Saturday, October 24, 2009

Ame ga Suki Desu!!

Posted by Icha at 6:16 PM
Saya sukaaaaa sekali hujan.

Saya suka suara hujan. Saya suka bunyi tetesan air hujan yang jatuh membentur jalan. Saya suka bau tanah saat hujan. Saya suka melihat pemandangan orang-orang berjalan dengan payung aneka warna. Saya suka udara yang sejuk saat hujan. Saya suka suara kodok bernyanyi bersahut-sahutan saat hujan. Saya suka semuanya, semua tentang hujan.

Dan entah bagaimana caranya hujan selalu bisa bikin saya merasa lebih. Lebih terinspirasi, lebih romantis, lebih dramatis, lebih laper, dan lebih ngantuk. Hehehe..... Yang dua terakhir itu efek tersier aja kok. Yang jelas hujan adalah stimulan untuk otak kanan saya. Saya suka merancang adegan romantis untuk cerita yang saya tulis dengan latar belakang hujan. Dan hasilnya memang jadi lebih romantis sampai cenderung ke arah lebay. Saat hujan, saya juga jadi suka dengerin lagu-lagu yang kalem, such as instrumental piano, biola, or lagu-lagu dengan sentuhan akustik gitar. Saya banget deh. Istimewanya, saya yang biasanya ngga bisa belajar tanpa musik, pas hujan jadi bisa melanggar pakem itu. Soalnya suara hujan udah terasa musik di telinga saya. Ceileeehhhh.....

Sejujurnya saya pun punya banyak kenangan saat hujan. Waktu kecil, saya hampir selalu liburan sama Mama Papa ke Batu, Malang. Tiap kali kami sampai di depan rumah Pakde, saat itu pasti turun hujan. Udara yang dingin jadi tambah dingin. Hujannya ngga gede sih, cuma kaya gerimis tipis. Tapi justru itu yang bikin pemandangan jadi indah. Saya suka ngeliatin gerimis itu dari teras rumah Pakde. Ngga ada kata lain yang bisa menggambarkan pemandangan itu kecuali: so sweet..... ^_^

Beranjak maju, saat SMA saya bener-bener makin mencintai hujan. Banyaaaakk banget peristiwa yang terjadi dengan latar belakang hujan. Saya pernah punya sebuah wish dan keinginan itu terkabul saat hujan. Seneng banget dan sampai sekarang saya ngga pernah lupa kejadian itu. Saya juga pernah punya momen terindah yang terjadi pada pagi hari yang diwarnai hujan deras. Bahkan saya nyadar suka sama seseorang waktu hari hujan full dari pagi sampai pagi lagi ngga berhenti. Hujan membuat semua kenangan indah saya terasa lebih indah. Hujan bikin saya mampu mengingat semua, setiap detail terkecil dari peristiwa yang pernah saya alami. Dan pastinya membuat rasa yang timbul dari setiap momen itu tak pernah hilang.

Sekarang saat kuliah, rasa cinta saya sama hujan ngga berkurang. Secara saya kuliah di daerah dataran rendah yang panasnya minta ampun. Ditambah, saya tidur di kamar yang entah karena posisinya salah atau gimana merupakan kamar paling panas di rumah. Kalau cuaca panas, gerah dan sumuknya gila-gilaan. Tapi sekalinya hujan dan udara jadi adem, suhu kamar langsung menurun drastis dan kamar saya pun bertransformasi jadi kamar paling nyaman sedunia. Nah, kampus saya ternyata ngga mau kalah menyuguhkan pemandangan indah saat musim hujan. Di kampus banyak banget pohon entah apa (parah banget anak Biologi ngga tau) yang bunganya kuning dan wangi. Pada musim hujan, pohon-pohon itu serentak akan berbunga dan kampus jadi bernuansa warna hijau dan kuning yang kontras banget. Kalau ada angin, bunga-bunga itu akan berguguran, maka jadilah di musim hujan saya menyaksikan dua macam hujan, hujan air dan hujan bunga. Gimana ngga romantis?

Saya memang ngga tau gimana awalnya saya bisa suka sama butiran-butiran air yang jatuh dari langit itu. Tapi yang jelas saya ngga pernah ngga menikmati yang namanya hujan. Mulai dari hujan rintik-rintik alias gerimis sampai hujan deras yang dibumbui petir. Well, paling petirnya yang ngga saya suka. Satu lagi, saya benci bagian mati listriknya. Hehehehe.....

Sekarang saya masih dan selalu cinta hujan. Dan doakan saja adegan romantis yang selama ini cuma tergambar dalam khayalan dan tertulis di microsoft word akan benar-benar terjadi pada saya saat hujan. Soalnya saya masih punya satu wish lagi yang belum terwujud. Semoga saat Allah SWT mengabulkan keinginan saya itu, semua terjadi pas hujan turun dengan porsi yang paling romantis ^_^

Ame ga suki desu!! Daisuki!!


_On the rainy night, in my room sweet room_

2 comments:

Unknown said...

coba aja hujan salju ya??
heheheee

Anonymous said...

Kecintaan Icha sama hujan mirip kecintaanku sama dua hal:
(1) bulan purnama
(2) bakar kertas

Hehehe... yang pertama sih kebayang mirip2 mungkin ceritanya sama post blog ini. Cuma yang kedua? Bakar kertas???

Bener, kalau aku sudah suntuk puoooolllll... puol lan. Pasti aku mencari tempat untuk bakar2 kertas2 lama, kertas2 tak berguna, kalo gak ada kertas ya koran lama minimal. Saya bisa menghabiskan ber-jam-jam bakar kertas sambil merenung. Biasanya merenungkan kejadian-kejadian besar yang berlangsuh hari itu. Yang, biasanya, berat, dan seperti api: panas, juga seperti kertas bekas: tak berdaya....

udah ah, mulai ngaco!!

Makanya Cha, cepetan selesai dan cari kerja di Bogor, kota Hujan, dan deket ama Mamah mu... :-)

 

Confessions of A Not-It Girl Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea