Wednesday, October 29, 2008

BALI AGAIN!! (Part 2)

Posted by Icha at 1:45 PM
Melanjutkan cerita petualangan saya di Bali waktu liburan kemarin, saya ngga cuma jalan-jalan ke Bird Park aja loh. Saya sempat juga ke Pasar Sukawati. Tau kan, Pasar Sukawati adalah pusat oleh-oleh terkenal yang menjual berbagai macam suvenir dengan harga murah. Kalau jago nawar, kita bisa dapat banyak barang tanpa kena kanker (alias kantong kering). Saya dan sepupu-sepupu juga membeli oleh-oleh buat teman-teman di kampung halaman. Mama tentu saja didaulat jadi seksi nawar. Dan berhasillah kami membawa segepok barang cantik untuk dibawa pulang.

Kami ke Bali ngga cuma buat traveling dan belanja aja, karena tujuan kami sebenarnya adalah menghadiri pernikahan Om saya. Saya kagum sekali melihat persiapan pernikahan mereka. Ada panggung tempat sesaji, rangkaian bunga, dan kain warna-warni yang menghiasi seluruh rumah. Rasanya saya ikut jadi orang Bali! Ngga terlewatkan, satu set gamelan Bali yang sudah saya bayangkan akan mengalunkan melodi Bali yang indah dan sedikit bernuansa mistis itu.

Pada hari H, Om saya, Om Nino, dan calon istrinya, Tante Eka tampil sangat.... keren! Mereka memakai kain tenun Bali asli (yang katanya berat banget). Tante Eka lebih hebat lagi. Hiasan kepalanya yang menjulang tinggi layaknya putri penari Legong itu membuat Tante tampak cantik sekali. Saya dan para sepupu cewek ngga mau kalah. Kami langsung mengenakan baju terbaik dan bercantik-cantik hari itu. Ngga lupa kami juga foto-foto bareng Om dan Tante. Bisa juga saya berfoto dengan pengantin tradisional Bali!!

Sebelum hari beranjak siang, diputuskan prosesi pernikahan segera dimulai. Sudah ada Pedande (pendeta Hindu) yang siap memimpin jalannya prosesi. Saya dan Mas Elang mengambil foto jalannya prosesi. Prosesi ini sangat rumit, panjang, dan punya urut-urutan tersendiri. Saya sendiri bingung dan lupa kalau disuruh menjelaskan jalannya upacara itu. Tapi yang pasti saya sangat menikmati prosesi tersebut. Doa sang Pedande, bunyi lonceng berdenting, berbaur dengan alunan gamelan Bali sehingga suasana jadi khusuk dan religius. Saya baru tau, ternyata pengantin melakukan ritual pernikahan dua kali. Yang pertama sebutannya di Pendapa Bawah dan yang kedua di Pendapa Atas. Pedandenya berbeda, jalannya ritual pun berbeda.

Selesai upacara, acara beranjak pada ramah-tamah. Para tamu dipersilakan mengambil makanan kecil dan menikmati sajian tari topeng. Pada mulanya saya ngeri melihat tarian itu, terutama karena topengnya. Tapi setelah saya tau esensi tarian itu, saya jadi ngga takut lagi. Ternyata tari topeng menggambarkan sifat-sifat manusia. Ada yang baik, ada yang jahat. Setelah menari, para penari tadi melawak untuk menghibur para tamu. Tapi karena mereka bicara dengan bahasa Bali, saya jadi ngga terlalu paham.















Ini beberapa dari foto yang saya ambil waktu prosesi pernikahan berlangsung. Kelihatan khusuk banget kan?





Ini ada foto saya dan para sepupu cewek bareng Tante Eka. Liat deh, mahkotanya Tante. Bunga-bunga di situ dipasang satu-satu dari jam 4 pagi loh! Kebayang beratnya. Kalau yang satu lagi, itu foto salah satu penari topeng. Penari itu menari dengan banyak gerakan jari dan gerakan patah-patah. Liat aja jarinya yang lentik itu. Ngga kalah luwes sama cewek ya!



Untuk part 2 ini, segini dulu. Tetep tongkrongin blog saya untuk tau kelanjutan petualangan saya di Bali. ^_^

0 comments:

 

Confessions of A Not-It Girl Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea