Monday, June 17, 2013

Rata-rata

Posted by Icha at 6:58 PM 2 comments
Satu kata untuk menggambarkan saya? Ya judul gede-gede di atas itu.

Muka : rata-rata [centang]
Fisik : rata-rata [centang]
Otak : rata-rata [centang]

Apa lagi ya?

Saya selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Tanpa sadar. Mungkin efek bawaan lahir. Saya kan sendiri, diarahkan supaya jadi yang terbaik dan itu semacam jadi tanggung jawab pribadi. Tanggung jawab moral. Lalu tanpa sadar kepala selalu mendongak ke atas. Ah bukan, bukan tentang uang, gadget, bahkan pacar. Ini tentang saya dan apa yang saya punya dalam diri saya.

Tanpa sadar saya memasang standar tinggi, meskipun standar saya tidak selalu mereka yang eksis nun jauh di sana. Sederhana saja. Belum bisa masang seprai serapi Mamah, saya merasa masih di bawah rata-rata. Belum bisa ngebalik telor dadar dengan sempurna kaya Mamah, di bawah rata-rata. Belum bisa ngeposting di blog pake bahasa Inggris kaya pacar, di bawah rata-rata. Dan ah ya, saya punya seorang 'idola' yang... Well, katakanlah dirinya memang eksis nun jauh di sana. Di planet antah-berantah di luar jangkauan saya. Seseorang yang jika dibandingkan dengannya, saya jauuuuuuuhh di bawah rata-rata.

Kemudian setelah membaca twit salah seorang sepupu, saya jadi menyadari hal lain lagi.

Untung saya gak cantik-cantik amat. Coba saya lebih cantik. Pasti jadi lebih sombong dan mbencekno.
-N.F.P

Saya nyengir sendiri bacanya, sadar sepenuhnya kalau wajah ini cuma dapat nilai C. Tapi ya, kalau saya cantik, punya bodi langsing, putih, tinggi, akankah saya jadi sombong? Akankah saya dicintai karena fisik dan bukan 'inner' saya?

Lagipula jadi rata-rata ngga buruk kok. Otak saya ngepas, pas banget. Saya bisa minta diajarin mulu sama pacar, belajar bareng sambil minum hot chocolate dan makan wafel. Diajarin lho ya, bukan digarapke tugasnya :P

Wajah dan fisik saya ngepas. Tapi karenanya saya tau siapa yang bener-bener sayang sama saya, sayang sama karakter dan kekurangan-kelebihan saya, bukan semata fenotipik aja. Yang nerima saya meskipun saya hanya rata-rata. Yang masih mau meng-upgrade saya supaya nilai saya ngga selamanya C, tapi bisa jadi B atau bahkan A.

Jadi, rata-rata itu ngga buruk kan?




Tunggu, jawabannya adalah kadang. Rata-rata itu buruk hanya ketika kita menyadari 'rata-rata' itu menciptakan jarak. Membuat kita sadar harus berlari dua kali lebih cepat, berjuang dua kali lebih keras untuk mengeliminasi jarak itu.



*PICTURE FROM HERE

Wednesday, June 5, 2013

Disguise

Posted by Icha at 9:29 PM 0 comments
Jujur itu sulit. Terutama pada diri sendiri.







Ketika hatiku terbakar, harus bagaimana untuk memadamkan apinya?




*Just need some time to figure these things out*




PICTURE FROM HERE

Wednesday, May 29, 2013

Sekilas Info

Posted by Icha at 7:21 AM 0 comments

Pacar : [ngomong pelan-pelan sambil nyengir, becanda] Ke kafe itu stereotype-nya ngga pake rok.

Saya : [ngomong dengan cueknya, muka sok sombong] Sejak kapan pacarmu stereotype? :P


_semua demi ppt Bioprev_





PICTURE FROM HERE

Monday, May 20, 2013

(Poor) Liar

Posted by Icha at 5:40 PM 0 comments
Ketika segala yang saya bilang pada intinya bohong semua.

Ketika semua titik-dua-tutup-kurung yang saya pasang di akhir twit dan sms itu bohong semua.

Ketika 'ngga papa' itu juga bohong semua.

Semoga semua tau itu hanya usaha terbaik saya untuk mengusir ego jauh-jauh.




[I promise you I will learn from my mistakes]

Tuesday, May 7, 2013

Kalau Sudah Ya Sudah

Posted by Icha at 8:59 PM 0 comments
Kemarin meyakinkan diri sendiri, katanya sudah ikhlas, ngakunya sudah ikhlas. Apapun segala kemungkinannya, konsekuensinya, pahit manisnya, plus minusnya bakalan diterima dengan ikhlas, ridho lillahi ta'ala.

Sekarang? Halah, mengeja kata IKHLAS aja ngga bisa. Terbata-bata.

Kalau masih kamu pikirin, namanya belum ikhlas.
Kalau masih khawatir, namanya belum ikhlas.
Kalau kamu takut gimana nantinya, namanya belum ikhlas.
Kalau masih sedih tiap kepikiran, namanya belum ikhlas.
Kalau masih kepengen menghindar, namanya belum ikhlas.
Bahkan kalo kamu masih ngebayangin kejadiannya bakal kaya gimana, itu juga namanya belum ikhlas.

Kalau sudah ya sudah. Kalau memang sudah berniat mengikhlaskan ya sudah. Kalau memang dari awal lebih baik dilepaskan ya dilepaskan saja. Kekhawatiranmu, ketakutanmu, apalah itu, kalau memang sudah berniat melepaskan semuanya ya lepaskan saja. Besides, this is the flavour of life, kamu ngga bisa nambahin gula atau garam sebanyak yang kamu mau.

Kamu bukan external harddisk kapasitas 1 terrabyte. Tanganmu itu kecil. Perasaanmu itu rapuh. Jangan sok bisa menyimpan semuanya sendirian. Kalau manusia bisa sehebat itu, terus kenapa Allah menyuruh kita minta dan berdoa?

It is time to put everything back to Allah's hands. Allah tau level takutmu, sedihmu, khawatirmu. Ngga usah ngeyel, buat Allah ngga ada yang mustahil.


http://24.media.tumblr.com/tumblr_md8ae4AWDg1rz4a56o1_500.jpg

Kalau sudah ya sudah.
Kalau sudah ngga bisa berbuat apa-apa,
biar Allah saja yang membereskan semuanya.



p.s. Nanti malam jangan lupa sholat tahajjud ya :)




*PICTURE FROM HERE

Monday, April 22, 2013

Undefined

Posted by Icha at 10:55 PM 0 comments
Yak, itulah tema malam ini.

Undefined mood. Sejak terbangun dalam keadaan betis pegel tingkat dewa tadi sore, rasanya ini badan sama pikiran ngga tau maunya apa. Ngenet sana-sini ngga jelas, akhirnya mutusin buat ngoreksi laporan anak-anak asistenan, melawan mood yang sedatar tripleks. Dua belas laporan selesai dalam waktu kurang dari 1 jam. Pencapaian yang lumayan untuk kondisi mood semacam itu.

Undefined feelings. Oke, coret bagian ini. Feelings saya defined kok. Today I feel quite happy, a bit excited juga soal penelitian buat tesis, responsi yang baik-baik saja (mau gimana lagi emangnya), bisa tidur sore meski kelamaan, sempat gerimis sebentar, dan hal-hal kecil lainnya.

Undefined thoughts. Nah ini. Mood yang flat bikin pikiran melayang-layang ngga jelas juga. Pindah dari satu hal ke hal lain dengan cepat, menangkap segala sesuatu dan dengan gampangnya mikir yang absurd-absurd, dan yang paling ngga ngenakin, menembus segala ruang dan waktu. Yep, jadi kangen rumah, kangen kebiasaan-kebiasaan lama, flashback ke cerita-cerita lama dan tanpa sadar seperti ngeliat diri sendiri dalam versi lama. Bagian yang terakhir itu yang agak-agak gimanaaaaa gitu rasanya.

Mana lagunya pas itu nampol banget. Franklin-nya Paramore.

Could you help me push aside all that I left behind...?

Di bagian ini saya dicecar pertanyaan. Bingung gimana mau jelasinnya, bingung gimana mau cerita. Namanya juga manifestasi mood yang menggeje. Bukan hal serius tapi kedengeran jadi serius. Kebiasaan.

Tapi seneng juga sih, at least saya tau pacar masih nyempetin nanya keadaan saya di tengah kerjaannya. Well, how could I not like him? :)

Tapi terus mata saya jadi ngga mau ngantuk gara-gara tidur kesorean, padahal besok kuliah pagi. Semoga seiring semakin habisnya susu coklat di gelas, semakin kiyep pula mata saya...

Monday, April 15, 2013

Yang Dicari, Yang Ditemukan

Posted by Icha at 6:44 PM 0 comments
Bagaimana rasanya jika
yang dicari ada tepat di hadapan,
yang diinginkan ada dalam genggaman,
yang ditemukan bersinar terang di antara jutaan?

Kamu ada.
Dan itu cukup buat saya.

^_^



[The day when I sense you, I feel your presence everywhere]





*ngeposting sambil nunggu sms :P*

Friday, April 12, 2013

Partner Terbaik Sepanjang Masa

Posted by Icha at 6:29 AM 0 comments
Untuk partner terbaik sepanjang masa, Astri Ariyani.
Otsukaresama deshita...


Itu penggalan dari Halaman Persembahan di skripsi saya jaman dahulu kala. Dari cukup banyak orang yang saya sebutkan, manusia nyeleneh satu ini punya tempat khusus di hati saya. Bukan hanya bertitel sahabat, she proves me even more :)

Awal saya denger nama Astri Ariyani waktu pembagian Pembimbing Akademik pas ospek, saya ngga ngeh orangnya yang mana. Bukannya apa-apa, namanya ngga remarkable. Wkwkwkwk... Nama, secara pribadi punya makna khusus buat saya. Kalau namanya aneh, langka, atau menimbulkan sensasi khusus di telinga, saya bakalan punya feel khusus juga ke orang itu. Hahaha... Malah jadi mbleber to ceritanya :P

Kembali ke seorang Astri, saya baru tau wujudnya setelah mengamati sekitar, menemukan seorang cewek bernama Euis dan menemukan lagi seorang cewek berkacamata yang selalu ngintilin Euis. Ooohh, itu to Astri, saya membatin. Makin tau ketika di BIOSPHER dia menjabat sebagai dedengkot kelompok Rosaceae yang terkenal dengan yel-yel mereka yang kontroversial. Hahahaha... Kami ngga langsung akrab seketika. Bahkan sejujurnya saya lupa proses yang kami lalui sampai bisa jadi lengket kaya sense sama antisense strand :))

Selama 4 tahun jadi mahasiswa S1, saya dan Astri (yang kemudian saya panggil Achrid, dan dia manggil saya Icrut) jadi sahabat, tentunya bersama 3 orang yang lain: Hanum, Dea, Euis. Secara kesukaan, kami sangat sangat cocok. Suka tukeran rekomendasi film dan lagu-lagu. Beberapa lagu dan film yang jadi kesukaannya Achrid sekarang adalah hasil dari bujuk rayu dan jampe-jampe yang saya lancarkan kepadanya. Contohnya Pride and Prejudice sama Nakushita Kotoba. Itu kalo bukan saya yang nularin ngga bakalan doyan dia. Wkwkwkwk... :P

Ternyata persahabatan kami ngga cuma berhenti di duduk di kelas, jadi praktikan, hangout di bioskop, atau nongkrong di kosan Hanum, karena nyatanya Allah mempersatukan kami dalam sebuah fase kehidupan bernama skripsi. Di satu sisi ini gift, tapi di sisi lain ini curse. Gift karena Achrid adalah sahabat saya, saya tau banget siapa dia, gimana orangnya, keahliannya dan kami ngga akan susah untuk saling beradaptasi. Tapi ini juga curse karena Achrid sama saya sifatnya 95% sama. Kami ini sama-sama keras orangnya, moody, high temper pula. Sempat kepikiran, bisa ngga ya kami bekerja sama untuk sesuatu yang istilahnya menentukan hidup mati kami berdua?

Saat itulah, saat skripsi itulah saya tau bahwa sahabat sejati itu memang benar-benar ada. Bahwa sahabat sejati itu juga suatu bentuk soulmate. Dan yang namanya soulmate akan selalu mengimbangi, menyamakan langkah. Saya dapatkan itu dari Achrid. Ketika saya lagi galau-galaunya ngeliatin data yang jelek, kesusahan nyari referensi, atau mikirin nasib skripsi yang serasa mentok, Achrid akan dengan senang hati menyemangati. Ketika saya lagi high temper, ngomel-ngomel gara-gara diBHP (diBeri Harapan Palsu) sama dosen pembimbing, Achrid yang akan ucluk-ucluk deketin, nyengir lebar dari Sabang sampai Merauke, nepuk pundak saya dan bilang,"Ikhlas aja, Cha! Santai, santai!". Bahkan ada dua kalimat yang diucapkan Achrid yang masih tertanam di otak saya sampai sekarang.

"Kita ini ibarat masuk ke lobang, Cha. Dan kita ngga bisa manjat keluar.
Jadi satu-satunya cara adalah kita harus survive di lobang itu."

Itu kalimat yang dia ucapkan ketika kami serasa 'terjebak' dalam penelitian buat skripsi kami. Ya, dia menyadarkan saya. We made our choice, we had to be ready to take the consequences. Toh kami sama-sama. Berjuang sama-sama, berhasil sama-sama, gagal juga sama-sama. Dan tentu kami bakal berjuang untuk berhasil sama-sama.

Yang kedua, dia bilang,

"Bukan karena semuanya baik maka kita tersenyum.
Tapi kalau kita tersenyum, maka semuanya akan menjadi baik."

Nah, yang ini ngga ada penjelasannya. Jadi bahagia dulu, maka sepanjang hari kita akan dipenuhi kebaikan ^_^

Selama 4 tahun lebih bersahabat sama Achrid, bukan berarti selama itu hidup kami adem ayem aja. Ada masanya kami berantem sampe diem-dieman. Ada masanya kami jengkel satu sama lain. Kami punya komitmen (jangan salah, sahabat juga ada komitmennya :P), kalo kami bermasalah satu sama lain, masalah itu harus diungkapkan secara jujur dan langsung ke objeknya. Dan itulah yang selalu kami lakukan, langsung ngomong frontal di depan muka. Tapi habis itu kami selalu bisa saling memaafkan dan kembali jadi teman, plus, yang paling penting, tanpa mengungkit yang sudah-sudah. Achrid pernah ngomelin saya yang suka ngomong nyelekit dan saya terima itu. Sesudahnya? Ya udah, saling minta maaf dan biasa lagi. Bercanda lagi, ejek-ejekan lagi, nongkrong bareng lagi, ngelebay lagi :D

Dan alhamdulillah, akhirnya kami bisa keluar sama-sama dari 'lubang neraka' itu... :D

Lalu sekarang kami menjalani kehidupan masing-masing. Dia dengan kerjaannya, saya dengan keruwetan kuliah dan galau akademik. Tapi kami masih suka saling ngenyek di twitter, saya masih suka ngecek update-an blognya, dan kami masih menggunakan kosakata-kosakata endemik yang jadi trademark kami semasa S1. Saya juga bersyukur masih jadi orang yang disambati ketika Achrid butuh temen curhat. Seneng rasanya denger perubahan suaranya yang tadinya berat karena banyak pikiran terus jadi enteng setelah telponan ^_^

Sampai sekarang pun Achrid adalah salah satu sahabat yang unik dan 'ajaib' buat saya. Dia cantik dengan caranya sendiri, bersinar dengan caranya sendiri. Meskipun dia 'ipel-ipel' (hehehe...), keceriaan dan polahnya yang udah kaya kutu loncat bikin dia selalu keliatan shine bright pake lemon, eh salah, shine bright like a diamond. Achrid juga identik dengan kegigihan dan kerja keras. Mungkin dia adalah orang yang paling gigih, tekun, sekaligus keras kepala yang pernah saya jumpai. Tipikal cewek yang biar di-tackle berapa kali, dijomplangin berapa kali, biar sampe bengep di sana-sini, dia bakalan ngga menyerah. Kadang saya mikir, kalo manusia lain diciptakan dari tanah lempung, jangan-jangan anak ini diciptain dari batako saking keukeuhnya :P

Achrid, sahabat saya yang punya mimpi saaaaangat banyak. Desainer (dan saya selalu inget cita-citanya berfoto dengan gaya gothic, yang bikin saya ikutan ketularan kepengen foto bareng dia pake baju gothic lolita), chef (sumpah, anak ini masakannya ENAK BANGET), scientist (saking cintanya sama lelembut bernama mikrobia), penulis (nih nih, tulisannya bisa dibaca di sini), dan jadi ibu (and I believe she'll be a very funky mommy for her kids, insya Allah). Saya yakin kegigihan dan ketekunannya akan membawa dia menuju SEMUA mimpinya. Kalo lo baca ini Chrid, wajib ngaminin yang kenceng!! :D

Jadi boleh lah ya, saya kangen manusia yang satu ini...



So, gw ngeposting ini karena gw udah mulai masuk tahap per-tesis-an. Dan gw kangen sama elo, kangen nyekripsi bareng elo. Kangen jadi BoKer (a.k.a BOcah KEReta), ngejar mas-mas Tomingse, berimajinasi ada di dunia Lord of The Ring, manjer dosen pembimbing sama-sama, pontang-panting ngejar tanda tangan sama-sama, dan melangkahkan kaki keluar kampus sama-sama. Doain gw yaaa, semoga di skripsi jilid 2 ini gw nemuin partner yang sama baiknya sama elo. Semoga semua berkah pokoknya. Kangen kangen kangen :*

Saturday, April 6, 2013

Don't Give Up - Josh Groban : Three Words They Always Say to Me ^_^

Posted by Icha at 6:30 PM 0 comments
Don't give up
It's just the weight of the world
 
When your heart's heavy
I...I will lift it for you
 

Don't give up
Because you want to be heard
 
If silence keeps you
I...I will break it for you
 

Everybody wants to be understood
Well I can hear you
Everybody wants to be loved
 
Don't give up
Because you are loved
 

Don't give up
It's just the hurt that you hide
 When you're lost inside
I...I will be there to find you
 

Don't give up
Because you want to burn bright
 
If darkness blinds you
I...I will shine to guide you
 

Everybody wants to be understood
Well I can hear you
Everybody wants to be loved
 
Don't give up
Because you are loved
 

You are loved
Don't give up
It's just the weight of the world
Don't give up
Every one needs to be heard
 
You are loved



Ya, ini yang selalu mereka katakan.


Dari wanita yang cintanya tak pernah habis untuk saya. Yang selalu berkata,"Semangat yaa, Mamah sayang Mba..."


Dari mereka yang selalu ada menghapus jenuh, menghadirkan tawa dan menggila bersama. Yang selalu berkata,"Semangat, Mbichaaaaaa..."


Dari mereka yang meski jauh, tak pernah putus mengirimkan sinyal-sinyal persahabatan. Yang selalu berkata,"Semangat, Cha!! Lo pasti bisa!!"



Dan dari dia yang mencintai dengan sangat sederhana, yang tatapan teduhnya menguatkan, yang genggaman tangannya mengungkapkan lebih dari kata-kata.




Banyak cinta untukmu, Cha. SEMANGAAAAAAAAAAATTTT!!!! ^_^




Lyrics source : here

Wednesday, March 27, 2013

My Simple Wish :)

Posted by Icha at 9:32 PM 0 comments
Sekalipun jika besok keajaiban itu belum datang,
semoga saya tetap ingat wajah-wajah yang selalu ada buat saya,
yang sepatutnya saya syukuri.







Rasa-rasanya tak perlulah keliling dunia mencari keajaiban. Di sini ada kok.
^_^

Monday, March 18, 2013

Melarikan Diri (Lagi)

Posted by Icha at 4:10 PM 2 comments
Ya Allah, boleh minta hujan yang deres sampe besok subuh...??

Tuesday, March 12, 2013

Letupan Kembang Api

Posted by Icha at 10:03 PM 0 comments

Kebahagiaan dan rasa sedih itu terkadang tidak ada bedanya, sama-sama membuat tidak bisa tidur.

--Tere Liye, novel "Sunset Bersama Rosie

Ini quote yang di-share seorang teman di fb dan dengan semena-mena saya tulis di sini karena, ya, sekarang saya ngga bisa tidur saking senengnya. Kepala dan hati masih meletup-letup serupa ada pesta kembang api di dalamnya.

Saya juga bingung kenapa letupan ini bisa begitu susah berhenti. Hari ini sederhana, sangat sederhana. Saya lewatkan dengan orang yang sederhana, di tempat yang sederhana, dengan cara sederhana. Apa yang kami lakukan tidak ada yang istimewa.

Letupan ini, entah dari mana datangnya. Mungkin dari cerita-cerita sederhana yang tidak semua orang tahu. Mungkin dari tawa lepas dan canda yang tanpa gengsi atau malu. Entahlah.

Atau mungkin...

Karena ada sepasang mata yang tidak lepas memandang saya. Memandang dengan cara berbeda. Mengakui bahwa saya punya lebih dari apa yang bisa dilihat mereka di luar sana. Ini pun masih berlabel entah. Hanya pemilik sepasang mata itu yang tahu.

Letupan ini, letupan-letupan penuh syukur ini... Saya hanya berharap dia merasakan rasa syukur sebesar dan sebanyak yang saya rasakan malam ini :)

Monday, February 25, 2013

As for Me, Still This Is The Same World

Posted by Icha at 5:14 AM 0 comments
どんなに怖くたって目を逸らさないよ
全ての終わりに愛があるなら


Donna ni kowakutatte me o sorasanai yo
Subete no owari ni ai ga aru nara

However great the fear, I will not look away
If at the end of everything, there is love

_Sakura Nagashi - Utada Hikaru_ 

Saturday, February 23, 2013

What Is In A Name? --> Kebiasaan Alay :P

Posted by Icha at 6:57 AM 0 comments
Karena powerpoint Genmol udah beres, pagi ini saya bingung mau ngapain di depan lepi. Tumblr-an males, twitteran enak dari bb, fb belum ada yang online, tapi nyusun makalah Virologi belum ada mood. Jadinya saya iseng ngebukain blognya pacar, ngebacain tulisan jaman dahulu kalanya dia (mateng aku, wonge bakalan moco ki. Ketauan deh. Moga-moga ntar ngga kena jitak :D). Dan tau-tau saya nemuin postingan dia tentang nama sepedanya. Kemudian saya nyengir sendiri karena saya juga punya kebiasaan yang sama, ngasih nama ke barang-barang :))

Sebenernya sih lupa sejak kapan kebiasaan alay itu berlangsung. Waktu kecil cuma sebatas ngasih nama ke boneka. Kalau ke barang-barang, hmmmm... Kayanya sih sejak S1. Saya mulai suka ngasih nama ke gadget, terus ke motor, mobil sampe diary. Bukannya apa-apa sih, biar enak aja manggilnya. Lagian namanya juga simpel-simpel kok, kalo ngga berdasarkan warna, modif dari merek barangnya, palingan copas dari nama karakter di anime, just like my boyfriend named his bike :P

Yah di antaranya kaya begini nie, dua hape lama saya namanya Benihime (紅姫) sama Sode no Shirayuki (袖白雪). Benihime artinya crimson princess, itu nama zanpakutou-nya Urahara, yang suka BLEACH pasti tau. Kalo Sode no Shirayuki, panggilannya Yuki-chan. Yang ini nama zanpakutou-nya Rukia, artinya sleeved white snow. Lepi kesayangan saya namanya Tsubaki (椿), artinya bunga camelia. Diary saya namanya Midori-chan (緑) karena warnanya hijau.

Yang lucu waktu saya ngasih tau nama motor saya ke si pacar. Dengan bangganya saya bilang,"Motorku dong, namanya si Kuro, nama lengkapnya Kuroko no Basket". Dia masang ekspresi -______- dan bilang "Kirain namanya bakalan keren, ternyata...". Muahahahahaaa :))))

Daaaannn begitulah cerita kebiasaan alay saya pagi ini. Berhubung ntar ada presentasi jam 8, saya mau sarapan dulu. Kyou wa tanoshinde kudasai!! XD

Sunday, February 17, 2013

Hijau, Biru, Merah, Hitam

Posted by Icha at 3:01 PM 0 comments
Hijau.
Untuk setiap hari yang terlewati. Untuk kejadian sederhana yang membuat saya tertawa. Untuk hal-hal kecil yang tertangkap mata dan telinga. Untuk setiap detail yang disyukuri. Untuk peristiwa yang biasa, sangat biasa, tapi terasa istimewa.



Biru.
Untuk kesedihan dan air mata. Seperti keluhan yang saya titipkan pada langit agar sampai pada awan, supaya nanti jatuh dibawa hujan. Atau seperti ganjalan yang saya hanyutkan ke laut, supaya dibawa ombak. Pergi dan tidak kembali, agar rasa sedih dan sakit tak perlu datang lagi



Merah.
Untuk ungkapan setiap rasa jengah dan marah. Untuk luapan emosi yang membakar hati seperti api. Seperti kobaran yang menunggu dipadamkan. Untuk kata-kata yang tertahan dan tak terucapkan, tapi menuntut pengertian. Sekali lagi, hanya menunggu dipeluk dan dipadamkan. Menunggu dia yang cukup berani memeluk dan memadamkan.



Hitam.
Untuk kamu. Untuk setiap huruf, kata, ekspresi yang hanya aku yang tahu.






*harus beli diary lagi*

Saturday, February 16, 2013

Me and The absurdity of My Assignment (Kepengennya Sambat)

Posted by Icha at 9:44 AM 0 comments
Mahasiswa yang minta dikeplak panci adalah mahasiswa yang tau dan sadar sepenuhnya bahwa tugasnya banyak dan belum pada beres tapi malah ngeblog saking pusingnya. Dan mahasiswa itu adalah saya.

Saya harus ngerjain dua jenis tugas buat mata kuliah wajib Karier Bioteknologi yang dikumpulin Selasa depan. Yang pertama ngerangkum semua kuliah tamu dan bikin analisis SWOT. Kedua, dan yang lebih parah, bikin makalah (atau paper atau esai atau apalah namanya itu) tentang rencana mau jadi apa setelah gelar M.Biotech nyangkut di belakang nama (aaamiiinnn ya Allah...).

Makalah atau entah apa namanya itu dipatok maksimal sepuluh halaman dan saya bahkan belum dapet dua halaman, tapi kepala rasanya udah kaya diacak-acak. Ngeblank parah. Ngga tau mau nulis apa. Masalahnya, yang pengen saya lakukan selepas S2 ngga ada di antara pilihan yang mesti dibahas. Padahal kalo pilihan itu ada, saya pasti lebih gampang nulisnya karena udah terancang dengan jelasnya. Hahahahaaa :))

Bagian paling parah dari semua ini adalah keabsurdan dan keabstrakan tugas ini membuat saya kepengen ngeluh. Nggrundel. Sambat.

Sambat ke orang yang spesifik, lebih tepatnya.

Jadi sejak setengah jam yang lalu udah ngga keitung berapa kali saya pegang hape, unlock phone, masuk ke message, ngebuka conversation antara saya sama dia dan siap ngetik sms yang isinya sambat ngga jelas ke dia.

Tapi tiap kali ini jari udah siap ngetik sms, monolog ini juga selalu terjadi.

Another me : Mau sambat lagi, Cha?

Me : Iya.

Another me : Ealah nduuuuk, kowe ki lho. Opo-opo ditandangi dhewe, garapan digarap dhewe, ning mung koyo ngene wae kepingine kok sambat. Opo yo ora mesakke sambatanmu. Sambatanmu ki yo kesel saben dino mbok sambati.

Me : *mencet tombol back berkali-kali sampe balik ke home screen --> lock phone*

Yah, begitulah. Dan akhirnya ngga jadi sambat.

Ayolah Cha, wong ya biasanya betah ngerjain sendiri. Masa beginian doank bawaannya kepengen sambat.

*sigh*

Dah ah, ayo dikerjain lagi tugasnya.






(Mungkin sebenernya saya ngga kepengen sambat. Cuma pengen dia tau saya lagi bingung ngerjain tugas. Tapi kalo kaya gitu diitung sambat... Yasudalah)

Friday, February 15, 2013

Ordinary Day - Vanessa Carlton : For Our 'Everyday'

Posted by Icha at 5:57 PM 0 comments
Just a day, just an ordinary day
Just trying to get by
Just a boy, just an ordinary boy
But he was looking to the sky
And as he asked if I would come along
I started to realize
That every day he finds just what he's looking for
And like a shooting star he shines

And he said
Take my hand
Live while you can
If we walk now we will
Divide and conquer this land
And as he spoke, he spoke ordinary words
Although they did not feel now
For I felt what I had not felt before
And you'd swear those words could heal
And as I looked up into those eyes
His vision borrows mine

And I know he's no stranger for I feel
I've held him for all of time
And he said
Take my hand
Live while you can, now
And if we walk now we will
Divide and conquer this land
Divide and conquer this land
Divide and conquer this land
Please come with me
See what I see
Touch the stars for time will not flee
Time will not flee
And you must be
Just a dream, just an ordinary dream
As I wake in bed
And the boy, that ordinary boy
Oh was it all in my head?

Didn't he ask if I would come along?
It all seemed so real
But as I looked to the door I saw that boy
Standing there with a deal
And he said
Take my hands
Live while you can
And if we walk now we will
Divide and conquer this land

Divide and conquer this land
Divide and conquer this land
Just a day, just an ordinary day
Just trying to get by
Just a boy, just an ordinary boy
But he was looking to the sky

Our everyday is just ordinary.
Ordinary but meaningful, am I right? :))




Lyrics source : here

Saturday, February 9, 2013

A One-or-Two-Week Serial of Stories

Posted by Icha at 10:14 AM 0 comments
~Part 1~
#nowplaying Bohemian Rhapsody - Vitamin String Quartet (tribute to Queen)

Ujian Akhir Semester yang mengharuskan saya duduk di ruang pesakitan (merujuk istilah Resta) SELESAI. 90% ngerasa ngga yakin hasilnya bakal, jangan bilang perfect deh, sesuai harapan. Ah, tapi namanya juga maba semester 1, kalopun nilainya ngga bagus" amat ya mari kita pake excuse paling banter, yaitu masih masa adaptasi. Muahahahaaa :))

Yah, walaupun begitu saya berterima kasih sama semua pihak yang telah membantu melengkapi 'amunisi' saya selama ujian. Amunisi fisik, mental dan doa pastinya. Buat sohib" yang berinisiatif ngajakin belajar bareng pastinya. Oiya, jadi inget hari Senin dua minggu yang lalu. Siangnya kami seangkatan baru melalui ujian Biologi Sel yang... menyakitkan hati. Terus malamnya saya dan tiga orang temen seperjuangan senasib sepenanggungan BMS (Resta, Bimbim, Yeni) belajar bareng di Dunkin Jakal buat ujian keesokan harinya. Ditemani donat dan secangkir hot chocolate (saya), kopi (Bimbim), dan entah ada minumnya Resta sama Yeni, kami nguplek-nguplek mekanisme biosintesis terpenoid, IPP-DMAPP, ngeliatin penggabungan kepala-ekor, nekuk" struktur squalene, dan berbagai kerangka karbon yang bikin otak jadi keriting. Alhamdulillah-nya, besoknya semua yang kami pelajari keluar SEMUA dan alhamdulillah-nya lagi, yang keluar itu yang gampang-gampang. Jadilah hari Selasa, 29 Januari 2013 dinobatkan sebagai hari tersukses kami sepanjang UAS. Bayangin, ngerjain ujian hanya dalam waktu 30 menit dan keluar dengan muka sumringah!! Gelaaaaaaaaaaa... XD

Ehm, pastinya makasih juga buat yang udah nemenin belajar selama ujian, baik nemenin belajar bareng di kosan ataupun dari jauh. Makasih ya Mas... ^_^

Eeeeehhh, tapi blum bisa seneng" loh Cha. Masih ada presentasi jurnal Genmol sama makalah Karir Biotek yang abstrak ituuuu!!!! #kemudianhening #kehilanganekspresi


~Part 2~
#nowplaying Bittersweet - The Piano Guys feat. Spencer Schmidt

How does it feel when your precious one tells you something great, so damn great that it's strong enough to make your heart explode. That kind of explosion which is caused by (and contained with) admiration, happiness, fear, pain, tears, and above all, love.

All of them, all of those feelings was covered by love. I don't know why I'm saying this right now, but I'm totally sure it was. And in our facebook chat that night, I told him so. I told him I loved him, with smile emoticon following my words. But he didn't know I was crying while doing that. I couldn't even anticipate those tears. I realised it just after my cheeks got wet.

All those feelings, the admiration, happiness, fear, even the love is all cliché. Whatever. The point is I was afraid to lose him. And on that Thursday, I tried my best not to show him, not to tell him. I thought I successfully managed it because I was focusing my mind on Enzymology presentation. But after I left the stage, I felt empty. Oh I forget to mention, he was there. He came to watch me presenting my article even though he didn't take the class. He sat right next to me and for the first time his presence stroke me with a terrible pain.

So, he finally found that there was something wrong with me. He kept asking, I kept not answering. The news was great, I knew he was so happy that he chose to tell me, hoping that I would be happy for him as well. How could I break his heart by telling him how I exactly felt? That's cruel. But he kept asking and finally I told him. I told him all those cliché and then the pain was totally gone. I just realised that the most important thing in this case is he already knew what I felt and it was enough. He even asked me "Do you want me to promise you something?" and I replied "No, just don't. If you make a promise then you fail to keep that, it will terribly hurt".

Then he said some words and somehow those words seemed like promises to me. The fact is I was afraid to lose him and you know what, I still am. But no matter what happens, the promise has been said. And when I start to feel afraid, when the fear strikes me once again, all I need to do is just having faith. Believing that someone already keeps my wings unbroken. I know he's trying his best. All I need to do is to trust Allah. And him ^_^


~Part 3~
#nowplaying Good Time - Owl City & Carly Rae Jepsen

Masih hari Kamis yang sama, sepulang presentasi Enzimo, saya berusaha bayar SPP ke bank, tapi gagal gara" sistemnya offline. Apa-apaan coba, manusia ngantri segitu panjang tapi sistem offline mulu. Bah, merugikan konsumen -____-

Akhirnya jadilah saya luntang-lantung di kosan. Kalo ngga inget sore itu saya bakal ketemu empat temen S1 (Dea, yang selanjutnya akan kita panggil Decrut, Wida si Teteh, Tante Meli sama Papy Kholis), mood saya mungkin bakalan lebih ngacak lagi. Jam dua kurang, si pacar dateng ke kosan. Ngobrol (iya, ngobrol) bentar, abis itu capcus. Nah, si Decrut ini ngajakin ketemuan di Benteng Vredeburg di Malioboro sono. Saya ama si pacar mikir, udah jalanan ruwet, masih mesti nyari helm pula. Akhirnya kami putusin naik busway aja. Panas-panasan, belum makan, bikin jarak dari kosan ke halte rasanya jauuuuuhhhh banget. Hahahaha... :))

Akhirnya setelah melewati perjalanan panjang (halah, lebay), sampailah kami di Benteng. Di sana sudah menunggu si Decrut Ucrut sobat saya yang bulet-imut. Hihihiiii... Piss Dee, gw juga bulet kok :P Kami pelukan kaya Teletubbies dan kami ketemu Papy, Tante sama Teteh di museum. Langsung menggila semacam jaman S1, jejeritan, saling ngegodain dan pastinya laaahhh, narsong :D Oiya, selain mereka ada dua temen lagi, namanya mas Eko n Ari. Kalo mas Eko orangnya koplak, mirip kaya Papy. Kalo Ari orangnya pendiem, tapi sebenernya bisa diajak becanda juga :))

Abis itu kami sholat asar, terus jalan sambil foto" dan karena saya ama pacar udah kelaperan tingkat dewa akhirnya nyari tempat makan. Karena pusing mau makan di mana, akhirnya kami milih makan di Raminten Mirota Batik. Saya belum pernah makan di Raminten situ, jadi bolehlah nyoba, walau agak" ngeri. Emm, ngga usah diceritain ya gimana kami di sana, intinya mah kami makan sambil ngobrol gitu. Hehehe...

Abis makan kami muter bentar di Mirota, terus abis itu karena udah mau maghrib dan sejujurnya saya udah sakit kepala, saya ama si pacar ijin pulang duluan. Sebenernya ditahan-tahan sama anak-anak ngga boleh pulang, soalnya Om Fikar mau nyusul. Cuma gimana ini badan menuntut haknya untuk nglekar. jadilah saya diijinin pulang dengan diancam Papy harus ikut kumpul-kumpul di Solo hari Sabtu, kalo ngga dicoret dari daftar nama anak. Heeeeuuuuu...


~Part 4~
#nowplaying Danshi Koukousei to Tomodachi no Heya - Ost. Danshi Koukousei no Nichijou
 
Hari Sabtunya, saya dapet tugas negara dari Bos Besar. Hahahaha... Pulangnya beres-beres bentar di kos abis itu dijemput Papah dan kami capcus ke Solo. Sampe Solo... Ah, jujur saya males cerita. Intinya ngga jadi ketemuan sama temen-temen gara-gara acaranya ngga jelas. Tambahan lagi, saking keburu-burunya, saya ke Solo bawa laptop tapi ngga bawa chargernya. Mana pas dinyalain batre laptop cuma bisa bertahan sejam. Gagal sudah nyicil tugas. Heeeuuuu... Oke baiklah, ambil sisi positifnya. Kali emang sama Allah saya ngga boleh mikirin tugas dulu. Jadilah malem itu saya minta diurut Yangti. Urut sebadan. Hailnya? Badan njarem-njarem tapi mood ada di awang-awang XD

Mood yang ada di awang-awang itu saya manfaatin buat me-time. Ngga sehari penuh sih, cuma paling dua jam. Saya jalan kaki dari rumah ke Solo Square (yang kira-kira jaraknya dari kosan ke Mirota Kampus) dan nonton Hansel & Gretel Witch Hunters. Keren banget filmnya, cumaaaa violence-nya lumayan banyak dan terekspos, pantes kalo ratingnya dewasa. Ironisnya, banyak orang tua yang nonton film itu dengan membawa anak-anak mereka yang kira-kira masih seumuran SD. Hadeeeeehhhh...


~Part 5~
#nowplaying I Won't Give Up - Jason Mraz

Him : I haven't told him [his boss] what my truly reason is.

Me : The low-lying fruit?

Him : It's not.

Me : Then what is it?

Him : You.

Monday, January 21, 2013

Teddy Bear (One for My Room, Please) ^_^

Posted by Icha at 8:19 PM 0 comments
Empat bulan di kosan dan baru sadar, kamar saya sepiiiiii banget.

Ada dua alasan kamar saya berasa sepi. Satu, ngga ada rak buku gede yang berisi jejeran novel dan komik. Dua, nah, yang ini nie.

Ngga ada boneka barang satu pun di kamar.



Well, saya dengan bangga menyatakan bahwa diri ini adalah cewek sejati. Dan saya berprinsip bahwa kamar yang dihuni seorang cewek ngga bisa dibilang kamar cewek kalau ngga ada bonekanya. Muahahahaaa :D

Di rumah saya punya boneka kelinci, kura-kura, sama kucing. Di kamar saya di rumah eyang, ada boneka babi sama buanyak teddy bear. Waktu kecil saya suka segala jenis boneka, tapi paling suka emang boneka beruang, jadi hampir semua teddy bear yang saya punya itu koleksi saya waktu kecil, tapi sejak SMA entah kenapa jadi suka boneka babi. Saya juga inget dulu punya boneka Mickey Mouse, boneka domba, kelinci, kucing, anjing sama kodok ijo. Nah, yang boneka kodok ijo itu sebenernya bikin saya jijay setelah udah gede gini, tapi ternyata boneka itu malah jadi favoritnya Yangti. Yaudah, saya hibahkan dengan ikhlas kepada beliau. Hehehe... Oiya, waktu kecil saya punya boneka satu lemari sendiri. Gimana engga, kalo bosen beli buku larinya beli boneka siiihhhh... XD

I miss you so much, my piggies :*


Nah itu para babi (dan satu pinguin) yang menemani tidur saya di kamar di rumah eyang. Yang paling kiri namanya Diggy. Nama lengkapnya Diggy-tuin. Boneka itu saya beli di Bandung waktu study tour SMA. Terus babi gede yang pake pita pink tua dan kepalanya nengok tanpa kenal lelah itu namanya Piggy. Yang nangkring di atasnya Piggy itu namanya Tonton, saya kasih nama kaya babinya Tsunade. Kalo bantal babi itu namanya Pinky en si pinguin itu namanya Pingu.

Warnanya pink semua?? Sudahlah, tak perlu kau tanyakan :P

Oiya, di kamar sebenernya saya juga punya satu boneka panther lumayan gede yang saya kasih nama Bagheera. Itu nama panther sahabatnya Mowgli di film Disney yang judulnya The Jungle Book. Kalo dipikir-pikir, itu satu-satunya boneka saya yang ngga cewek banget. Hahahahaa... Abisnya kan bentuknya macan dan warnanya hitam legam gitu. Tapi boneka itu selalu saya taro di pojokan kamar, buat jagain saya kalo tidur. Wkwkwkwkwk... Lagian gitu-gitu boneka itu udah kira-kira 21 tahun nemenin saya lho. Udah kaya adik saya si Bagheera itu :))

Teruuuusss waktu kecil saya juga punya 3 teddy bear kesayangan. Ukurannya medium lah, pas buat dipeluk. Yang satu warnanya coklat, namanya Teddy, satunya item belang putih, namanya Kumkum dan yang terakhir yang paling saya sayang, warnanya putih dan namanya Jilli. Sayangnyaaa, saya ngga punya foto mereka, jadinya ngga bisa diposting deh :(

Nah, karena udah kebiasaan tidur di kamar yang ada bonekanya, ini kamar kosan jadi berasa sepiiiii banget gara-gara ngga ada tiruan beruang berbulu lembut itu. Lagian kalo ada boneka kan bisa jadi temen curhat walaupun dia ngga bisa ngomong, cuma senyum doank. Hihihiiiii... Makanya, mumpung minggu ini udah ngga ada ujian, saya kepengen jalan-jalan beli teddy bear baru buat kamar kosan. Kepengennya siiihhh, beli yang warna pink dan yang ukurannya medium biar enak buat dipeluk atau diuyel-uyel :D

Lagian biar kamar saya jadi 100% kamar cewek gitu loooohhh... :))

Jadiiiiii, mau teddy bear kaya apa buat kamarmu, Cha? XD

Teddy bear-nya Lee Shin di Princess Hours. Ganteng yah? ^_^



Kalo yang ini di Playful Kiss


Lucuuuuuuuu... ^_^





*P.S. Buat kamu yang lagi baca... Iya kamu, ngga usah sok-sokan tengak-tengok gitu ah :P
Buat kamu, ini bukan #kode lho yah. Hahahahaaa :))))

Wednesday, January 2, 2013

When It Rains (part 2)

Posted by Icha at 9:10 PM 0 comments
Hujan ini, bukan tentang apa atau siapa.

Bukan tentang gerimis yang jatuh satu-satu,
atau butir-butir yang berlari turun dari balik mendung.

Bukan pula tentang jemari yang terjalin,
tatapan yang menolak teralih,
atau cerita yang tak hendak berhenti.

Bahkan bukan pula tentang tawamu yang terdengar renyah,
air mataku yang tertahan enggan,
atau rahasia yang rapat kita kunci.

Bukan, bukan tentang semua itu.

Hujan ini semata hanya tentang aku.




Karena di hujanku ada kamu.






*Ketika otak ngga bisa diajak komromi belajar Biosel*
 

Confessions of A Not-It Girl Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea