I feel quite happy, a bit excited juga soal penelitian buat tesis, responsi yang baik-baik saja (mau gimana lagi emangnya), bisa tidur sore meski kelamaan, sempat gerimis sebentar, dan hal-hal kecil lainnya.

Undefined thoughts. Nah ini. Mood yang flat bikin pikiran melayang-layang ngga jelas juga. Pindah dari satu hal ke hal lain dengan cepat, menangkap segala sesuatu dan dengan gampangnya mikir yang absurd-absurd, dan yang paling ngga ngenakin, menembus segala ruang dan waktu. Yep, jadi kangen rumah, kangen kebiasaan-kebiasaan lama, flashback ke cerita-cerita lama dan tanpa sadar seperti ngeliat diri sendiri dalam versi lama. Bagian yang terakhir itu yang agak-agak gimanaaaaa gitu rasanya.

Mana lagunya pas itu nampol banget. Franklin-nya Paramore.

Could you help me push aside all that I left behind...?

Di bagian ini saya dicecar pertanyaan. Bingung gimana mau jelasinnya, bingung gimana mau cerita. Namanya juga manifestasi mood yang menggeje. Bukan hal serius tapi kedengeran jadi serius. Kebiasaan.

Tapi seneng juga sih, at least saya tau pacar masih nyempetin nanya keadaan saya di tengah kerjaannya. Well, how could I not like him? :)

Tapi terus mata saya jadi ngga mau ngantuk gara-gara tidur kesorean, padahal besok kuliah pagi. Semoga seiring semakin habisnya susu coklat di gelas, semakin kiyep pula mata saya...

Monday, April 15, 2013

Yang Dicari, Yang Ditemukan

Posted by Icha at 6:44 PM 0 comments
Bagaimana rasanya jika
yang dicari ada tepat di hadapan,
yang diinginkan ada dalam genggaman,
yang ditemukan bersinar terang di antara jutaan?

Kamu ada.
Dan itu cukup buat saya.

^_^



[The day when I sense you, I feel your presence everywhere]





*ngeposting sambil nunggu sms :P*

Friday, April 12, 2013

Partner Terbaik Sepanjang Masa

Posted by Icha at 6:29 AM 0 comments
Untuk partner terbaik sepanjang masa, Astri Ariyani.
Otsukaresama deshita...


Itu penggalan dari Halaman Persembahan di skripsi saya jaman dahulu kala. Dari cukup banyak orang yang saya sebutkan, manusia nyeleneh satu ini punya tempat khusus di hati saya. Bukan hanya bertitel sahabat, she proves me even more :)

Awal saya denger nama Astri Ariyani waktu pembagian Pembimbing Akademik pas ospek, saya ngga ngeh orangnya yang mana. Bukannya apa-apa, namanya ngga remarkable. Wkwkwkwk... Nama, secara pribadi punya makna khusus buat saya. Kalau namanya aneh, langka, atau menimbulkan sensasi khusus di telinga, saya bakalan punya feel khusus juga ke orang itu. Hahaha... Malah jadi mbleber to ceritanya :P

Kembali ke seorang Astri, saya baru tau wujudnya setelah mengamati sekitar, menemukan seorang cewek bernama Euis dan menemukan lagi seorang cewek berkacamata yang selalu ngintilin Euis. Ooohh, itu to Astri, saya membatin. Makin tau ketika di BIOSPHER dia menjabat sebagai dedengkot kelompok Rosaceae yang terkenal dengan yel-yel mereka yang kontroversial. Hahahaha... Kami ngga langsung akrab seketika. Bahkan sejujurnya saya lupa proses yang kami lalui sampai bisa jadi lengket kaya sense sama antisense strand :))

Selama 4 tahun jadi mahasiswa S1, saya dan Astri (yang kemudian saya panggil Achrid, dan dia manggil saya Icrut) jadi sahabat, tentunya bersama 3 orang yang lain: Hanum, Dea, Euis. Secara kesukaan, kami sangat sangat cocok. Suka tukeran rekomendasi film dan lagu-lagu. Beberapa lagu dan film yang jadi kesukaannya Achrid sekarang adalah hasil dari bujuk rayu dan jampe-jampe yang saya lancarkan kepadanya. Contohnya Pride and Prejudice sama Nakushita Kotoba. Itu kalo bukan saya yang nularin ngga bakalan doyan dia. Wkwkwkwk... :P

Ternyata persahabatan kami ngga cuma berhenti di duduk di kelas, jadi praktikan, hangout di bioskop, atau nongkrong di kosan Hanum, karena nyatanya Allah mempersatukan kami dalam sebuah fase kehidupan bernama skripsi. Di satu sisi ini gift, tapi di sisi lain ini curse. Gift karena Achrid adalah sahabat saya, saya tau banget siapa dia, gimana orangnya, keahliannya dan kami ngga akan susah untuk saling beradaptasi. Tapi ini juga curse karena Achrid sama saya sifatnya 95% sama. Kami ini sama-sama keras orangnya, moody, high temper pula. Sempat kepikiran, bisa ngga ya kami bekerja sama untuk sesuatu yang istilahnya menentukan hidup mati kami berdua?

Saat itulah, saat skripsi itulah saya tau bahwa sahabat sejati itu memang benar-benar ada. Bahwa sahabat sejati itu juga suatu bentuk soulmate. Dan yang namanya soulmate akan selalu mengimbangi, menyamakan langkah. Saya dapatkan itu dari Achrid. Ketika saya lagi galau-galaunya ngeliatin data yang jelek, kesusahan nyari referensi, atau mikirin nasib skripsi yang serasa mentok, Achrid akan dengan senang hati menyemangati. Ketika saya lagi high temper, ngomel-ngomel gara-gara diBHP (diBeri Harapan Palsu) sama dosen pembimbing, Achrid yang akan ucluk-ucluk deketin, nyengir lebar dari Sabang sampai Merauke, nepuk pundak saya dan bilang,"Ikhlas aja, Cha! Santai, santai!". Bahkan ada dua kalimat yang diucapkan Achrid yang masih tertanam di otak saya sampai sekarang.

"Kita ini ibarat masuk ke lobang, Cha. Dan kita ngga bisa manjat keluar.
Jadi satu-satunya cara adalah kita harus survive di lobang itu."

Itu kalimat yang dia ucapkan ketika kami serasa 'terjebak' dalam penelitian buat skripsi kami. Ya, dia menyadarkan saya. We made our choice, we had to be ready to take the consequences. Toh kami sama-sama. Berjuang sama-sama, berhasil sama-sama, gagal juga sama-sama. Dan tentu kami bakal berjuang untuk berhasil sama-sama.

Yang kedua, dia bilang,

"Bukan karena semuanya baik maka kita tersenyum.
Tapi kalau kita tersenyum, maka semuanya akan menjadi baik."

Nah, yang ini ngga ada penjelasannya. Jadi bahagia dulu, maka sepanjang hari kita akan dipenuhi kebaikan ^_^

Selama 4 tahun lebih bersahabat sama Achrid, bukan berarti selama itu hidup kami adem ayem aja. Ada masanya kami berantem sampe diem-dieman. Ada masanya kami jengkel satu sama lain. Kami punya komitmen (jangan salah, sahabat juga ada komitmennya :P), kalo kami bermasalah satu sama lain, masalah itu harus diungkapkan secara jujur dan langsung ke objeknya. Dan itulah yang selalu kami lakukan, langsung ngomong frontal di depan muka. Tapi habis itu kami selalu bisa saling memaafkan dan kembali jadi teman, plus, yang paling penting, tanpa mengungkit yang sudah-sudah. Achrid pernah ngomelin saya yang suka ngomong nyelekit dan saya terima itu. Sesudahnya? Ya udah, saling minta maaf dan biasa lagi. Bercanda lagi, ejek-ejekan lagi, nongkrong bareng lagi, ngelebay lagi :D

Dan alhamdulillah, akhirnya kami bisa keluar sama-sama dari 'lubang neraka' itu... :D

Lalu sekarang kami menjalani kehidupan masing-masing. Dia dengan kerjaannya, saya dengan keruwetan kuliah dan galau akademik. Tapi kami masih suka saling ngenyek di twitter, saya masih suka ngecek update-an blognya, dan kami masih menggunakan kosakata-kosakata endemik yang jadi trademark kami semasa S1. Saya juga bersyukur masih jadi orang yang disambati ketika Achrid butuh temen curhat. Seneng rasanya denger perubahan suaranya yang tadinya berat karena banyak pikiran terus jadi enteng setelah telponan ^_^

Sampai sekarang pun Achrid adalah salah satu sahabat yang unik dan 'ajaib' buat saya. Dia cantik dengan caranya sendiri, bersinar dengan caranya sendiri. Meskipun dia 'ipel-ipel' (hehehe...), keceriaan dan polahnya yang udah kaya kutu loncat bikin dia selalu keliatan shine bright pake lemon, eh salah, shine bright like a diamond. Achrid juga identik dengan kegigihan dan kerja keras. Mungkin dia adalah orang yang paling gigih, tekun, sekaligus keras kepala yang pernah saya jumpai. Tipikal cewek yang biar di-tackle berapa kali, dijomplangin berapa kali, biar sampe bengep di sana-sini, dia bakalan ngga menyerah. Kadang saya mikir, kalo manusia lain diciptakan dari tanah lempung, jangan-jangan anak ini diciptain dari batako saking keukeuhnya :P

Achrid, sahabat saya yang punya mimpi saaaaangat banyak. Desainer (dan saya selalu inget cita-citanya berfoto dengan gaya gothic, yang bikin saya ikutan ketularan kepengen foto bareng dia pake baju gothic lolita), chef (sumpah, anak ini masakannya ENAK BANGET), scientist (saking cintanya sama lelembut bernama mikrobia), penulis (nih nih, tulisannya bisa dibaca di sini), dan jadi ibu (and I believe she'll be a very funky mommy for her kids, insya Allah). Saya yakin kegigihan dan ketekunannya akan membawa dia menuju SEMUA mimpinya. Kalo lo baca ini Chrid, wajib ngaminin yang kenceng!! :D

Jadi boleh lah ya, saya kangen manusia yang satu ini...



So, gw ngeposting ini karena gw udah mulai masuk tahap per-tesis-an. Dan gw kangen sama elo, kangen nyekripsi bareng elo. Kangen jadi BoKer (a.k.a BOcah KEReta), ngejar mas-mas Tomingse, berimajinasi ada di dunia Lord of The Ring, manjer dosen pembimbing sama-sama, pontang-panting ngejar tanda tangan sama-sama, dan melangkahkan kaki keluar kampus sama-sama. Doain gw yaaa, semoga di skripsi jilid 2 ini gw nemuin partner yang sama baiknya sama elo. Semoga semua berkah pokoknya. Kangen kangen kangen :*

Saturday, April 6, 2013

Don't Give Up - Josh Groban : Three Words They Always Say to Me ^_^

Posted by Icha at 6:30 PM 0 comments
Don't give up
It's just the weight of the world
 
When your heart's heavy
I...I will lift it for you
 

Don't give up
Because you want to be heard
 
If silence keeps you
I...I will break it for you
 

Everybody wants to be understood
Well I can hear you
Everybody wants to be loved
 
Don't give up
Because you are loved
 

Don't give up
It's just the hurt that you hide
 When you're lost inside
I...I will be there to find you
 

Don't give up
Because you want to burn bright
 
If darkness blinds you
I...I will shine to guide you
 

Everybody wants to be understood
Well I can hear you
Everybody wants to be loved
 
Don't give up
Because you are loved
 

You are loved
Don't give up
It's just the weight of the world
Don't give up
Every one needs to be heard
 
You are loved



Ya, ini yang selalu mereka katakan.


Dari wanita yang cintanya tak pernah habis untuk saya. Yang selalu berkata,"Semangat yaa, Mamah sayang Mba..."


Dari mereka yang selalu ada menghapus jenuh, menghadirkan tawa dan menggila bersama. Yang selalu berkata,"Semangat, Mbichaaaaaa..."


Dari mereka yang meski jauh, tak pernah putus mengirimkan sinyal-sinyal persahabatan. Yang selalu berkata,"Semangat, Cha!! Lo pasti bisa!!"



Dan dari dia yang mencintai dengan sangat sederhana, yang tatapan teduhnya menguatkan, yang genggaman tangannya mengungkapkan lebih dari kata-kata.




Banyak cinta untukmu, Cha. SEMANGAAAAAAAAAAATTTT!!!! ^_^




Lyrics source : here

Wednesday, March 27, 2013

My Simple Wish :)

Posted by Icha at 9:32 PM 0 comments
Sekalipun jika besok keajaiban itu belum datang,
semoga saya tetap ingat wajah-wajah yang selalu ada buat saya,
yang sepatutnya saya syukuri.







Rasa-rasanya tak perlulah keliling dunia mencari keajaiban. Di sini ada kok.
^_^

Monday, March 18, 2013

Melarikan Diri (Lagi)

Posted by Icha at 4:10 PM 2 comments
Ya Allah, boleh minta hujan yang deres sampe besok subuh...??

Tuesday, March 12, 2013

Letupan Kembang Api

Posted by Icha at 10:03 PM 0 comments

Kebahagiaan dan rasa sedih itu terkadang tidak ada bedanya, sama-sama membuat tidak bisa tidur.

--Tere Liye, novel "Sunset Bersama Rosie

Ini quote yang di-share seorang teman di fb dan dengan semena-mena saya tulis di sini karena, ya, sekarang saya ngga bisa tidur saking senengnya. Kepala dan hati masih meletup-letup serupa ada pesta kembang api di dalamnya.

Saya juga bingung kenapa letupan ini bisa begitu susah berhenti. Hari ini sederhana, sangat sederhana. Saya lewatkan dengan orang yang sederhana, di tempat yang sederhana, dengan cara sederhana. Apa yang kami lakukan tidak ada yang istimewa.

Letupan ini, entah dari mana datangnya. Mungkin dari cerita-cerita sederhana yang tidak semua orang tahu. Mungkin dari tawa lepas dan canda yang tanpa gengsi atau malu. Entahlah.

Atau mungkin...

Karena ada sepasang mata yang tidak lepas memandang saya. Memandang dengan cara berbeda. Mengakui bahwa saya punya lebih dari apa yang bisa dilihat mereka di luar sana. Ini pun masih berlabel entah. Hanya pemilik sepasang mata itu yang tahu.

Letupan ini, letupan-letupan penuh syukur ini... Saya hanya berharap dia merasakan rasa syukur sebesar dan sebanyak yang saya rasakan malam ini :)

Monday, February 25, 2013

As for Me, Still This Is The Same World

Posted by Icha at 5:14 AM 0 comments
どんなに怖くたって目を逸らさないよ
全ての終わりに愛があるなら


Donna ni kowakutatte me o sorasanai yo
Subete no owari ni ai ga aru nara

However great the fear, I will not look away
If at the end of everything, there is love

_Sakura Nagashi - Utada Hikaru

Saturday, February 23, 2013

What Is In A Name? --> Kebiasaan Alay :P

Posted by Icha at 6:57 AM 0 comments
Karena powerpoint Genmol udah beres, pagi ini saya bingung mau ngapain di depan lepi. Tumblr-an males, twitteran enak dari bb, fb belum ada yang online, tapi nyusun makalah Virologi belum ada mood. Jadinya saya iseng ngebukain blognya pacar, ngebacain tulisan jaman dahulu kalanya dia (mateng aku, wonge bakalan moco ki. Ketauan deh. Moga-moga ntar ngga kena jitak :D). Dan tau-tau saya nemuin postingan dia tentang nama sepedanya. Kemudian saya nyengir sendiri karena saya juga punya kebiasaan yang sama, ngasih nama ke barang-barang :))

Sebenernya sih lupa sejak kapan kebiasaan alay itu berlangsung. Waktu kecil cuma sebatas ngasih nama ke boneka. Kalau ke barang-barang, hmmmm... Kayanya sih sejak S1. Saya mulai suka ngasih nama ke gadget, terus ke motor, mobil sampe diary. Bukannya apa-apa sih, biar enak aja manggilnya. Lagian namanya juga simpel-simpel kok, kalo ngga berdasarkan warna, modif dari merek barangnya, palingan copas dari nama karakter di anime, just like my boyfriend named his bike :P

Yah di antaranya kaya begini nie, dua hape lama saya namanya Benihime (紅姫) sama Sode no Shirayuki (袖白雪). Benihime artinya crimson princess, itu nama zanpakutou-nya Urahara, yang suka BLEACH pasti tau. Kalo Sode no Shirayuki, panggilannya Yuki-chan. Yang ini nama zanpakutou-nya Rukia, artinya sleeved white snow. Lepi kesayangan saya namanya Tsubaki (椿), artinya bunga camelia. Diary saya namanya Midori-chan () karena warnanya hijau.

Yang lucu waktu saya ngasih tau nama motor saya ke si pacar. Dengan bangganya saya bilang,"Motorku dong, namanya si Kuro, nama lengkapnya Kuroko no Basket". Dia masang ekspresi -______- dan bilang "Kirain namanya bakalan keren, ternyata...". Muahahahahaaa :))))

Daaaannn begitulah cerita kebiasaan alay saya pagi ini. Berhubung ntar ada presentasi jam 8, saya mau sarapan dulu. Kyou wa tanoshinde kudasai!! XD

Sunday, February 17, 2013

Hijau, Biru, Merah, Hitam

Posted by Icha at 3:01 PM 0 comments
Hijau.
Untuk setiap hari yang terlewati. Untuk kejadian sederhana yang membuat saya tertawa. Untuk hal-hal kecil yang tertangkap mata dan telinga. Untuk setiap detail yang disyukuri. Untuk peristiwa yang biasa, sangat biasa, tapi terasa istimewa.



Biru.
Untuk kesedihan dan air mata. Seperti keluhan yang saya titipkan pada langit agar sampai pada awan, supaya nanti jatuh dibawa hujan. Atau seperti ganjalan yang saya hanyutkan ke laut, supaya dibawa ombak. Pergi dan tidak kembali, agar rasa sedih dan sakit tak perlu datang lagi



Merah.
Untuk ungkapan setiap rasa jengah dan marah. Untuk luapan emosi yang membakar hati seperti api. Seperti kobaran yang menunggu dipadamkan. Untuk kata-kata yang tertahan dan tak terucapkan, tapi menuntut pengertian. Sekali lagi, hanya menunggu dipeluk dan dipadamkan. Menunggu dia yang cukup berani memeluk dan memadamkan.



Hitam.
Untuk kamu. Untuk setiap huruf, kata, ekspresi yang hanya aku yang tahu.






*harus beli diary lagi*

Saturday, February 16, 2013

Me and The absurdity of My Assignment (Kepengennya Sambat)

Posted by Icha at 9:44 AM 0 comments
Mahasiswa yang minta dikeplak panci adalah mahasiswa yang tau dan sadar sepenuhnya bahwa tugasnya banyak dan belum pada beres tapi malah ngeblog saking pusingnya. Dan mahasiswa itu adalah saya.

Saya harus ngerjain dua jenis tugas buat mata kuliah wajib Karier Bioteknologi yang dikumpulin Selasa depan. Yang pertama ngerangkum semua kuliah tamu dan bikin analisis SWOT. Kedua, dan yang lebih parah, bikin makalah (atau paper atau esai atau apalah namanya itu) tentang rencana mau jadi apa setelah gelar M.Biotech nyangkut di belakang nama (aaamiiinnn ya Allah...).

Makalah atau entah apa namanya itu dipatok maksimal sepuluh halaman dan saya bahkan belum dapet dua halaman, tapi kepala rasanya udah kaya diacak-acak. Ngeblank parah. Ngga tau mau nulis apa. Masalahnya, yang pengen saya lakukan selepas S2 ngga ada di antara pilihan yang mesti dibahas. Padahal kalo pilihan itu ada, saya pasti lebih gampang nulisnya karena udah terancang dengan jelasnya. Hahahahaaa :))

Bagian paling parah dari semua ini adalah keabsurdan dan keabstrakan tugas ini membuat saya kepengen ngeluh. Nggrundel. Sambat.

Sambat ke orang yang spesifik, lebih tepatnya.

Jadi sejak setengah jam yang lalu udah ngga keitung berapa kali saya pegang hape, unlock phone, masuk ke message, ngebuka conversation antara saya sama dia dan siap ngetik sms yang isinya sambat ngga jelas ke dia.

Tapi tiap kali ini jari udah siap ngetik sms, monolog ini juga selalu terjadi.

Another me : Mau sambat lagi, Cha?

Me : Iya.

Another me : Ealah nduuuuk, kowe ki lho. Opo-opo ditandangi dhewe, garapan digarap dhewe, ning mung koyo ngene wae kepingine kok sambat. Opo yo ora mesakke sambatanmu. Sambatanmu ki yo kesel saben dino mbok sambati.

Me : *mencet tombol back berkali-kali sampe balik ke home screen --> lock phone*

Yah, begitulah. Dan akhirnya ngga jadi sambat.

Ayolah Cha, wong ya biasanya betah ngerjain sendiri. Masa beginian doank bawaannya kepengen sambat.

*sigh*

Dah ah, ayo dikerjain lagi tugasnya.






(Mungkin sebenernya saya ngga kepengen sambat. Cuma pengen dia tau saya lagi bingung ngerjain tugas. Tapi kalo kaya gitu diitung sambat... Yasudalah)

Friday, February 15, 2013

Ordinary Day - Vanessa Carlton : For Our 'Everyday'

Posted by Icha at 5:57 PM 0 comments
Just a day, just an ordinary day
Just trying to get by
Just a boy, just an ordinary boy
But he was looking to the sky
And as he asked if I would come along
I started to realize
That every day he finds just what he's looking for
And like a shooting star he shines

And he said
Take my hand
Live while you can
If we walk now we will
Divide and conquer this land
And as he spoke, he spoke ordinary words
Although they did not feel now
For I felt what I had not felt before
And you'd swear those words could heal
And as I looked up into those eyes
His vision borrows mine

And I know he's no stranger for I feel
I've held him for all of time
And he said
Take my hand
Live while you can, now
And if we walk now we will
Divide and conquer this land
Divide and conquer this land
Divide and conquer this land
Please come with me
See what I see
Touch the stars for time will not flee
Time will not flee
And you must be
Just a dream, just an ordinary dream
As I wake in bed
And the boy, that ordinary boy
Oh was it all in my head?

Didn't he ask if I would come along?
It all seemed so real
But as I looked to the door I saw that boy
Standing there with a deal
And he said
Take my hands
Live while you can
And if we walk now we will
Divide and conquer this land

Divide and conquer this land
Divide and conquer this land
Just a day, just an ordinary day
Just trying to get by
Just a boy, just an ordinary boy
But he was looking to the sky

Our everyday is just ordinary.
Ordinary but meaningful, am I right? :))




Lyrics source : here
 

Confessions of A Not-It Girl Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea