Wednesday, May 25, 2011

Role Model

Posted by Icha at 7:18 PM 0 comments

Eyang Onto: Astri, kalo udah besar mau jadi apa?
Astri: [jawab yakin] DOSEN!!
Eyang Onto: Loh kok jadi dosen? Ngga pengen jadi dokter aja?
Astri: Abis Ibu kan dosen, Eyang Uti dosen, Eyang Onto juga dosen. Makanya Astri juga mau jadi dosen!
Saya selalu senyum kalo inget konversasi di atas. Astri adalah sepupu saya yang paling bontot, si bungsu yang ceriwis dan pinter. Waktu itu dia udah mulai masuk sekolah dan ditanya eyangnya tentang cita-citanya. Ngga nyangka jawaban simpel yang keluar semata-mata karena selama 5 tahun hidupnya dia mengamati profesi dan keseharian orang-orang terdekatnya.

Bagi Astri yang hidupnya masih berputar di antara orang tua dan eyangnya, mereka adalah role model buat dia. Well, role model sendiri definisi gampangnya adalah seseorang yang kita jadikan contoh dalam satu atau beberapa hal. Intinya role model adalah seseorang yang kita jadikan sebagai 'kiblat' sebuah pencapaian. Kalo udah bisa jadi seperti mereka, berarti kita udah mencapai titik ideal. Role model juga ngga mesti orang-orang terdekat, selebriti pun bisa jadi role model.

Role model juga bisa jadi ngga cuma satu orang. Dalam hal berbeda, mungkin kita punya role model yang berbeda juga. For example, dalam hal agama pastilah role model kita Nabi Muhammad saw. Di sisi lain Mama selalu jadi role model saya kalo udah menyengkut masalah ke-cewek-an. Kalo disuruh belajar masak, kerjaan rumah, sampe bayangan masa depan jadi ibu (insya Allah), saya selalu liat Mama. Pokoknya kalo udah bisa masak seenak Mama, ngepel dan nyuci baju sebersih Mama, masang seprai serapi Mama, rasanya udah sukses!! Hahaha..... Tapi dalam hal kuliah, role model saya adalah salah seorang kakak tingkat. Dia menginspirasi saya untuk makin mencintai matkul berbau hewan (yang pada dasarnya saya udah suka), jadi asisten SPH dan ujung-ujungnya nyari tema skripsi yang sama kaya punya dia. Faktanya dia emang pinter ngga lama setelah lulus dia langsung lanjut ambil S2. How couldn't I adore her??

Kadang terbersit juga pemikiran dalam diri sendiri. Jangan-jangan saya semacem terobsesi. Tapi ternyata faktanya ngga juga. Obsesi itu kan kalo kita pengen mendekati ideal dengan cara yang salah. Sejauh caranya positif, bukankah jadi ideal itu suatu keharusan? Ideal kan bukan masalah jadi hebat lalu sombong. Ideal adalah berjuang sekuat tenaga lalu mendapatkan hasil yang sepadan. Sepakat?

Anyway, dengan mempunyai role model, kita secara ngga langsung jadi berusaha untuk jadi baik seperti mereka sehingga itupun akan meng-influence orang-orang untuk menjadikan kita role model bagi mereka. Semacem chain reaction kan? Siapa juga yang ngga mau deket-deket ama orang baik. Ini jadi bukti bahwa setiap orang sebenernya punya kesempatan untuk bermanfaat buat orang lain. Kalo ngga bisa bermanfaat secara fisik jadikan aja diri kita seseorang yang pantas buat mereka contoh. Simple tapi elegan, bermanfaat tanpa diketahui kecuali ama Allah dan orang yang mencontoh perbuatan kita.

Role model bukanlah sosok yang mencambuk kita untuk jadi sempurna. Role model adalah tujuan yang menyulut semangat kerja keras dan kemauan untuk belajar. Saya yakin Astri kecil pasti akan belajar supaya bisa jadi dosen sebaik Ibunya, sepintar Eyang Uti dan sehebat Eyang Onto. Ngga ada yang bisa ngalahin jawaban yakin seorang gadis kecil loh!! ^_^

Tuesday, May 17, 2011

Twilight Wish

Posted by Icha at 7:13 PM 1 comments

Kalau bisa belajar sama-sama di sana pasti rasanya akan sangat menyenangkan.
Aaaamiiiinnnn ya Allah..... ^_^

Monday, April 25, 2011

My Top 10 Love Songs (At Least For Now) ^_^

Posted by Icha at 4:17 PM 0 comments
1. Chiisana Koi no Uta - Mongol 800
Hora anata ni totte daiji na hito hodo
Sugu soba ni iru no
Tada anata ni dake todoite hoshii
Hibike koi no uta

Look, the person who is important to you
Is right beside you
I just want to reach only you
This echoing love song
Lagu ini dijadiin soundtrack dorama Proposal Daisakusen. Meski melodi dan musiknya bergaya nge-rock, tapi liriknya asli dalem banget. Di dorama-nya, lagu ini menggambarkan perasaan Iwase Ken dan Yoshida Rei, sepasang sahabat yang sebenernya memendam rasa satu sama lain. Ceileeehhhh..... Hehehe..... Tapi jujur, saya kalo lagi dilanda galau perasaan malah dengerin lagu ini. Pernah sampe nangis beneran loh. Huhuhu..... Yang jelas lagu ini recommended banget buat readers yang lagi desperately in love, terutama ama sahabat sendiri!! ^_^

2. No Air - Jordin Sparks & Chris Brown
I'm here alone, didn't wanna leave
My heart won't move, it's incomplete
If there was a way that I could make you understand

So how do you expect me
To leave alone with just me
'Cause my world revolves around you
It's so hard for me to breathe
Lagu ini sebenernya ngga jelas lagunya orang jatuh cinta apa patah hati. Yang pasti, dari pertama kali denger saya selalu suka lagu ini. Liriknya lugas, musiknya mantep en pastinya suara duet Jordin-Chris Brown pas banget, bikin lagu ini makin 'deep'. Ini juga salah satu lagu yang sering saya nyanyiin dengan suksesnya kalau lagi galau. Hihihi.....

3. Konna ni Chikaku de... - Crystal Kay
Konna ni konna ni chikaku de mitsumete mo
Doushite doushite tada no tomodachi na no?
Donna ni donna ni tsuyoku omotte ite mo
Tsutaerarenai, you don't understand
I'm so in love with you

This, this close I'm watching you
Why, why are we only friends?
No matter how, no matter how strong my feelings are
They don't reach you, you don't understand
I'm so in love with you
Lagi jatuh cinta tapi kesel bin anyel plus jengkel dan sebel karena gebetan (berlagak) ngga tau? Kalo jawabannya iya, silakan dengerin lagu ini. Jangan ketipu oleh melodi dan musik cerianya karena lirik lagu ini asli desperate!! Jadilah lagu ini dipakai sebagai ending anime Nodame Cantabile! karena liriknya pas banget menggambarkan perasaan Nodame ke Chiaki-Senpai. Well, dicuekin ama Senpai ganteng pinter cool plus kitanya udah fall in love at the first sight ama dia?? MANA TAHAN!? :D

4. Wouldn't Change A Thing - Demi Lovato & Joe Jonas
When I'm yes, she's no
When I hold on he just lets go
We're perfectly imperfect
But I wouldn't change a thing

Like fire and rain
You can drive me insane
But I can't stand mad at you for anything
We're Venus and Mars
We're like different stars
But you're the harmony to every song I sing
And I wouldn't change a thing
Nah, kalo lagu yang satu ini cocok banget didengerin buat yang lagi berantem atau marah ama gebetan/pacar/suami/istri. Tapiiiii marahnya orang jatuh cinta itu gimana siihhh?? Tetep kangen kaaannnn? So, silakan dengerin lagu ini, dijamin bakal bikin readers (yang lagi marahan) buru-buru angkat telepon dan bilang,"Maafin aku yaaaa....." ^_^

5. Art of Love - Guy Sebastian & Jordin Sparks
If I forget to get the door
Remind you that you're beautiful
I know my details require more attention
If I ever hurt you it's not my intention
'Cause we're gonna make our mistakes
Find out how much your heart can take
But I know that you got my back
And baby I got yours
Lagu ini adalah salah satu favorit saya karena melodinya yang easy-listening. Dan kayanya Jordin Sparks emang cocok diduetin ama siapa aja. Suaranya powerful tapi tetep manis banget. Well, tentang lagu ini sendiri, menurut saya lagu ini menggambarkan cinta yang lebih dewasa. Cinta itu adalah pelajaran dua arah, saling mengajarkan dan saling mengingatkan. Anyway, itu cuma interpretasi pribadi saya, soalnya emang liriknya agak susah. Hehehe..... However terlepas dari liriknya yang agak 'berat', lagu ini bener" enak didengerin kok ^_^

6. Underneath - Jojo

Don't have to put on my makeup
I can leave out my contacts
Don't have to dress up for you to think that I'm beautiful
If I had a moody day, I don't have to act like I'm okay
I'm overdramatic and you know how to handle it
Act natural, be emotional, show my insecurities
And I love the way you love me
For who I am underneath
Lagu yang manis ini selalu bikin saya nyanyi sambil senyum-senyum sendiri. Soalnya saya ngebayangin kalo cowo yang diceritain Jojo di lagu ini adalah seseorang yang nantinya jadi soulmate saya. Rasanya kalo saya punya seseorang kaya cowo yang digambarin di lagu ini saya bakal jadi cewe paling bahagia di seluruh dunia. Hihihi..... ^_^

7. Aishiteru - Monkey Majik
Oh aishiteru no
Kotoba no imi o oshiete kureta
Anata sono mama hitomi no oku ni egao nokoshite
Shizuka ni

You taught me the meaning of the words 'I Love You'
Your smiling face will stay
In my eyes quietly forever
Ampun deh, lagu ini bener-bener juara bikin saya mewek. Gimana engga, udah liriknya so deep, aransemen piano di musiknya kentel banget plus suaranya Maynard Plant yang khas banget bikin lagu ini sukses melelehkan hati. Huhuhu..... Buat readers yang lagi truly madly deeply in love with someone, lagu ini bisa jadi pilihan buat melu
luhkan sang pujaan hati ^_^

8. Without Words - 9th Street
Maldo obshi sarangeul algae hago
Maldo obshi sarangeul naegae jugo
Sumgeol hana jo cha nol dam gaehae no kho
Ee rokhae do mang ga ni ka
Maldo obshi sarang ee nareul ddona
Maldo obshi sarangee na reul bo ryeo
Museun maleun halji damun eebi
Hon ja so nollan gotgata
Maldo obshi wa so

You showed me love without words
You gave me your love without words
You made me hold my breath, waiting for you
But you ran away like this
Without word, love leaves me
Without a word love throws me away
What should i say next?
My only closed lips were surprise
Coming without words
Another love-galau song. Salah satu soundtrack drama Korea You're Beautiful ini adalah andalan saya kalau lagi ngerasa galau, terutama kalo lagi hujan. Hehehe..... Saya suka lagu ini gara-gara selalu jadi backsound adegan-adegan romantis di filmnya. Eh, pas baca liriknya ternyata dalem banget. Mmmm.....

9. Perhaps Love - Howl & J
Sarangeegayo keudae nawa katdamyeon sheejageengayo
Mamee jakkoo keudael saranghandaeyo
Onsesangee teutdorok soreecheeneyo
Wae eejeya teulleejyo
Seorol mannagee weehae eejeya sarang chajattdago

Is this love? And if you feel the same way, is this the beginning?
My heart keeps saying it loves you and the more the world listens
the louder it yells it.
Why is it just now that I hear it?
That the love has been found us so we might be together.
Mukyaaaaaa~~ Ini love song favorit saya sejak SMA. Pas itu emang jaman-jamannya Princess Hours booming dan lagu ini pun ngehit banget. Sampe sekarang saya masih suka lagu ini dan selalu ngebayangin adegan-adegan romantis di filmnya. Yup, lagu ini juga selalu nangkring di puncak playlist kalo seseorang yang saya suka ngelakuin sesuatu yang bikin senyum. Is this love? Perhaps ^_^

10. Love Story - Taylor Swift

Is this in my head? I don't know what to think
He knelt to the ground and pulled out a ring
And said, marry me Juliet
You'll never have to be alone
I love you and that's all I really know
I talked to your dad, go pick out a white dress
It's a love story baby just say yes
Mmmmm..... Cuma satu kata buat lagu ini: Romantis!! Pantes banget dijadiin soundtrack andalannya Letters to Juliet. Musik country yang easy listening adalah salah satu kelebihan yang bikin lagu ini cantik. Taylor juga pinter banget nulis lagu ini dengan Romeo dan Juliet sebagai modelnya. Plus, Taylor membuat kisah cinta mereka yang aslinya tragis jadi terdengar happy ending di lagu ini. Ngga salah deh, lagu ini emang oh-so-sweet!! ^_^


Well, these are my version of sweet love songs. Any other recommendations? ^_^

Sunday, April 17, 2011

Tentang EGO

Posted by Icha at 9:41 AM 2 comments
EGO itu ketika meminta hak yang lebih, padahal kewajiban cuma dikerjain pas-pasan. Setengah-setengah. Ngerjain kewajiban ngga total, tapi giliran minta imbalan maunya yang berlimpah ruah.

EGO itu ketika ngga mau mendengarkan. Ngga mau dengerin pendapat dan opini orang lain. Keras kepala, maunya selalu benar dan mencari pembenaran. Ngga masalah mengungkapkan pendapat sendiri, tapi ngga harus memaksa orang lain untuk mengikutinya kan? Mendengarkan itu kewajiban, tapi MEMILIH adalah HAK.

EGO itu ketika memaksakan segala hal. Menjejalkan sesuatu yang besar ke lubang yang kecil dan memasukkan sesuatu yang kecil ke lubang yang besar. Melesakkan hal yang ngga pada tempatnya. Ngga menyadari posisi dan ukuran, main pukul rata.

EGO itu mengekang dengan mengatasnamakan cinta. Membatasi persahabatan dengan alasan yang ngga rasional. Menjauhkan orang yang kita cintai dari hal-hal yang mereka cintai.

EGO itu ketika menuntut untuk diingat orang ketika mereka senang. Bilang dengan angkuhnya,"Lo cuma nyari gw ketika lo lagi butuh. Giliran lo seneng-seneng, gw dilupain!!". Padahal bukankah kita lebih bermanfaat kalo dicari orang ketika mereka sedang susah? Bukankah kita jadi lebih bernilai karenanya?

EGO itu keras kepala, saklek dan ngga mau kompromi untuk hal-hal yang ngga prinsipil. Haruskah jalan sendiri-sendiri ketika bisa jalan bersama dalam satu pemikiran?

EGO itu tempatnya di kepala. EGO itu menjauhkan IKHLAS yang ada di hati.




*Sejauh 'Tokyo et Paris'. Kadang memang harus tau posisi diri sendiri. Kalo ngga begitu, fondasi bisa runtuh, bangunan bisa jatuh.

Wednesday, April 6, 2011

Hanya untuk Sebuah Kesenangan

Posted by Icha at 7:36 PM 3 comments
Hallo, everyone!! Ini sebenarnya tulisan yang udah saya save dari lama, tapi baru sekarang diposting ^_^

Tulisan saya kali ini, as usual, agak curcol. Suatu hari seseorang nanya ama saya.

"Cha, kok kamu ngga kuliah di jurusan bahasa aja?"

Wah, awal conversation yang menarik nie, pikir saya. Jadi saya jawab pertanyaannya tadi dengan gaya khas saya yang cengar-cengir.

"Salah satu alasannya karena menurutku bahasa itu bisa belajar sendiri, Mba."

"Tapi kan bahasamu bagus. Kamu suka ngomong pula," kata dia.

Saya senyum. "Mba, jujur ya, aku tuh emang suka baca, tapi aku ngga suka menelaah apa yang aku baca. Kalo aku kuliah di bahasa aku bakal bosen."

"Tapi kan kalo kuliah di bahasa peluangmu bakal terbuka. Kamu bisa jadi tour guide. Apalagi kamu suka ngomong. Peluangmu bakal terbuka luas," Dia berusaha menjelaskan dengan keukeuhnya.

Saya jawab, masih dengan gaya cengar-cengir dan senyum lebar. "Nah, masalahnya aku tuh ngga suka kerja lapangan, Mba. Aku emang suka ngomong, tapi aku ngga suka kerja keluar-keluar gitu. Aku lebih suka ngendon di tempat yang dingin, ya kaya ubyek di lab gitu lah."

Di luar dugaan, jawaban orang itu begini, "Wah, kalo gitu berarti kamu pemalas."

Mak deg, seketika itu juga. Kok jadi gini sih arah pembicaraannya.

Temen orang tadi ikut nimbrung pembicaraan kami. "Kuliah itu kan mestinya pertimbangan pekerjaan ke depannya, De. Kalo kamu kuliah di bahasa, peluang kerjamu bakal lebih luas."

"Wah, jujur ya Mba, dulu aku kuliah ngga mikirin bakal ke arah kerja. Yang penting aku seneng kuliah di situ, nilainya bisa bagus," saya jawab sambil ketawa.

"Nah, kalo pemikiranmu kaya gitu berarti kamu masih anak kecil. Kalo cara mikirmu kaya gitu, nanti kamu bakal susah di dunia kerja," jawab mereka.

Saya mikir, kalo pembicaraan ini diterusin yang ada saya makan ati. Sudut pandang beda, kalo diterusin ampe isya juga ngga bakal ketemu. Akhirnya saya sudahi konversasi itu dengan ucapan,"Yah, rezeki kan kita ngga pernah tau, Mba. Kalo emang rezeki ntar kerjaan juga pasti dateng."

Nah, sekarang saya pengen selengkapnya menjabarkan sudut pandang saya tentang kejadian di atas. Pastinya readers punya pertanyaan tentang narasi tadi dong ya. Mungkin salah satu atau semuanya adalah ini:
Kenapa saya ngga kuliah di jurusan bahasa dengan segala kemampuan, kesukaan saya ngomong dan hobi baca saya?
Kenapa saya bahkan ngga mikirin pekerjaan sehubungan dengan jurusan kuliah yang saya pilih sekarang?

Well, alasannya cuma satu. Karena saya SUKA dengan apa yang saya jalani dan pelajari sekarang.

Saya kuliah di jurusan Biologi. Sejujurnya itu adalah pilihan kedua saya waktu SPMB. Tapi ternyata takdirnya saya keterima di situ dan itu artinya saya HARUS kuliah di situ. Bagi sebagian orang, diterima di pilihan kedua hanya untuk mengisi waktu sebelum akhirnya menjajal SPMB (atau SNMPTN atau apalah istilahnya sekarang) lagi tahun berikutnya demi mengejar pilihan pertamanya. Saya pun menjajal SNMPTN lagi menjelang tahun kedua saya kuliah. Tapi bahkan sebelum memutuskan untuk menjajal lagi, saya berjanji pada diri sendiri. Di sini, di Biologi, saya ngga boleh jadi ece-ece!! Saya akan tetep mengeluarkan kemampuan terbaik dan dapat prestasi bagus.

Kenapa? Karena Biologi bukan sekedar pilihan kedua. Biologi adalah pilihan kedua yang saya SUKAI.

Saya suka biologi. Saya cinta pelajaran itu dari SMP. Saya memasukkan jurusan itu ke daftar pilihan di formulir SPMB karena saya SUKA.

Jujur, saat itu saya ngga berpikir mau jadi apa atau mau kerja di mana. Saya cuma berpikir saya harus jadi yang terbaik di manapun saya berada. Saya cuma berpikir kuliah di Biologi itu untuk satu tujuan: mencari sebuah KESENANGAN.

Mencari kesenangan bukan berarti saya mau seneng" mulu. Maksudnya saya pengen berprestasi di sini dengan perasaan senang. Karena saya tau ketika saya senang menjalani sesuatu, secara ngga sadar saya akan ikhlas menerjunkan diri saya ke sana, dan efeknya saya akan mudah memperoleh semua impian saya.

Mau bukti?? Jangan ya, ntar saya dikira sombong lagi. Yang jelas, sebuah keSENANGan bisa mengantarkan saya dapet nilai A, dapet tempat PKL yang saya pengen dan moga" saya bisa mencintai skripsi biar cepet beres. Hehe..... Well, emang itu semua kelihatan sederhana, tapi sesuatu yang bermodal rasa SUKA, SENANG, CINTA, pasti hasilnya bakal luar biasa!!

Sekarang, kesibukan jadi asisten pun saya jalani cuma dengan satu tujuan: mencari sebuah KESENANGAN. Saya seneng belajar bareng adik-adik tingkat. Saya seneng godain mereka sembari pengamatan biar suasana ngga tegang. Saya seneng berbagi cerita waktu masa-masanya jadi praktikan dan akhirnya malah dimintai tips-tips menaklukkan pretest, responsi, menghadapi matkul yang 'ajaib' dan lain-lain. Saya ngga peduli berapa gaji yang saya dapet dari ngasisteni satu semester karena itu emang bukan tujuan utama. Saya pun ngga kalap ngelamar di semua lowongan asisten karena bagi saya useless kalo saya ngasisteni di matkul yang ngga saya suka walaupun nilai saya dulunya bagus.

Les bahasa Jepang yang saya jalani sekarang pun saya lakukan semata-mata karena saya SUKA bahasa Jepang. Saya suka dengerin lagu-lagu anime dan J-pop sejak SMP. Sekarang ditambah lagi keracunan dorama. Ngga ada alasan lain. Kalaupun nanti saya bisa kuliah ke Jepang, itu bonus dari Allah SWT, tapi kalau ngga, well, it's okay. Yang penting hobi dan kesenangan saya terpuaskan dulu.

Jadi inilah saya, mahasiswa Biologi yang bermodalkan rasa SUKA, SENANG dan CINTA. Saya kuliah di Biologi karena saya SUKA Biologi. Saya ngga peduli tentang pekerjaan karena kalau saya mencintai kuliah dan belajar saya sekarang, insya Allah saya akan berprestasi dan secara otomatis pekerjaan nantinya akan menghampiri saya. Besides, saya ngga perlu khawatir karena Allah yang akan ngatur semua rezeki. Saya cuma perlu baca Bismillah dan berusaha sebaik-baiknya dalam kapasitas sekarang sebagai mahasiswa.

Saya pernah baca sebuah kalimat di buku favorit saya, Quantum Ikhlas, yang kira-kira begini:
Kebahagiaan hati adalah alat utama kesuksesan kita. Perasaan bahagia adalah penyebab utama, bukan akibat dari keberhasilan.
Ngga munafik, saya juga ingin berhasil, ingin sukses. Tapi sebelum sukses saya pengen bahagia, senang dan suka dulu dengan semua yang saya kerjakan. Saya pengen melakukan segala hal karena SENANG, bukan untuk mencari kepuasan materi atau semacamnya. Saya juga pengen banget bisa sholat, berdoa dan beribadah karena SENANG, bukan karena semata pengen doa-doa dikabulkan. Kayanya susah, tapi apa salahnya dicoba. Siapa tau semakin bahagia hati kita saat berdoa, semakin lancar doa kita di-ACC ama Allah SWT.

Let's be happy, friends!! ^___^

Wednesday, March 30, 2011

Posting in The Morning

Posted by Icha at 7:26 AM 0 comments
Aaaaaaa..... Minna, Ohayou Gozaimasu!!!!!!!

Alhamdulillah, nyampe di Rabu pagi dengan, Alhamdulillah, sehat, semangat and in a totally good mood!!

Semalem saya tidur awal dan nyenyak banget. Pas bangun, thanks to beautiful aozora dan Mr Sun yang dari sejak abis subuh udah memancarkan sinar cerahnya ke dalam kamar saya. So, saya buru-buru buka jendela dan hhhhmmmm..... udaranya segeeeeeerrrrrr bangeeetttttt.....

Alhamdulillah lagi..... ^_^

Jadiiiiiii, rasanya sungguh ngga pantes ngerasa badmood di hari secerah ini.

Pokoknya hari ini saya harus semangat. Ngga peduli apapun tantangannya, apapun kesulitannya, apapun masalahnya. ALL IS WELL!! Insya Allah ^_^

Hari ini saya harus lebih baik dari kemaren. Harus belajar lebih banyak, senyum lebih banyak, ketawa lebih banyak, berbuat baik lebih banyak, dan pastinya menebarkan lebih banyak cinta ke seluruh dunia. Yeeeeeaaaahhhhh.....

Hari ini ngga boleh galau, ngga boleh marah, ngga boleh bete, ngga boleh sedih. Pokoknya, I definitely won't let anything or anybody ruin my mood TODAY!!!!!

Dan hari ini pun,
Mimpi akan diwujudkan dan doa akan dikabulkan. And if you're not around, my best prayers will always reach you somehow.
Well, today will be another busy day. Jadi mari bersemangat!!!!!!!!!

Happy Wednesday, all!! Enjoy and have a great day!! ^_^

Thursday, March 10, 2011

G.A.L.A.U

Posted by Icha at 9:28 AM 1 comments
Sumpah ya, bener-bener deh.

Sejak Selasa saya kena flu. Thank God, it's a HUMAN flu. Tapi mau itu flu manusia kek, burung kek, sapi kek, yang namanya flu tetep aja bikin repot. Batuk, meler, pegel-pegel, bersin-bersin, sampe-sampe saya bilang mending saya patah hati gara-gara diputusin Robert Pattinson daripada harus menanggung invasi virus ini.

Tuh kan.

Apalagi semalem saya ngga bisa tidur karena suddenly ngga ada angin ngga ada ujan tenggorokan rasanya gatel setengah idup. Udah diminumin air anget tetep aja batuk ngga berhenti-berhenti. Sukses ngalong. LAGI.

Jadilah pagi ini saya menghianati sensei dengan bolos les. Padahal kemaren pas disuruh maju nulis huruf hiragana lupa semua. Akhirnya saya bertekad nyiasatin kelemotan saya dalam menghafal dengan bertekad ngga akan lagi ngedonlot lirik lagu Jepang pake tulisan Romaji. Pokoknya mulai saat ini harus ngedonlot Kanji-nya plus ditulis lagi di binder.

But the worst part of this flu is bikin saya MALES lanjutin pembahasan skripsi.

SKRIPSI

God, help me.

Saya ngga inget kapan tepatnya skripsi jadi sebuah kegalauan tak berujung. Mungkin justru setelah dapet data dan mulai pembahasan. Trust me, mendapatkan data JAUH LEBIH MUDAH daripada membahas data. Bikin pembahasan ngga semata-mata menguji ketahanan otak kiri. Kreativitas digenjot (karena kalo ngga, kita ngga akan pernah nemu referensi), kesabaran diuji, ketekunan ditantang, sampe-sampe keimanan juga mesti dijaga bener-bener (apacoba??).

Dan kegalauan itu pun meluap waktu piknik angkatan ke Pantai Sundak-Siung bulan lalu. Di saat temen-temen menjajal naik ke tebing yang emang view-nya Subhanallah banget, saya milih duduk di pantai, membiarkan diri dihantam ombak gede dan teriak, "SKRIPSI BIKIN GILAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

Well, sebenernya saat itu saya pengen sok-sokan meneriakkan nama seseorang. Tapi di detik-detik terakhir ombaknya dateng, saya membatalkan niat. Secara malu banget ketauan orang sepantai. Lagian kegalauan saya tentang seseorang (siapapun itu) bisa dengan mudah terdepak oleh kegalauan karena skripsi ini.

Skripsi juga membuktikan bahwa falsafah Jawa "Urip iki wang-sinawang" alias rumput tetangga selalu lebih hijau memang bukan isapan jempol belaka. Di saat saya ujug-ujug nongol di kampus dan ketemu adik tingkat, mereka dengan tatapan iri dengki (LEBAY) menyapa saya dan bilang, "Mbak Icha enak ya, tibggal skripsi, udah ngga kuliah, ngga ada praktikum, ngga usah ngerjain laporan". Teman-teman seangkatan yang masih penelitian pun sering mendesah dengan (lagi-lagi) iri dengki, "Enak ya Cha, kamu udah dapet data, tinggal pembahasan doank".

Ya Allah, saat itu saya bener-bener pengen teriak. TOLONG YA, saya mendingan disuruh penelitian daripada disuruh bikin pembahasan. Mending disuruh nyari data daripada mumet mau saya apain ini data.

Frustrasi. ASLI.

Dan pilek inilah salah satu efek sampingnya. Well, I obviously tried to push all the blame on my skripsi. Go on, call me childish, lazy-dazzy, anything.

Saya bukannya ngga mau lulus cepet. For God's sake, saya pengen banget buru-buru lulus. I just don't know what I have to do to keep having a good relationship with my skripsi. Ngerjain dikit, terus mentok. Dapet satu paragraf, terus blank. Alhasil rasanya jadi seneng banget kalo pembahasan nambah walaupun cuma berapa kalimat. Tapi kebahagiaan itu biasanya ngga bertahan lama. Terutama kalo naskah udah dieksekusi pembimbing. Coretan, tambahan ini-itu, delete bagian ini, masukin referensi tentang itu. LEMES.

Dan di saat lagi galau-galaunya gini, saya kangen banget ama kuliah. Saya kangen jadi mahasiswa semester 1-5. Saya kangen duduk di barisan depan en dengerin dosen ngoceh (kalo dosennya enak) dan duduk di belakang sambil baca novel (kalo dosennya geje). Saya kangen praktikum sampe maghrib, belajar pretest, ngapalin semua tulisan di buku petunjuk praktikum sambil teriak-teriak. Saya kangen pretest/postest, kangen deg-degan pas pengumuman inhal, kangen praktikum sambil ngerusuh di lab, kangen ledek-ledekan ama asisten, kangen ngecek loker lab Mas Adnan buat ngambil buku kerja, kangen hunting preparat. Saya kangen ngerjain laporan, kangen bikin gambar-gambar preparat aweta dan ngewarnain sampe malem dilanjut sebelum subuh, kangen nulis laporan Ekologi 40 halaman A4 pake tulisan tangan. Saya kangen responsi, kangen belajar bareng temen-temen di depan lab, kangen sensasi kaget pas dok-ser, kangen senengnya hati ini pas pengumuman nilai responsi dan dapet bintang. Saya kangen kesibukan-kesibukan standar itu. Dulu saya sering ngeluh betapa ribetnya jadi mahasiswa pra-skripsi. Ternyata setelah dijalani, well, penuh kegalauan tingkat dewa.

Anyway, saya beruntung skripsi ini udah berjalan sampe sejauh ini. Minimal udah setengah lebih. Sisanya, mari berdamai dengan kenyataan.

Walau sulit kurasa.....

Monday, January 10, 2011

Jogja: Story of Unyuu~ Moments (part 3)

Posted by Icha at 7:32 PM 0 comments
Benciiiiiiiiiiiiiii bangeeeeeetttttttt kalo lagi dilanda badmood begini.

Udah kena homesick tingkat akut stadium lanjut, lagi hari-hari 'rawan', tadi pagi tau-tau dapet SMS jarkom tentang tugas dadakan salah satu matkul. Gimana ngga meradang?? Kenapa baru diumumin sekarang kalo mau ada tugas?? Hadeeeeehhhhhhh.....

Akhirnya bisa ditebak, Sodara-sodara, saya mutung ngerjain Bab 4. Go on, call me childish.

However ternyata tangan ini masih gatel pengen ngetik sesuatu. Jadi saya beberkan aja jilid 3 dari petualangan 'ajaib' saya di Jogja :D

Pagi-pagi pas dateng ke Lab, Subhanallah, saya udah kena semprot ama teknisi. Sebab musababnya simpel, gara-gara saya nunggu beliau di resepsionis unit 1, padahal saya ngelab di unit 3. Jadilah sepagi itu saya dijutekin abis-abisan. Mana Achi belum dateng gara-gara ketinggalan kereta (LAGI), kenyanglah saya diomelin. Untungnya sang ibu teknisi ngga mutung bantuin kerjaan ngelab. Pas Achi dateng, kita berdua langsung disuruh ngitung-ngitung data. Ditinggalin berdua di lab, terpapar AC 18 derajat celcius dan mumet ngitung persentase kematian sel. MANTAP JAYA.

Untungnya kerjaan itu beres sekitar waktu dzuhur. Kita berdua pamit, makan, dan cabut ke stasiun. Alhamdulillah ngga dapet busway mbabit style lagi, tapi sepanjang jalan disetelin radio yang penyiarnya nyeritain rentetan kejadian gimana seseorang batuk en bersin. Dan penjelasannya ngga biologi banget!! Jadi gimanaaaa gitu dengernya. Hahaha..... Penjelasan sang penyiar diselingi lagu-lagu dangdut yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Secara lagu dangdut kesukaan saya cuma satu, Anggur Merah. Itu pun gara-gara gitaran bareng temen-temen pas praktikum Limnologi.

Sampe di stasiun, kita beli tiket dan masih harus nunggu sekitar 1 jam-an. Achi sholat dzuhur sementara saya dipasrahi tugas jadi satpam barang bawaan. Saya pun duduk di salah satu bangku, tangan kanan mendekap ransel sendiri dan tangan kiri ngekep ransel Achi.Suasana saat itu hening dan syahdu (kaya apaan aja :P) sampe tau-tau ada seorang mbak yang deketin saya.

Si mbak-mbak ini, penampilannya kaya (mohon maaf) pembantu rumah tangga. Dia ngga keliatan lusuh. Pakaiannya biasa aja, kaos, celana pendek, dan bawa sesuatu, seinget saya kantong kresek item. Dia keliatan agak bingung, tapi somehow kaya ada tawa-tawa kecil di mukanya. Ngga tau kenapa saya agak aneh ngeliat kekontrasan ekspresi itu. But never mind, batin saya. I was sure she meant no harm.

Dan, si mbak itu pun nyapa saya.

"Mbak, ini Prameks-nya ke Jebres ya?" dia nanya sambil nunjukin tiket keretanya ke saya.

"Kayanya iya," saya jawab, entah kenapa yang keluar minimalis. Beda banget ama kebiasaan :P

"Oooohh, gitu ya? Saya mau ke Jebres nih soalnya," kata dia lagi.

Saya senyum doank.

Ngga sampe semenit kemudian, dia nanya lagi ke saya.
"Mbak, ini Prameks-nya ke Jebres kan ya?"

Ini orang, kata saya dalem hati. "Kayanya iya, mbak. Tapi ngga tau juga, soalnya yang sampe Jebres ngga setiap jam ada."

"Oh gitu. Soalnya saya saya lagi cari temen ini mbak. Saya mau ke Jebres, mau ngurus KTP....." dan bla bla bla yang saya ngga terlalu ngeh karena entah kenapa perasaan ngga enak ke orang ini makin menjadi. Saya tanggepin omongannya dengan senyum doank (LAGI).

Abis itu selama beberapa saat ngga ada percakapan. Saya diem aja, tapi tangan nggenggam si Sode no Shirayuki (nama alay hp tercinta :D) kenceng banget. Saya perhatiin si mbak-mbak itu. Hampir setiap 30 detik dia noleh ke belakang dan manggil "Pak, pak, aduh si bapake iki piye to?" ke entah bapak siapa. Dan kalo dia ngga manggil, dia akan duduk, nunduk, terus ketawa sendiri.

Menyadari situasi yang makin kritis, saya buru-buru SMS Achi.

BURUAN BALIK KE SINI. ORANG DI SEBELAH GW ANEH. CEPETAN!!

Dan si mbak ini masih terus terkekeh dan terkikik. Cantik sih, but the worst part of it was she did them all ALONE.

Saya merinding.
Sode no Shirayuki makin kenceng digenggem di tangan.

Tiba-tiba si mbak tadi mengalihkan perhatiannya lagi ke saya dan mengatakan sesuatu yang entah gimana langsung bikin saya tau dugaan saya bener.

"Ngerti ra mbak, mosok yo, aku diarani wong edan horo mbak. Padahal aku kan waras....."

Selanjutnya udah ngga saya dengerin lagi. Saya menjerit dalam hati dan langsung telpon Mama, berharap bisa dapet bantuan untuk lari dari situasi mencekam ini.

Gimana saya bisa percaya dia waras kalo sepanjang 15 menit duduk di sebelah saya dia terus-terusan ketawa sendiri??????????

Astaghfirullahal adzim.....

Untungnya ngga lama Achi balik. Belum juga dia ngomong ama saya, si mbak ini nanya, "Mbak temennya mbak ini ya?" katanya sambil nunjuk saya.

"Iya," jawab Achi tapi dari nada suaranya dia ngerasa agak aneh juga.

Saya langsung berdiri saat itu juga dan bilang ke Achi, "Chi, mau temenin gw beli makan ngga? Gw laper nie," kata saya dengan cengiran yang dibuat-buat. Berharap sang sobat paham.

"I-iya deh. Misi, mbak," kata Achi. Saya senyum doank (LAGI) dan segera saya tarik Achi menyingkir dari situ. Kita duduk di bangku pojok yang agak jauh dari TKP dan saya ceritain rentetan kejadian tadi dalan keadaan masih keringet dingin. Si mbak-mbak itu masih sesekali nengok ke arah kita (dengan ketawa-ketawa sendiri tentunya) dan nanyain setiap orang yang dia temuin, apakah Prameks yang mau dia tumpangi bakal ke Jebres.

Untung banget di kereta saya ama mbak-mbak itu beda gerbong.....

Sampe di dalem kereta, saya ama Achi baru bisa ketawa. Tiga hari ngelab aja keajaiban udah begitu banyak. Kalo seminggu, ngga kebayang udah jadi apa saya ama Achi.

Jadi, lengkaplah sudah ke-'ajaib'-an yang saya dan Achi alami di Jogja.


Jangan salah, kami memang unyuu~~ ^_^

Mood udah membaik, jadi ngantuk. Hehehe.....
Nitez, everyone!! ^_^

Saturday, January 1, 2011

2011: Owarinai Yume!! ^_^

Posted by Icha at 10:01 AM 1 comments
Whoaaaaaa..... Another brand new year!! Alhamdulillah.....

Walaupun New Year's Eve kemaren ngga serame tahun lalu, cuma ditemenin para Autobots, Decepticons, Tony Stark in iron armor, para bajak laut Karibia (Oh God, Johnny Depp is always sexy :DDD), gejala flu, dan gayeng-gayengan ama sepupu en sobat" di Twitter, rasanya tetep menyenangkan. Jujur sih, tadinya mau mengulang kesuksesan begadang sampe jam setengah 3 pagi lagi kaya tahun kemaren (ngga deng, dulu juga sempet ketiduran :P), tapi berhubung invasi virus flu melanda, Mama bilang 'ngapain begadang kalo ngga ada artinya' dan seorang sobat bilang 'begadang pangkal (tambah) sakit', alhasil saya urungkan niat heroik itu. Heeeeuuuuuuhhhhhhhhh.....

Anyway, tahun baru ngga lengkap kalo ngga dibuka dengan sebuah resolusi. And these are my 2011 resolutions ^_^

Pertama dan yang utama, semoga di 2011 saya bisa jadi pribadi yang lebih mencintai dan selalu mencintai

Semoga dengan cinta itu saya bisa jadi pribadi yang istiqomah, lebih ikhlas dan selalu bersyukur.

Teruuuuussss, semoga di tahun 2011 ini saya tetep bisa jadi seperti

Semoga saya selalu ingat untuk ngga bosan belajar, melihat luas dari berbagai sudut pandang, tetep cinta sama buku, dan cantik in and out seperti dia pastinya ^_^

Dan di 2011 pun saya masih ingin seperti

Semoga saya bisa selalu berpikir dewasa, ngga egois, tapi tetep mengikuti kata hati ^_^

Next, semoga di 2011 saya tetep mirip

Semoga di tahun ini pun saya tetep dikenal sebagai Cha yang ceria, yang banyak senyum, yang suka ketawa, yang berisik, yang bikin rame suasana, yang energinya ngga abis-abis ^_^

Oiya, dan semoga saya bisa dapet my own Prince Lee Shin ^_^

Tapi di atas semua itu, saya ingin selalu dan tetap menjadi

Semoga saya selalu bisa jadi diri sendiri, mempertahankan ciri khas diri sendiri, tapi tetep inget untuk membuang yang negatif dan meng-upgrade yang positif, yang berani tampil beda, yang imperfect tapi memaknai segala ketidaksempurnaan sebagai warna-warni hidup yang jadi cerita tersendiri. Selalu mencintai diri sendiri, berjuang untuk orang-orang yang berharga, punya mimpi besar tapi tetep realistis. Tersenyum menatap langit, tapi ngga lupa memijak bumi. Ya, seperti tema saya tahun ini: Owarinai Yume. An endless dream!! ^_^

Banyak yaaaaa..... Hehehe.....

Buat saya, resolusi adalah doa. Jadi di tahun baru ini saya pengen berdoa sebanyak-banyaknya supaya saya bisa survive di 2011. There'll be hard times, for sure, tapi saya harap di saat-saat itupun saya tetep bisa bersyukur dan ngga lupa bahwa apapun yang terjadi, ALL IS WELL. Insya Allah ^_^

Oiya, ada satu doa lagi di tahun 2011.

Ya Allah semoga saya bisa lulus dan diwisuda tahun ini plus..................................................

Titik-titiknya biar saya isi sendiri ya. Biar cuma Allah SWT dan saya yang tau :D

Jadi, Akemashite omedetou, Minna!! Semoga tahun ini pun kebahagiaan dan keberuntungan selalu dekat sama kita!! ^_^

Friday, December 24, 2010

Jogja: Story of Unyuu~ Moments (part 2)

Posted by Icha at 12:51 PM 2 comments
As I promised you, today I'll tell you what happened on the 2nd day of our adventure in Jogja :D

Besoknya alias hari Selasa, saya dan Achi naik kereta agak siangan ke Jogja. Saya naik jam 9, sementara Achi jam setengah 10-an. Saya paling suka naik kereta jam segitu, soalnya saya bisa dapet kereta yang mirip subway. Tempat duduknya enak, gerbongnya lega dan ada gerbong khusus cewe. Cihuuuuiiii..... Saya pun nyampe Jogja lebih duluan dan seperti biasa langsung njujug ke pangkalan Kopata. Tapi masalahnya kalo udah siangan dikit aja, si Kopata ini datengnya lamaaaaaaaaa pake banget. Untungnya ada ibu-ibu yang juga mau ke UGM yang berarti searah ama saya, namanya Bu Retno. Bu Retno ngajakin saya patungan naik taksi bareng. Mau banget dong. Terus Bu Retno ngajakin 3 orang ibu-ibu lain buat patungan naik taksi bareng. Jadilah 5 orang naik taksi bareng-bareng. Di dalem taksi kita ngobrol-ngobrol dan usut punya usut, ketauan kalo kita berlima ternyata rumahnya masih satu daerah. Woooo lhaaaa, kalo gitu besok-besok kalo mau ke Jogja lagi mendingan janjian sekalian aja ya. Hehehehe......

Jam 11, saya dan Achi mulai ngelab lagi. Acara ngelab kita hari itu adalah foto-foto sel dan ngasih MTT, terus inkubasi 4 jam, en last, ngasih stop solution. Ngga seperti yang kita bayangin, foto-foto sel ternyata menyita waktu yang lumayan lama. Kenapa? Gini nie, saya ama Achi pake 4 microplate 96 well. 2 plate diisi full sedangkan yang 2 lagi yang diisi cuma 66 well. Jadi total ada 162 well. Nah, dari 162 well itu, kita cuma ambil 54 foto sebenernya. Tapi tetep aja lama banget karena kita masih amatir banget soal foto-memfoto sel mengingat sel-sel ini ngga narsis dan butuh kamera dengan resolusi yang kecil untuk dapet gambar yang bagus. Pake kamera HP? Dijamin bures, sodara-sodara.

Abis foto-foto, sel dikasih MTT en diinkubasi 4 jam. Selama 4 jam itu, saya ama Achi iseng jalan ke Mirota Kampus. Liat-liat baju, masuk Istana Kado en menutup acara menunggu dengan makan pempek plus minum jus stroberi (saya) en es teler (Achi) sambil curhat-curhat di Foodcourt UGM. Dari situlah saya bener-bener dapet bukti kalo sobat saya yang satu ini, walaupun badannya kecil dan imut, kapasitas perutnya bisa sampe 80GB. Apalagi kalo lagi stres (contoh: keilangan dompet). Di situ juga saya ketemu ama 2 orang sepupu, Mas Elang en Tiza. Say hello bentar, terus kita pisah karena Tiza mau dianter pulang ke kost.

Abis makan, kita balik lagi ke lab dan ngelajutin kerjaan. Foto-foto sel lagi terus ngasih stop solution. Total kerjaan beres jam 5 sore. Kita langsung cabut ke stasiun supaya ngga ketinggalan kereta terakhir jam 7. Sepanjang jalan dari lab ke halte TransJogja (yang lebih suka saya sebut Busway), saya jalan udah kaya atlet jalan cepat olimpiade. Sampe-sampe Achi bilang, "Cha, lo jalan pelanan dikit napa!? Gw hobbit nie". Saat itu barulah saya sadar, my dear little friend jalan udah setengah ngos-ngosan, nyaris ngga bisa mengimbangi kecepatan jalan saya. Mukanya juga setengah cemberut. Saya ketawa ngeliatnya. "Elo nie," kata Achi lagi, "pas jalan mau ke lab aja bilangnya cape mulu, giliran mau pulang semangat banget".

Saya ngakak. "Yaiyalah,lagian kita mesti cepet biar ngga ketinggalan kereta."

"Iya, tapi jangan cepet-cepet gitu dong. Gw kan hobbit," kata Achi.

Saya tau-tau dapet ide buat meneruskan ke-lebay-an imajinasi ini. "Elo tuh bukan hobbit tau, Chi. Elo kan dwarf. Si Gimli itu tuh. Hahahaha....." Saya ngga tahan ngga ngakak.

Achi pun ikut ngakak. "Sialan lo, Cha," katanya. "Kalo gw Gimli, lo apaan?"

"Ya gw kan tinggi. Cocoklah jadi elf gitu. Legolas kek. Eh, bukan, gw kan Lady Arwen. Hahaha....." Saya jawab sambil setengah menyemburkan ludah saking ngga tahannya ketawa.

"Yeee..... Curang lo!!" protes Achi. "Kasian yang jadi Arwen dong."

"Biarin," saya ngebales. "Daripada lo. Ntar lo jalan sambil bawa-bawa kapak. Trus lo bilang ke orang-orang 'Gw Gimli!! Gw cabik-cabik lo!!' Hahahaha....." Kita bener-bener ngakak pas bagian ini. Ngga peduli saat itu kita lagi ada di pinggir jalan dan hari udah mulai gelap.

Akhirnya kita nyampe di halte busway. Saking tiap hari kita naik busway dari situ, mas-mas penjaga halte ampe apal banget ama muka kita. Terus busway dateng dan ternyata kejadian Senin pagi terulang lagi. Tenang, Hadirin yang terhormat, bukan bagian kecopetannya kok. Kita cuma berdiri di dalem busway yang penuh dengan manusia yang pada pulang kerja. Saya ama Achi berdiri di dalem busway dan kegencet oleh entah berapa puluh manusia di situ (LEBAY). Saya kira penderitaan berakhir sampe di situ. Ternyata engga. Begitu sopir menjejakkan kakinya ke pedal gas, kita langsung sadar kalo sopir busway yang kita naikin ini pasti dulunya bercita-cita jad pembalap F1 tapi ngga kesampean. Atau buat para penggemar Harpot, pasti inget gimana caranya si Ernie nyetirin Knight Bur di film Prisoner of Azkaban. Sumpah, nie sopir ya, cara nyetirnya MBABIT STYLE* asli!!!! Saya ama Achi berdiri dengan satu tangan gelantungan dan kita terlempar ke kiri-kanan-depan-belakang, saling tubruk ama penumpang lain, dan nyaris nibanin penumpang yang pada duduk. Saya bahkan nyaris nibanin oma-oma yang duduk di depan saya dan kalo baju saya ngga ditarik Achi, saya ngga yakin bakal selamet dari tuntutan keluarga si oma untuk bayar biaya rumah sakit.

Tapi untungnya, dalam keadaan mbabit style sekalipun saya ama Achi ngga kehilangan kemampuan berimajinasi. Kita bikin cast Lord of The Rings versi kita sendiri, mulai dari Aragorn, Gandalf, Sauron, sampe para uruk-hai!! Walaupun ketawa-ketawa, hampir tiap menit saya ngecek jam dengan cemas, takut telat nyampe stasiun. Saya pun ngeluh kalo stasiun masih jauh. Nah di depan saya ada mas-mas yang ternyata denger keluhan saya dan dia nge-iya-in. Setelah entah berapa jam lamanya (lebay lagi), akhirnya kita nyampe juga di halte deket stasiun. Saya ama Achi turun dan langsung lari ke stasiun suapaya ngga telat. Busway melaju di depan kita dan saya sudenly ngerasa jadi kaya San Chai di Meteor Garden 2. Itu loh, pas dia ngejar Tao Ming She. Pas bus jalan di depan kita, si mas yang ngajak ngomong saya tadi noleh ke belakang dan ngeliat saya ama Achi. Si Achi langsung alert. "Cha, mas-masnya ngeliatin elo tuh. Cieeeee....."

Saya ikut ngelebay. "Iya ih. Betewe kita kaya lagi ngejar bus ya Chi, kaya San Chai di Meteor Garden. Mas-masnya jadi Tao Ming She. Hahahaha...."

Achi ketawa. "Ah, elo tuh, maunya," kata dia. Terus waktu kita hampir sampe stasiun, busway yang kita 'kejar' berhenti di traffic light. Pas lampunya ijo, si mas-mas Tao Ming She nengok lagi ngeliat kita.

"Tuuuuhhh, dia nengok lagi, Chi. Huhuhu....." kata saya sok mellow.

"Cieeeee..... Dia suka beneran ama lo kali, Cha. Hahaha....." kata Achi sambil ngakak.

Kita lari terus sampe masuk stasiun dan beli tiket dalam keadaan ngos-ngosan. Untung banget pas liat jam di satsiun, saat itu masih jam setengah 7. Fiiiuuuuuhhhh..... Kita langsung beli minum dan saya nyelonjorin kaki di bangku peron saking senut-senutnya. Hari kedua kembali REMPONG.

Jam 7, kita naik ke kereta yang untungnya subway-like lagi. Soalnya kalo kereta malem biasanya pake yang odong-odong. Achi langsung duduk dan ndekep ranselnya di dada. "Cha, gw cape banget nie. Gw tidur yak, lo jagain barang-barang," kata dia, terus nyengir. Dasar semena-mena, kata saya dalem hati (tapi dia tau kok :D).

Abis ini sebenernya ada kejadian lagi. But I'd rather not tell you about that karena kejadian itu sama sekali ngga inspiratif, edukatif dan imajinatif. Yang jelas, saya nyampe rumah jam setengah 9 malem dalam keadaan rempong luar biasa, tapi seneng dan rasanya dapet pasokan endorfin yang banyak banget.

'Keajaiban' belum berhenti di hari itu loh. Masih ada hari Rabu yang ngga kalah alay-nya. Kalo mau tau harap sabar, soalnya saya mau lunch dulu. Hehehe..... Stay tune yak!! ^_^


*Merujuk pada istilah sepupu saya, si Dede ^_^

Thursday, December 23, 2010

Jogja: Story of Unyuu~ Moments (part 1)

Posted by Icha at 5:36 PM 3 comments
Hari ini saya seneeeennnngggg bangeeeettttt. Pasalnya saya bisa seseruan bareng ama temen-temen dari HIMABIO dan adik" tingkat dari angkatan 2008 sampe 2010 di acara GREEN PARK & OPEN HOUSE KS yang jadi agendanya Divisi KS HIMABIO. Thanks a lot buat Rendra sang Kadiv KS yang ngga lupa ngasih kesempatan KS-KS ngeksis. Hehehe..... Selesai acara, saya kumpul di lab bareng anak-anak Mikrotektum: Dea, Meli, Umu, en Achi. Pastinya udah ngga asing lagi ama nama yang saya sebut paling bontot. Sambil nunggu preparat wholemount protalium paku direndem di etanol absolut, jadilah saya dan Achi heboh cerita tentang pengalaman alay, lebay dan unyuu~ kita selama ngelab di Jogja. Well, udah agak lama sih kejadiannya, tapi rupanya saya en Achi masih bisa ketawa ampe guling" kalo inget kejadian itu :DDD

Jadi, berhubung saya dan Achi diharuskan ngelab di Jogja buat penelitian skripsi, kita pun mesti rela tiga hari berturut-turut nglaju demi menghemat biaya hidup (hadeeeeeehhhh, lebay o_O). Petualangan kita dimulai Senin pagi. Karena kita bikin appointment ama teknisi lab jam 8, jadilah kita naik kereta paling pagi. Jam setengah 6 saya udah sampe stasiun. Nyawa aja belum balik tuh. Dan ternyata kita berdua naik kereta 'Hogwarts Express' warna ungu yang dipenuhi oleh manusia yang pada berangkat kerja. Tepat sesuai dugaan, saya (en Achi di gerbong lain) ngga dapet tempat duduk. Akhirnya saya mesti rela sejam berdiri di kereta. Padahal masih ngantuuuuukkkkk bangeeeettttttt. Secara bangunnya pagi banget sedangkan saya cuma bisa tidur 3 jam. Heeeeeuuuuuuhhhhhhh.....

Sampe Jogja, saya berhasil menemukan Achi di antara kerumunan orang di stasiun. Kita jalan bareng ke tempat mangkal bus (yang lebih mirip Kopaja tapi namanya Kopata) dan untungnya sang Kopata udah terparkir di sana. Naiklah kita dan duduk di seat paling deket pintu. Sepanjang jalan saya ngobrol ama Achi. Sampe tujuan, saya turun duluan karena saya duduk deket aisle, sedangkan Achi deket window. Habis itu kita berdua jalan ke lab. Nah, di sepanjang jalan yang kita lewatin itu, mobil-mobil banyak diparkir di pinggir jalan. Jadilah saya yang ngalah, saya jalan di belakang Achi dan saat itulah saya menemukan suatu kejanggalan.

"Chi, kok tas lo kebuka?" tanya saya tanpa nada berdosa.

Kontras ama ekspresi saya, Achi nengok dengan muka pucet dan panik banget. "Ya ampun Cha, gw pasti kecopetan", kata dia. Denger dia bilang gitu, mau ngga mau keringet dingin juga saya. Akhirnya kita berhenti, duduk di trotoar dan langsung ngebongkar tasnya Achi. Bener aja, itu dompet, innalillahi wa inna ilaihi roji'un, RAIB.

Dan selanjutnya, udah kaya di film-film begono, kejadiannya cepet banget dan saya jadi ngga terlalu merhatiin lagi, soalnya Achi udah panik duluan and I'm the one who should calm her down (but unfortunately I couldn't). Maklum aja Achi panik setengah idup, secara semua surat penting ada di situ. Identitas, kuitansi, dan segala macem yang ibaratnya, nyawa dia ada di situ semua. Kita berdua duduk di trotoar dan saya cuma bisa bengong, nepuk-nepuk pundaknya Achi sementara dia nangis tersedu-sedu kaya anak ilang. Bukan cuma dia deng, saya juga kaya anak ilang. Ampe kita dideketin satpam dan disuruh lapor ke pos polisi.

Pas udah agak ademan, kita berdua melakukan analisis atas kejadian tadi. Anak Biologi gitu loh, harus pinter analisis. Yah, itung-itung latihan bikin pembahasan :DDD Analisis kita berdua, itu copet pasti langsung jadiin Achi sasaran waktu liat dia buka dompet. Sebenernya saya buka dompet juga, tapi karena saya turun duluan, alhamdulillah dompet saya selamat. Dan kita juga menduga adanya konspirasi antara sopir, kernet dan copet karena kalo ngga, ngga mungkin banget itu kernet diem aja tau tasnya Achi dibuka orang. Kejadian ini sumpah bikin saya benci banget ama kriminil kaya gitu. Dua minggu sebelum ngelab saya juga sempet diserempet orang dan setelah kejadian pencopetan ini, saya pun menyimpulkan bahwa ternyata pencopet dan penyerempet itu adalah orang-orang yang berasal dari kasta moral yang sama: sama-sama manusia DODOL. Pengen saya gejek-gejek dah orang-orang kaya begitu. Merusak ketenangan dan stabilitas negara aja!!

Singkat cerita, saya ama Achi akhirnya jalan ke pos polisi yang jaraknya lumayan bikin kaki rempong. Sampe sana kita dikasih tau bahwa ternyata kalo mau bikin surat keterangan kehilangan itu harus ke polsek yang jaraknya ke sana bakalan bikin tulang-tulang kaki lepas dari sendirinya kalo kita jalan kaki. Akhirnya Achi dianter salah seorang bapak polisi sedangkan saya nunggu di pos. Asli, bener-bener udah kaya jaminan di sono. Sampe-sampe orang-orang yang lewat di jalan semua ngeliatin saya dengan tatapan gila-yah-ada-cewe-nongkrong-di-pos-polisi dan pastinya saya bales dengan tatapan apa-lo-hah-liat-liat.

Abis itu Achi balik dan kita berdua jalan kaki lagi ke lab. Ngga kaya nature kita yang biasanya, kali itu saya ama Achi jalan sambil dieeeeeemmmmmm aja. Padahal mah biasanya kita riweuh bener, heboh, lebay, dan jadi pusat perhatian (ceileeeehhhhhh). Untungnya hari itu ngelab ngga sampe sore banget. Acara hari itu kita cuma panen sel, ngitung konsentrasi, bikin larutan uji en foto-foto sel. Abis itu selnya diinkubasi 24 jam. Jadinya cepet kerjanya. By the way, selama kerja di lab itu saya baru tau kalo ternyata saya masih bodoh banget soal skill lab. Beneran, teori ama praktik tuh bedanya juauuuuuuuuhhhhhhhhhhh banget. Bener-bener ngerasa bego banget di depan teknisi. Huhuhu..... Masih harus banyak belajar ternyata.....

Sore itu Achi pulang dijemput pakliknya sedangkan saya tetep naik kereta. Alhamdulillahnya, di stasiun saya ketemu ama temen sekelas yang punya panggilan sayang Bu Umu. Kita berdua naik kereta yang sama dan sepertinya Bu Umu bawa hoki karena seumur-umur saya naik kereta 'Hogwarts Express', baru kali itu si kereta pake gerbong bisnis.
Kayanya minjem gerbong kereta lain. Plus, keretanya sepiiiiiii bangeeeettttttt. Alhasil sepanjang perjalanan saya nyumpel kuping pake headset en menikmati enaknya duduk selonjor di seat yang empuk. Hmmmm..... ^_^

Tapi tetep aja sampe rumah rempongnyaaaaaaa minta ampuuuuuunnnnnn.....

Cerita hari Senin emang sedih, ngeselin dan saya pun ngga mau inget-inget kejadian itu. Tapi cerita hari Selasa asli alay 100%. Penasaran? Tunggu besok ya. Saya mau nonton film dulu nie. Konbanwa, Minna-San ^_^

Wednesday, December 22, 2010

Soundtrack of December

Posted by Icha at 9:06 PM 0 comments
Readres, all of you must have known that I always have my own soundtracks. Hampir tiap hari soundtrack saya selalu ganti. By the way, Desember selalu jadi bulan yang paling 'roller-coaster like' buat saya dan pastinya saya punya lagu-lagu yang menghiasi bulan ini. Here they are (and a short story about them).

1. Smile - Glee Cast (all)
Lagu ini jadi soundtrack ketika saya dan Achi, sahabat sependeritaan skripsi, ngalamin kejadian yang wow-keren-abis waktu ngelab bareng di Jogja. Yep, kejadian ini melibatkan 3 tokoh utama: seorang Achi, seorang copet dan sebuah dompet. Lagu ini juga ngiringin hectic week saya ketika lagi disibukkan dengan finishing laporan PKL. Lagu ini sekarang selalu saya dengerin tiap kali lagi down atau banyak kejadian yang ngenakin di sekitar saya. Liriknya asli bikin senyum!! ^_^

2. Aal Iz Well - 3 Idiots
Huaaaaaa..... Ini lagu bener-bener bikin saya lupa ama segala masalah. Walau kata-kata di lagu itu yang saya ngerti artinya cuma 'all is well', tapi ngga perlulah jadi orang jenius untuk tau kalo lagu ini pada intinya ngingetin kita untuk calm down, santai, ngga kemrungsung en enjoy ama segala masalah. Just as Rancho said, bilang 'all is well' emang ngga akan nyelesein masalah, tapi tiga kata mensugesti diri sehingga kekuatan untuk bertahan bisa terkumpul. Berkat lagu ini saya bisa tetep senyum ngadepin external harddisk yang sakit dan akhirnya berkat bantuan salah seorang temen, foto-foto PKL saya bisa balik. Hooorrraaaayyyy..... ^_^

3. Love The Way You Lie - Eminem feat. Rihanna

Udah keliatan dari judulnya lah, lagu ini auranya lebih 'gloomy' daripada yang sebelumnya. Lagu ini sebenernya udah jadi soundtrack saya sejak lama dan sealu saya puter karena saya ngerasa dibohongin ama seseorang. Ngga perlu lah digembar-gemborin ceritanya. Ngutip lirik lagunya,
I can't tell you what it really is, I can only tell you what it feels like. Heeeeuuuuuuuuuhhhhhhhhh.....

4. Defying Gravity - Glee Cast (Rachel & Kurt)

Lirik motivasinya yang bikin saya cinta berat ama lagu ini. Lagu ini suka saya dengerin kalo lagi ngerasa seluruh dunia jauhin saya. Kalo dengerin lagu ini saya jadi mikir, buat apa saya mikirin seluruh dunia. Saya ya saya, ngga perlu ikut jatuh ke dalam gravitasi dunia kalo itu bikin badan dan hati saya sakit. Satu lagi bagian yang paling saya suka dari lagu ini adalah: Well, if that's love, it comes at much too high a cost!! Cinta itu harusnya bikin saya tambah bahagia, tambah pinter, tambah banyak senyum. Kalo cuma nangis en berdarah-darah, bukan cinta namanya!! Dan itulah yang saya sadari di pertengahan Desember. Ada kok orang yang lebih pantes dapetin cinta saya ^_^

5. No Air - Glee Cast (Rachel & Finn)

Kalo lagu ini sih emang jadi demenan saya. Tiap hari ngga pernah absen saya dengerin en nyanyiin. Ngga ada cerita spesial di balik lagu ini. Yang jelas lagu ini salah satu dari the best duet songs versi saya. Dan kalo saya dikasih kesempatan nyanyi duet (yang pake perasaan ^_^), lagu ini yang masuk urutan pertama yang mau saya nyanyiin ^_^

Anyway, 5 dulu ya. Desembernya juga belum abis. Kalo ada tambahan ntar bakal saya tulis lagi ^_^

Wednesday, December 8, 2010

Warna-warni Hari Rabu

Posted by Icha at 5:59 PM 0 comments


Wuaaaaaaa..... No other words could describe my whole day except: colorful!! Berwarna-warni kaya permen lolipop. Dari pagi ke siang ke sore ke malem mood berubah-ubah, naik turun kaya roller-coaster.

And this question word must be echoing in your head. "Doushite????"

Sebenernya awal warna-warni ini udah terjadi sejak kemaren malem. At about 10 p.m, my internship supervisor texted me. Guess what she said.

Okelah, langsung ke inti aja. Saya membuat kesalahan FATAL dengan salah menuliskan jabatan penanggungjawab magang.

Sumpah, pas baca jantung saya berasa loncat. Gimana engga, semua berantakan gara-gara satu kata 'SUB'. Damn those three letters. And thanks to them, I had to send that 'HALAMAN PENGESAHAN' again. Bukan, bukan proses pengirimannya yang saya benci. Saya mah ngga keberatan ngirim berapa kali pun. Tapi asal Anda semua tau, HALAMAN PENGESAHAN adalah halaman yang paling saya BENCI dari semua proses pembuatan karya tulis. Ngga proposal, ngga laporan, dan mungkin ngga juga skripsi, itu halaman bener" menguras kesabaran dan menguji keikhlasan. Pastinya itu semua karena tanda tangan yang harus tercantum dalam selembar kertas itu.
Bener-bener deeeehhhhhh.....

Menyadari kecerobohan yang emang 100% hasil karya sendiri, I texted back her and promised to send the files tomorrow (which means today), but I told her that I would send her the soft copies via email, just in case. And right after it had been sent, I sent her the files. Saya narik napas sambil ngabisin susu coklat di mug, menyesali kebodohan yang saya bikin sendiri. Semaleman saya ngga bisa tidur, mikirin
HALAMAN PENGESAHAN. Saya baru bisa tidur jam setengah 3 pagi dan total malem itu saya cuma tidur 2 setengah jam. MANTAP JAYA.

Untungnya saya ngga ngantuk selama berangkat ke kampus. Hari ini saya ada presentasi kelompok Biokimia Bahan Alam alias BBA yang dijadwalin jam 7. Tapi giliran udah nyampe lantai 3 gedung pasca yang jadi TKP kuliah, saya cuma nemuin temen sekelompok saya yang berjuluk Bang Betha. Dosen belum dateng, apalagi mahasiswanya. Jadilah kita nunggu sambil belajarin jurnal yang mau dipresentasiin.

Kuliah mulai jam 8 dan kelompok saya dapet giliran presentasi kedua. Untungnya pertanyaan dari dosen maupun audiens ngga terlalu banyak dan susah, jadinya presentasi kita lumayan cepet. Abis presentasi, saya curhat ama Gina yang kebetulan duduk di sebelah kanan saya soal SMS semalam dan prahara laporan PKL. Agak plong deh rasanya. Saya bisa ketawa-ketawa lagi dan langsung berniat menjalankan mandat dari korti sementara alias Papy Kholis untuk narikin iuran beli kado buat ponakan baru Bio07 a.k.a first son of one of our friend who was born last Saturday. Baru mau berdiri, Sode no Shirayuki getar. Supervisor saya SMS!! Beliau bilang udah terima email saya dan bersedia nge-print berkas yang saya kirim sekaligus memintakan tanda tangan. Subhanallah..... Gimana bisa saya dapet supervisor sebaik itu?? Saya langsung jejingkrakan dan teriak Alhamdulillah. Ngga peduli di situ masih ada dosen BBA yang lagi ada sesi konsult ama anak skripsinya. Ngga peduli temen-temen melototin gara-gara saya (seperti biasa) bikin ribut dan suara saya pasti udah kedengeran sampe lantai 2. Bodo amat!! Alhamdulillah..... Satu kemudahan datang dari Allah. Seneeeeennnngggg bangeeeeettttt..... Makasih Ibu, moga pahala dan rezeki Ibu tambah banyak!! ^__^

Abis BBA, saya cabut ke toko ama Dea buat beli kado. Weeewwww..... Aneh rasanya kita berdua berkutat di bagian produk perlengkapan bayi-bayi. Hohoho..... Saya liat satu tas paket produk Zwitsal yang imut itu dan pengen saya beli seketika itu juga!! Mau saya pake sendiri lah pastinya. Hehehe..... Akhirnya saya dan Dea sepakat membeli dua jenis kado yang murah meriah tapi insya Allah bermanfaat. Capcuuussss..... Abis itu saya dan Dea transit ke kos buat ngebungkus kado-kado itu. Well, the power of kepepet pun bekerja!! Dengan segala daya upaya dan memeras kreativitas, kedua kado itu pun terbungkus rapi. Siap dianter buat si baby deh ^_^

Abis itu saya cabut ke kampus dan kita berdua nongkrong di basecamp tidak resmi, yaitu lab lantai 1. Jam 1 Dea kuliah Mikrotektumb sementara saya menerima komplain nilai responsi Fiswan dari beberapa praktikan. Saking ngelunya, salah satu dari mereka sampai saya bentak. Aduuuuuhhhhh, maaf yaaa..... Jam 2 kuliahnya Dea beres, terus kita ngobrol di parkiran sambil nunggu berangkat ke tempat si baby. Papy dateng dan 8 orang perwakilan Bio07 cabut ke rumah si baby. Sampe sana, langsung deh kita semua ngga berhenti ngeliatin si baby, berkomentar, dan nanya-nanya ke ibunya juga. Ternyata emang bayi tuh di mana-mana sama: wangi bayi, lucu, ekspresinya bikin gemes, dan ngga tahan pengen nyubit!! Hehehe.....

Anyway, satu hal yang saya amati dari temen saya alias ibu si baby, ternyata jadi ibu itu emang modal utamanya insting. Nature. Naluri. Udah, cuma itu. Temen saya ini baru beberapa hari jadi ibu, tapi udah fasih nggendong, mbedong, gantiin popok, dll. Tangannya udah cekatan dan entah gimana kalo si baby digendong sama dia pasti anteng. Saya pernah denger ungkapan bahwa tangan dan pelukan ibu itu selalu pas sama ukuran anaknya. Dan fakta itu saya liat sendiri siang ini.

Tapi tapi, ternyata pemandangan ini punya efek samping. Saya ngga berhenti mikirin newly mother-son relationship barusan sepanjang perjalanan pulang dan entah gimana tiba-tiba mata saya digenangi air mata. Really, di tengah hectic-nya kehidupan kulaih saat ini saya cuma pengen jadi bayi lagi. Saya kangen Mama. I desperately need her and it makes me feel so lonely. It's terribly awful. Sampe rumah saya masih kebawa perasaan dan akhirnya malah nangis beneran. Eh, di tengah-tengah berderai air mata gitu Mama SMS, nanya standar "How's your day?". Ini nie yang tadi saya bilang insting. Terbukti kan?

Terus tadi sore sebelum maghrib, saya nyoba nyolokin external harddisk yang udah hampir 2 minggu sakit ke laptop. Hasilnya masih sama, masih sakit. Sedih banget deh, masalahnya semua data foto PKL di situ dan saya butuh banget itu buat laporan PKL. Tapi apa daya, bahkan alat elektronik pun kalo Allah udah bilang "Kun", pasti bakal manut. Akhirnya saya ikhtiar SMS Bang Betha, minta dia meriksa external saya sekali lagi. Kalo besok ngga bisa, yaudah wallahu a'lam. Saya manut maunya Allah aja.

Hari ini saya belajar bahwa masa depan itu ngga pernah pasti. Things get worse before they get better, itu kata salah satu sepupu saya di status facebook-nya beberapa bulan lalu. Bener sih, terbukti banget. Kadang kita terlalu takut berlebihan akan ketidakpastian masa depan. Padahal mah masa depan dasarnya emang ngga pasti. Sampe sekarang, biarpun saya masih agak takut menghadapi kelanjutan nasib foto-foto PKL, saya berusaha untuk pasrah. Well, orang selalu bilang "Positive thinking dong". Iya bener, tapi tidakkah mereka tau betapa sulitnya berpikir positif?? Daripada maksain diri mikir positif tapi malah bikin depresi, mending ngga usah dipikirin sama sekali. Bener ngga?

So, sambil menikmati lagu Give Me Some Sunshine dari film inspiratif favorit saya, 3 Idiots, saya milih untuk (habis ini) lanjut baca novel It's In His Kiss-nya Julia Quinn dan minum segelas susu coklat panas.

Sisanya, I leave it to Allah. ALL IS WELL, insya Allah ^_^

Tuesday, November 16, 2010

Cerita Geje

Posted by Icha at 7:55 AM 0 comments
Met Idul Adha semuaaaaaa..... ^_^

Pagi ini abis sholat Ied sebenernya saya berencana tidur lagi (dasar kebo :P), abisnya masih ngantuk banget. Pas Khotbah aja saya nguap-nguap terus. Tapi nyampe rumah saya ganti baju terus sarapan dan ngga jadi tidur lagi, malah bluetooth-an mindahin lagu-lagu soundtrack-nya Glee dari laptop ke Sode no Shirayuki (guess you remember who 'she' is :D).

Kemaren saya sama Dea ngebahas Glee. Kebetulan kami berdua sama-sama suka nonton TV series itu. Obrolan dibuka dengan cerita saya tentang episode hari Sabtu yang kebetulan Dea ngga nonton. Hwaaaa, kalo saya yang ngga nonton pasti nyuesel buanget. Secara pas itu lagunya romantis banget. Rachel duet lagu No Air sama Finn. You know what, lagu itu lagi jadi demenan saya berhari-hari. Saya dengerin terus di winamp sembari ikut nyanyi. Sayangnya ngga ada yang bisa diajak duet *LOL*. Cobaaaa gitu yaaa, di kampus ada Glee club, pasti saya jadi yang pertama daftar. Rada nyesel juga dulu ngelepasin kesempatan ikut PSM, padahal udah lolos audisi tahap 1. Huhuhu.....

Habis itu obrolan kami beranjak ke gebetan. Ceileh, gebetan di Glee maksudnya. Dea naksir berat ama Finn Hudson, sedangkan saya entah kenapa terpesona ama Noah Puckerman gara-gara episode hari Minggu dia nyanyiin Sweet Caroline pake gitar. Ambooooiiiii, romantisnyoooo..... Mau dah saya kalo dirayu pake cara begono. Cuma lagunya diganti ya, bukan Sweet Caroline tapi Sweet Icha. Mmmmm..... Ngayal banget deh..... ^_^



Hari itu juga sesuatu yang sempet saya bayangin waktu hari Sabtu seperti dateng menghampiri saya, tanpa diundang. Ngga usah diceritain deh, ntar ketauan. Hehehe..... Intinya mah, hari Sabtu saya ngobrolin sesuatu sama Yangti sampe bikin ketawa ngakak plus guling-guling di lantai. Tapi ujung-ujungnya saya ngomong dalam hati, kayanya seru juga kalo bener-bener terjadi. Eh, kemarin saya seperti selangkah lebih dekat menuju bayangan itu. Alhamdulillah..... Allah tau ajaaa gituuuu kayanya. Malemnya habis sholat Isya saya rencana langsung berpetualang ke pulau kapuk gara-gara malem sebelumnya saya baru bisa tidur setengah dua pagi. Eh baru mau lier-lier, Rendra si adik tingkat sms, minta dikirimin soft file laporan Limnologi jaman semester 5. Sebenernya males nyalain laptop, tapi berhubung dia kayanya lagi ribet banget yaudah saya iyain. Sambil ngirim, karena udah buka email, saya pikir sekalian aja update profile yahoo saya. Tanpa disangka, tanpa diduga, saya buka profile dan melek seketika sodara-sodara!! Tanya kenapa????? H.I.M.I.T.S.U!!!! :P Yang jelas saya jadi bisa tidur nyenyak setelah matiin laptop. Gimana engga? Tidurnya sambil senyum!! ^_^

Kayanya segini dulu ya cerita saya. Geje?? Iyalah, judulnya aja Cerita Geje. Saya cuma iseng nunggu jam berangkat ngampus kok. Hahaha..... Moga-moga hari ini nyenengin juga deh.

Sunday, October 31, 2010

Takin' Chances

Posted by Icha at 5:20 PM 0 comments

Don't know much about your life
Don't know much about your world but
Don't wanna be alone tonight
On this planet they call Earth

You don't know about my past and
I don't have a future figured out
And maybe this is goin' too fast
And maybe it's not meant to last

But what do you say to takin' chances?
What do you say to jumpin' off the edge?
Never knowin' if there's solid ground below
Or a hand to hold or hell to pay
What do you say?
What do you say?


I just wanna start again
And maybe you could show me how to try
Maybe you could take me in
Somewhere underneath your skin

What do you say to takin' chances?
What do you say to jumpin' off the edge?
Never knowin' if there's solid ground below
Or a hand to hold or hell to pay
What do you say?
What do you say?


Hey now, hey, my heart is beatin' down
But I'm always comin' back for more, yeah
There's nothin' like love to pull you up
When you're lyin' down on the floor, babe

So talk to me, talk to me like lovers do
Yeah, walk with me, walk with me like lovers do
Like lovers do

What to you say to takin' chances?
What do you say to jumpin' off the edge?
Never knowin' if there's solid ground below
Or a hand to hold or hell to pay
What do you say?
What do you say?


Don't know much about your life
And I don't know much about your world

_Takin' Chances - Celine Dion_
I just want to start over again.
I just want to write another story.
I just want to take a risk.
I just want to try.

God, if there's a secret behind that laugh, I hope I can be the one to reveal it.

Saturday, October 2, 2010

Gebetan Baruuuuuu (Ada Yang Lama Juga Deng) ^_^

Posted by Icha at 5:54 PM 0 comments
Yes I'd rather hurt than feel nothing at all.
Ini line dari lagu Need You Now-nya Lady Antebellum yang sebenernya, sumpah, bener-bener ngga pengen saya ucapin. Tapi justru saat ini perasaan saya tergambar jelas di kalimat ini. Ngga mau munafik. Mungkin saya agak (sedikiiiiiiittttttt) patah hati. Tapi daripada syaa mikirin patah hati saya terus, mending saya kasih tau cowok-cowok yang sekarang lagi saya taksir berat.



1. Kagurazaka Makoto



Kenapa dia bisa masuk di urutan pertama daftar saya? Karena saya pernah mimpiin dia lagi pedekate ama saya. Dalam mimpi itu saya sakit tenggorokan, terus dibawain obat ama dia. Hahaha..... Lebay sih. Tapi itu mimpi kan datengnya dari Allah, indah pula. Siapa yang ngga bersyukur cobaaaa.....

Tapi kayanya kalo cowo seganteng, se-cool, dan dangerously handsome kaya dia jatuh dari langit satuuuuu aja buat saya, kayanya saya bakalan langsung sujud syukur deh. Hahaha..... ^_^



2. Athrun Zala


Dari pertama kenal Gundam, saya langsung jatuh cinta berat sama pria ini. Okelah, emang banyak yang menyayangkan kenapa saya lebih pilih cowo ini daripada Kira atau Shinn. Well, gebetan saya ini emang agak nyebelin, terutama PLIN-PLANnya. Tapi yang ngga nahan adalah betapapun plin-plannya dia, cewe yang dia sayang cuma satu: Cagalli Yula Athha. Besides, dia juga cool, dan saya selalu suka cowo cool. Belum lagi pas dia ada di kokpit Justice. Sebisa mungkin dia ngga mau gunain senjata, apalagi kalo bertarung sama teman or minimal orang yang udah dia anggap temannya. Mmmmm.....



3. Lee Shin


Cool-nya juga yang bikin pangeran ini masuk daftar gebetan saya. Waktu SMA, Princess Hours emang lagi booming banget dan saya selalu bermimpi punya cowo kaya Pangeran Lee Shin. Yup, bahkan sampe sekarang!! Apa yang bikin saya jatuh cinta sama Shin? Karena dia tipikal cowo favorit saya selain cool: menunjukkan perasaan langsung dengan perbuatan, bukan cuma kata-kata!!




4. Hwang Tae Kyung


Alasannya ngga beda jauh ama 2 karakter sebelumnya: cool dan menunjukkan cinta dengan tindakan. Satu lagi kelebihan dia yang saya yakin banget kalo Kak Tae Kyung jadi pacar saya, kita pasti klop. Hobi NYANYI!!!!!



5. Jamal Malik


Susah untuk ngga jatuh cinta sama cowo ini. Gimana engga, udah ganteng, pekerja keras, setianya Subhanallah pula. Ditambah lagi, hokinya gede karena kalo ngga dia ngga bakal menang 1 milyar di Slumdog kan? Hahaha..... Yang jelas, kalo Latika aja beruntung ngedapetin dia, apalagi saya!!



Anyway, walaupun mereka semua cuma ada di dunia imajinasi dan film, doa saya tetap sama: seandainya Allah menjatuhkan orang kaya mereka dari langit satuuuuuuuu aja buat saya, saya pasti jadi orang paling bahagia di dunia. Aaaaaaamiiiiiiinnnnnnn..... Hahahahahaha..... ^_^
 

Confessions of A Not-It Girl Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea