Sunday, March 4, 2012

EF Celebrities on Educational Expo, Solo Square, March 4, 2012

Posted by Cha-Hime at 6:52 PM 0 comments
Kapan lagi bisa begini sama temen-temen baru saya? ^_^


Kita baru kenal tiga hari tapi udah langsung 'lengket' begini.
Hahahahaha....


Ah, sayanya yang lebay kali yak.
Bukan apa-apa siiihhhh....
Saya anak baru di tempat les, belum ada sebulan jadi murid,
tapi udah bisa dapet temen kaya mereka :)

Sama-sama suka nyanyi-nyanyi,
sama-sama lagi ngelancarin lidah Inggris kita :D




Sama-sama narsong tingkat dewa mabuk kendaraan,

sama-sama ngempet ketawa waktu adegan 'Marmos mergokin Raflesia'.


Sumpah, yang terakhir itu masih sukses bikin saya ngakak guling-guling sampe sekarang.


Kapan-kapan hangout bareng lagi yaa guys ^_^

Wednesday, February 8, 2012

Emergency Call

Posted by Cha-Hime at 8:56 AM 0 comments

Source: here

Setting: Rabu malam, di kamar, dalam keadaan rempong berat, Shirayuri di tangan, dan notif bbm yang sambung-menyambung.
Kegiatan: Curhat
Kesimpulan: (langsung aja ya, daripada kepanjangan)
Saya: Jadi inti masalah dari semua ini sebenernya adalah PRIDE. Gw mikir apa yang orang-orang pikirin tentang gw.
Dia: Selama berabad-abad, Icha yang gw kenal ngga pernah mikirin pendapat orang. Atau apa gw salah orang yak?
Simpel, tapi setelahnya saya merasa luar biasa lega.


Makasih banyak... ^_^

Tuesday, February 7, 2012

Makin Jauh Jalannya, Makin Kerasa Patah-patah Punggungnya

Posted by Cha-Hime at 2:59 PM 0 comments
Lama ngga posting, sekalinya posting langsung meng-angsty.

Dari 22 misi bulan Februari, saya baru mencoret 2.

Kacau. Setres. Bisa gila.

Iya, cuma 3 kata itu yang bisa mendeskripsikan kondisi lahir batin jiwa raga saya sejak 1 Januari 2012. Saya udah kaya orang hilang akal. Di luar kalem, di dalem desek-desekan kaya para ELF yang mau nonton konser SuJu. Saking desek-desekannya saya sampe ngga bisa ngeblog, nulis diary macet, yang saya kerjain cuma... Berjuang menjalankan misi.

Satu sepertiga bulan pertama di tahun 2012 saya lewati dengan... Gimana ya ngegambarinnya? Jalan engga, tapi lari juga engga. Desember 2011 saya masih mengamati keadaan. Masih diam di tempat dengan mata jelalatan. Cukup sekali saya kena strike karena ceroboh, jangan sampe kejeblos lagi. Januari saya pasang ancang-ancang. Mulai jalan sambil tetep liat kanan kiri. Sumpah, saya kepengeeeennnnn banget lari. Tapi apa daya, meski rute udah jelas, kondisi jalan sama sekali ngga terprediksi. Apa yang saya denger, info yang saya liat, versi A, B, C, D bisa beda-beda. Dan sejujurnya saya ngga tau harus mempercayai yang mana.

Bulan Februari, masih dalam kondisi ngawang-awang, bures, burem, blawur, saya nyoba jalan agak kenceng. Saya mulai mengeksekusi misi-misi yang saya canangkan sejak beberapa bulan yang lalu. Pokoknya saya ngga boleh stuck. Tapi karena keblawuran itu, saya jadi jalan berdasarkan insting. Bener juga, ketika konsentrasi kita terpecah atau segala sesuatunya ngga jelas, asalkan punya niat dan tujuan yang pasti, badanlah yang mengambil alih. Walau saya ngga tau gimana hasil akhirnya, saya tetep mencoba jalan. Sedikit-sedikit.

Ya, sedikit-sedikit. Kata itu terasa absurd banget buat saya. Saya serasa jalan dari Solo ke Bogor naik bis omprengan yang jalannya 10 km/jam. Perjalanan yang harusnya bisa ditempuh 10 jam jadi molor dua kali lipatnya. Kebayang kan betapa sakit dan bengep-bengepnya badan saya?

Ketika rasa sakit, encok, dan punggung patah-patah itu melanda, saya cuma bisa bilang ke diri sendiri: inilah yang namanya perjuangan. Tapi itupun ngga bisa meredam logika otak kiri yang terus-terusan berdentam-dentam membuat asumsi.

Analogi jalan dari Solo ke Bogor itu sampah!! Dalam kasus itu lo tau cepat atau lambat lo akan sampai di rumah, tapi yang INI?? Lo bahkan ngga tau lo akan sampai di mana.

Hampir tiap hari teriakan itu memenuhi kepala saya. Dan saya bisa berjam-jam setres memikirkannya.

Ketika orang-orang sibuk berkata "Yang penting proses, bukan hasilnya", saya tau itu kebohongan publik. Kalo kita melamar kerja, apakah yang dinilai para interviewer itu susah payah kita berjalan menembus kemacetan kota hanya untuk memasukkan lamaran? Apakah yang dinilai persiapan kita dalam psikotes dan interview? Engga!! Yang dinilai adalah angka hasil tes kita. Nilai nyata yang tertera di atas kertas. Kalimat itu di telinga saya ngga lebih dari sekedar penghiburan pribadi. Excuse untuk menetralkan perasaan sendiri.

Tapi saya tau seperti inilah bentuk perjuangan.
Proses penting bagi saya, tapi hasil dari proses itu penting bagi perwujudan mimpi saya. Dan hasil yang didapat akan setimpal dengan perjuangannya, prosesnya. Itu saya sangat percaya. Jadi kalo kita gagal, pasti ada yang salah dalam prosesnya. Kitalah yang menilai proses itu, bukan orang lain. Jadi ngga masalah kalo kita memberi angka merah pada proses yang kita lalui itu. Saya pun menyadari, ada yang salah dalam proses 'menjalankan misi' saya selama ini. Saya masih harus banyak belajar, harus banyak melihat dan mendengar. Mengurangi kekeraskepalaan. Itulah yang membuat perjalanan ini terasa gila.

Saya sudah berjalan sejauh ini. Dan makin jauh jalannya, makin lama saya menghabiskan waktu di perjalanan, punggung saya mulai terasa patah-patah. Padahal kalau dipikir belum jauh juga, tapi faktor-faktor XYZ yang ngga bisa saya prediksi membuat perjalanan terasa lama. Di sisi lain, faktanya ngga ada yang instan di dunia ini. Semuanya harus ditempuh sesenti demi sesenti. Selalu ada harga yang harus dibayar. Dan saya anggap semua keruwetan ini adalah harga yang harus saya bayar di muka. Semacam investasi tanpa jaminan. #ngenes
Tapi apapun itu, apapun yang terjadi, saya memilih untuk tetap berjalan. Untuk saat ini, itu cukup.

Monday, January 30, 2012

Posted by Cha-Hime at 2:34 PM 0 comments
Waktu kecil saya sukaaaaaa banget nonton Kamen Rider dan Sailor Moon, Power Rangers juga. Saya memperhatikan dan menyimak dengan seksama waktu Kotaro Minami teriak "Henshin!!*", Usagi Tsukino dan para Pretty Soldiers berubah, atau para rangers muter jam tangannya dan dalam sekejap, wuuuussshhh... Mereka tampil dengan outfit kebanggaan masing-masing. Sambil bergaya juga tentunya.

Ya, waktu kecil saya menganggap perubahan instan itu menakjubkan. Yang tadinya anak sekolahan biasa bisa jadi pahlawan pembela kebenaran. Yang tadinya langit terang-benderang tau-tau hujan deras sepanjang malam. Yang tadinya gadis miskin bisa jadi putri. Hal-hal semacam itu sepertinya luar biasa, kecuali satu: perubahan mood saya yang bahkan lebih cepet daripada bunglon ganti warna kulit.

Tapi setelah saya jadi, well, bukan anak kecil lagi, perubahan itu terasa sucks. Saya menyadarinya pertama kali ketika suddenly harus pindah sekolah. Ketemu orang-orang baru, masuk ke lingkungan baru yang totally strange,
saya kaya kodok kolam yang mendadak nyemplung ke rawa. Saya mengalami cultural shock atau apalah itu bahasanya. Apalagi segala-gala yang saya jumpai di sana bener-bener BERBEDA dari apa yang selama ini saya kenal. I did feel insecure. Lama-kelamaan saya memang akhirnya bisa menyesuaikan diri. Untungnya. Tapi ya itu, prosesnya sangat LAMA. Dan bahkan setelah bertahun-tahun sampe sekarang, efek perubahan mendadak-dan-sangat-dipaksakan itu masih menoreh. I never feel like I'm supposed to be there; that's the place where I will never belong.

Sejak itu, saya benci perubahan. Saya benci ketika ruangan yang secure yang selama ini saya ciptakan dan saya tempati harus hancur secara paksa. Saya benci pergantian atmosfer yang tiba-tiba. Saya benci bertemu orang baru yang ngga bisa saya baca pikirannya, apakah mereka berpikir yang baik atau buruk tentang saya. Ketika semua itu terjadi di bawah kehendak sendiri rasanya begitu mudah, tapi di dunia ini ngga ada yang selalu berjalan sesuai rencana kan?

Dan setidaknya dalam dua minggu ke depan saya akan menghadapi perubahan terbesar di tahun 2012. Saya udah lama berusaha mengantisipasi, nyiapin hati dan perasaan sendiri tapi hasilnya nol besar sebesar telur dinosaurus. Saya tau cepat atau lambat hal itu pasti bakal terjadi dan AKHIRNYA saya bersikap bodo amat. Serius. Mikirin aja udah stres level Gaou**. Saya ngga mau (tambah) membebani pikiran sendiri dengan ngebayangin apa yang bakal terjadi. What will be, so be it. Terserah, saya udah cape melawan. #limitbreak #frustrasi

Setidaknya dua minggu ke depan hidup saya ngga akan sama. Rasanya kaya saya punya celengan yang saya isi dengan koin limaratus rupiah selama bertahun-tahun, terus ada manusia freak dateng bawa palu raksasa dan memecahkan celengan itu sekali pukul. Sementara saya berpikir uang yang mengisi celengan itu belum cukup banyak.

Saya benci perubahan. Terutama perubahan yang bikin segalanya lebih kacau daripada sebelumnya.




*Henshin!! = Berubah!!
**Gaou --> nama tokoh di Eyeshield 21, Gaou Rikiya. Stres level Gaou means stres parah. Aapa hubungannya? Silakan baca sendiri komiknya :D

Tuesday, November 29, 2011

Jangan-jangan Mama Saya Vampir

Posted by Cha-Hime at 7:08 PM 2 comments
Finally tadi siang saya ama Mama menghadiri pesta nikahan yang paling kami tunggu-tunggu.
Edward Anthony Masen Cullen

and

Isabella Marie Swan
Eaaaaaaaaaaaa..... Senengnyaaaaaa..... ^_______^

Oke, walaupun sejujurnya Edward bukan cowok yang bikin saya betah nonton film ini. I couldn't help his perfect romantic attitude, but honestly, Jacob Black has my heart. I'm yours, Jacob!! Aaaaaaaaaaaaaa.....

Dan itulah yang terjadi sodara-sodara. Saya dan Mama duduk sebelahan di bioskop, sharing sebungkus caramel popcorn, dan selama kurang lebih dua jam memandangi dua pria yang berbeda. Ngga rebutan deh ^_^

Tapi jujur deh, kadang saya mikir, jangan-jangan Mama saya ini juga vampir.

Apa ciri khas vampir yang menjadikan manusia paling banyak curiga ama mereka? They're NEVER getting older. Mama, jujur, juga gitu.

Ngga percaya? Mau bukti?

Satu, Mama selalu dikira punya anak yang masih TK. Untungnya temen-temennya ngga ada yang punya penyakit jantung, Alhamdulillah. Kalo ngga bisa-bisa mereka kolaps liat saya. Gimana engga, baru dibilang "Jangan salah, anak saya udah lulus kuliah lho, Bu" ama Mama aja mulut mereka udah pada ternganga. Baiklah, saya akui bagian ini superlebay. Tapi esensinya bener lho. Mama dianggap terlalu muda untuk punya anak umur 22 tahun, padahal umurnya sendiri 27 tahun lebih tua dibandingkan saya.


Kami sering lho dibilang kakak-adik ^_^

Dua, Mama selalu jadi yang ngantri pertama untuk membaca novel-novel yang baru saya beli. Entah itu novel historical romance-nya Julia Quinn, serial Princess Diaries, serial Twilight, sampe ketujuh buku Harry Potter. Tujuh-tujuhnya, ladies and gentlemen. Semuanya dilahap dan ngga jarang kami ngobrolin isi buku-buku itu. Cuma satu bacaan favorit saya yang belum bisa dinikmati Mama: komik!! Alasannya sih karena tulisannya kecil-kecil. Hihihihi..... Ngga heran sih, dengan kesamaan hobi kami ini. Saya juga jadi kutu buku begini karena influence Mama. Dari umur tiga tahun, hanya ada satu tempat di dunia di mana saya diperbolehkan kalap ngabisin duit (ngga sepenuhnya bener juga sih. Hehehehe.....). Tempat itu adalah: TOKO BUKU. Dan akhirnya Gramedia selalu jadi tujuan wajib kalau kami jalan ke mal. Pokoknya kalau belum masuk Gramed berarti belum mentok ngecengnya. Hahahaha.....


Inilah bukti kesamaan hobi kami. We do love books!! ^_^

Tiga, Mama saya ini sudah makan asam garam dunia per-film-an. Bukan main film, tapi NONTON film. Mari diabsen. The Sound of Music keluaran tahun 1970-an sudah. The Lion King keluaran tahun 1993 (yang adalah film pertama yang kami tonton di bioskop) sudah. Film-film tahun 2000-an sekelas Transformers, Pirates of The Caribbean, Harry Potter dan Twilight saga pun khatam. Ngga cuma itu, segala genre pun dihabisi. Diajak nonton Kungfu Panda yang kocak sejagat ayo, Letters to Juliet yang romantis boleh, The Dark Knight yang keren pun monggo. Barusan saya dan seorang adik tingkat ngobrol di twitter tentang Breaking Dawn. Saya ditanya, nonton ama siapa. Saya jawab berdua ama Mama. Kata si adik tingkat, "Wah, mamanya Mba berjiwa muda ya." Belum tau aja dia kalo Mama naksir berat ama Kang Edward. Hahahaha.....

Empat, Mama juga suka selera musik saya!! Padahal buat temen-temen saya aja, selera musik saya udah lumayan weird. Playlist saya dipenuhi lagu-lagu Jepang yang ngga banyak orang tau (dan bisa menikmati), lagu-lagu barat yang kebanyakan soundtrack film, dan soundtrack drama-drama Korea. Kalau saya pergi berdua Mama, selalu saya yang menguasai CD player di mobil, dengan cueknya nyetel CD Utada Hikaru atau kompilasi bikinan sendiri. Mama ngga pernah protes dan ternyata bisa menikmati. Bahkan Mama tau beberapa lagu favorit saya dan belum lama ini bilang kalau lagu Continued Story yang dinyanyikan Kuroishi Hitomi adalah salah satu favoritnya. Nahlo, ada yang tau lagu itu? ^_^

Segini aja udah bikin saya curiga. I thought she's never getting older. Mama selalu bisa ngikutin tren jaman sekarang, minimal tren-nya saya. Mama tau (dan hebatnya, pinter milih) artis-artis ganteng yang booming sekarang ini, yang jadi kesukaan saya. Makanya waktu Twilight saga ini jadi trending topic, secara otomatis Mama udah nge-tag Edward dan saya langsung condong ke Jacob. Jadi kalo nobar amaaannn, yang diliat udah ada sendiri-sendiri. Hehehehehe.....

However inilah yang membuat saya selalu nyaman melakukan hal-hal khas gadis muda (ceileeehhhh :D) bareng Mama. Nyalon, nonton, beli baju, curhat, anything. She never judges.
Mama selalu bisa saya ajak bicara tentang apa aja: sekolah, kampus, cowok, pertemanan, sampai future planning. Mama selalu mau saya jadikan 'tong sampah', tempat curhat yang ngga pernah menghakimi, tau kapan saatnya hanya jadi pendengar. Brankas dengan sistem proteksi terbaik di dunia, di mana rahasia saya aman tersimpan, ngga akan pernah terbuka satu huruf pun. Yang menghormati privasi saya lebih dari siapapun, tapi di sisi lain tau lebih banyak tentang rahasia saya dibandingkan diary saya sekalipun. Mama selalu ngerti jalan pikiran saya. Kecuali hal-hal prinsipil, Mama ngga pernah saklek menerapkan apa-apa yang diperolehnya jaman seumur saya. Udah ngga relevan, katanya.

What's more incredible about her is even physically she never looks older. She's always absolutely beautiful
. Yang bikin saya iri, Mama saya yang mungil itu kecantikannya bukan berasal dari polesan, tapi dari hati. Tapi hebatnya, Mama selalu percaya saran dan masukan dari saya bikin dirinya makin cantik. Mama ngga pernah protes sama barang-barang, baju, sepatu, tas, dan aksesori pilihan saya karena percaya pilihan saya akan selalu nampak pas dengan penampilannya. Mama ngga pernah ngeluh, ngga pernah keliatan sedih dan ngga pernah galau (beda banget ama saya :D), jadinya semua bilang Mama awet muda. Bahkan temen SMA-nya ngga pernah pangling. Katanya wajah Mama dari SMA ngga berubah!! Jengjeeeennngggg.....

Haduuuuhhhhh, sampe sini saya susah mau stop cerita. Mama emang ngga ada habisnya diceritain. Mama itu ajaib, sama kaya saya. That's why I love her soooo much. Anyway, saya jadi mikir. Kalau Mama vampir berarti saya ini semacam Renesmee gitu yaa. Ayeeeeee, di-imprint ama Jacob!! *Ngareeeeeepppppp*


Mirip kaaaannnn.....? (Harus iya ngga boleh engga!!)


P.S: Sayangnyaaaa, setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, Mama jelas bukan vampir karena ngga minum darah. Kecewa? Dikiiiittttt. Meski hanya manusia biasa bukan berarti saya kehilangan kesempatan di-imprint Jacob kan? *Hayaaahhhh, masih dilanjutin ajaaaaa..... :DDDD*

Sunday, November 27, 2011

Back to The Virtual World!!

Posted by Cha-Hime at 9:20 PM 0 comments
Akhirnyaaaaaaa..... Balik lagi ke dunia maya.

Setelah sebulan lebih kejebak di negeri antah-berantah, seneng rasanya kembali ke dunia kedua: browsing, blogging, downloading. Yah, walau malem ini modem terang-terangan ngajak berantem dengan menunjukkan speed graph yang persamaan garis singgungnya y = 0.

Kayanya modem ini ngga jauh beda ama yang punya rumah. Baru dua hari saya ama Mama nginjek rumah. Dua hari saya sensi, dua hari Mama mendadak jadi lupaan. Kayanya kami masih asing ama hawa rumah. Hadeeeeehhhhhhhh.....

Anyway, sebenernya banyaaaakkkkkk bangeeeettttt yang pengen saya posting. Tapi saking lamanya, saking ngantuknya, dan saking mutungnya ama si modem, saya jadi lupa. Ngeeeeekkkkk.....

Jadi bagaimana kalau kita lanjutkan besok saja ceritanya. Sepakat?

Oiya, ngomong-ngomong soal sepakat saya jadi inget suasana Mubes HIMABIO 2009. Saat itu saya duduk di barisan pengurus, dengan laptop yang terbuka, sibuk memanfaatkan hotspot kampus demi nyari tugas limnologi (sembari fesbukan :D). Saat itu masih evaluasi dan saya udah jengah sejengah-jengahnya. Akhirnya imajinasi ini berpetualang dan inilah adegan yang terbayang dalem kepala.

Pimpinan sidang: Dengan ini saya tawarkan perpanjangan waktu untuk tanya jawab dua kali lima menit. Forum sepakat?
Anggota forum: Usul pimpinan sidang, agar menghemat waktu, bagaimana kalau diadakan adu penalti saja?

Dan saya ngekek sendiri.

Aduuuuhhhhh, kok jadi ngelantur sih!?

Ya udah deh, daripada yang baca tambah bete, saya langsung ke inti aja (dari tadi emang belum sampe intinya, sodara-sodara):

Tadaimaaaaaaaaaaaa~~~~~~~~ :DDDDDD

Monday, September 19, 2011

Over Night - Aya: A Truth to Find Out

Posted by Cha-Hime at 6:53 PM 0 comments

Cry
Spray
Go other way
I'm in the same fate with you
I feel your beat all around
Wandering in the everlasting way
(Chevalier, show me the way to go)

Forever...
Tears fall,vanish into the night
If I'm a sinner...
Chevalier, show me the way to go

Rise
high
just feel alive
Say a prayer for you today
I still believe in your love
Trace the shadow of truth into the dark
(Chevalier, show me the way to go)

Forever...
Tears fall,vanish into the night
If I'm a sinner...
Chevalier, show me the way to go

Wandering my crying soul
Only you can wipe away my tears
Wandering my crying soul
Only you can wipe away my tears

Forever...
Tears fall,vanish into the night...
Forever...
Tears fall,vanish into the night...


_Over Night - Aya_
Setiap manusia punya bayangannya, setiap terang punya sisi gelapnya.

Dan untuk gelap yang jujur ini, saya berterima kasih.

Saya tidak lebih terang, tapi saya percaya.





"Dan kamu boleh pinjam bintangku kapan pun kamu perlu"
 

Confessions of A Not-It Girl Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal