Thursday, September 2, 2010

Tentang Hari ini

Posted by Icha at 7:16 PM 2 comments
Hwahaaa.....

Saya mengalami hari yang sangat luar biasa kalau tidak bisa disebut kompleks. Bener-bener ya, kalau bukan pas bulan puasa mungkin mood saya udah berantakan kaya kapal pecah. Sejujurnya sekarang perasaan saya juga masih strange. Saya pikir daripada ngapa-ngapain ngga beres karena mood juga masih aneh, mendingan nulis. Besides, saya juga pengen share tentang hari ini, tentang pelajaran yang saya dapet.

Alhasil dengan ditemani lagu favorit saya tiap kali ada kejadian yang 'mendewasakan', Kimi wa Boku ni Niteiru-nya See-Saw, saya beberkan semuanya deh.

First lesson:

Kejujuran tidak akan membuatmu menjadi hancur. Kejujuran adalah cara membebaskan perasaanmu, melepaskan topeng dari wajahmu. Kejujuran akan menarikmu pada kebenaran.
Akhirnya kemarin klimaks dari apa yang saya rasakan selama ini terjadi juga. Mengungkapkan kebenaran ternyata lebih mudah daripada mendengar sebuah kebenaran. Asli. Tapi seperti apa yang saya tulis di atas, kejujuran itu membebaskan perasaan saya. Saya jujur pada diri sendiri, sekaligus pada orang-orang yang saya sayangi. Dan saya ngga pernah berpikir kalau rasanya bisa begitu melegakan.

Second:
Allah SWT gives you exactly what you want. And if you ask sincerely from the heart, that's what you get. Dan kadang, kau hanya perlu mengikhlaskan keinginan dan pertanyaanmu, juga untuk apa yang kauterima.
Ikhlas itu membebaskan dan melegakan.
Kalimat ini pernah saya dengar sebelumnya dan ternyata sama sekali ngga bohong. Kemarin saya berdoa agar saya ditunjukkan kebenaran, sesakit apapun itu. Entah apapun isi kebenaran itu, saya ngga peduli. Saya hanya ingin kebenaran. Pas kebenaran itu diungkapkan, anehnya saya ngga terlalu merasa shock. Mungkin karena sudah bisa memprediksi dari awal. Setelah denger semua kebenaran itu, saya masih bisa ketawa-ketawa, masih bisa bercanda. Okelah, saya ngga munafik, ketika saya duduk sendirian di kamar dan mengingat lagi semua kejadian tadi siang, hati saya sempet agak ngerasa 'jleb' juga. Tapi saya ngga terlalu sedih, saya ngga nangis. Saya malah nyandak external harddisk dan ketawa ngakak nonton HanaKimi. Waktu mau tidur, hati saya sudah seringan bulu rasanya. Alhasil, bisa tidur nyenyak semalem ^_^

Third:
Cinta itu bukan cuma masalah hati dan perasaan. Tapi juga masalah sudut pandang. Semakin luas sudut pandangmu, semakin fleksibel dirimu dalam memaknai cinta.
Saya ngga pernah pengen jadi orang cupet, orang yang bersudut pandang sempit. Dalam hal apapun, termasuk perasaan. Bagi saya, seberapa luas sudut pandang seseorang menggambarkan kedewasaannya. Ini pun baru benar-benar saya pelajari kemarin. Orang yang sudah punya banyak pengalaman dalam suatu hal bisa jadi masih sangat naif dalam hal lain. Saya pun mungkin begitu. Saya ngga mengklaim diri saya berpengalaman masalah cinta. Justru pengalaman patah hati yang banyak. Tapi mungkin itulah yang membuat sudut pandang saya berkembang. Cinta ngga selalu harus memiliki, dalam artian secara fisik. Cinta ngga memaksa orang lain untuk mengikuti cara pandang kita. Cinta adalah bagaimana membuat orang yang kita sayangi merasa secure, merasa safe, aman, yakin bahwa ia dicintai untuk tujuan yang baik.
Dan mungkin ini yang belum terpahami oleh seseorang yang bicara dengan saya hari ini.

Fourth:

Rasa kehilangan hanya akan ada jika kau pernah merasa memilikinya.
Ini adalah line favorit saya dari lagunya Letto yang judulnya Memiliki Kehilangan. Hari ini juga helm kesayangan saya mendadak raib. Salah saya juga sih, kenapa itu helm ngga saya kunci di motor atau saya titipin satpam. Well, mungkin ini ganjaran orang takabur. Udah tau helm baru, tapi ngga ada ikhtiar mengamankan. Ckckckck.....
Anyway, gimanapun juga helm itu udah ilang. Untungnya ngga dicuri di depan mata saya. Mendingan saya ngga tau muka malingnya daripada ketemu saya terus saya sumpahin sengsara dunia akhirat. Pas tau helm itu ilang, rasanya adududuh, gimana gitu. Kecewa, sedih, plus takut diomelin Papa. Tapi setelah itu saya justru bersyukur, mungkin ada hikmah di balik helm saya yang 'ditilapke' itu. Meski baru, helm itu emang rada sempit di kepala saya. Jadi mungkin ada baiknya helm itu ilang, jadi saya bisa beli yang baru, yang lebih enak dipake. Ya walaupun dengan begitu saya harus rela mengalami pemotongan uang bulanan.....
Ngga cuma keilangan helm. Saya ngerasa hari ini saya pun keilangan harapan. Semua orang emang dianjurkan hanya berharap kepada Allah SWT, yang mana kita ngga akan pernah kecewa karenanya. Tapi ngga ada yang salah juga dengan menggantungkan harapn sederhana pada seseorang. Apa yang saya dengar setahun terakhir tentang seseorang bikin harapan saya melambung. Tapi harapan itu hari ini ilang ditelan kebenaran. Sedih? Sedikit. Untungnya ngga berlarut. Gimanapun juga saya memiliki harapan itu. Sedih rasanya ketika saya tau saya ngga boleh berharap lagi. However saya bersyukur Allah masih menganugerahi saya harapan itu. Karena diakui atau tidak, harapan itu bikin saya semangat. Sekarang tinggal sayanya aja, mau bertahan pada harapan kosong dan badmood terus karenanya atau bangkit dan menatap harapan lain yang lebih mungkin untuk diperjuangkan.

Fifth:

Sahabat menjaga perasaanmu, sahabat menyalakan harapanmu, sahabat mengingatkanmu pada kebaikan, dan sahabat tidak menutup matamu dari kebenaran.
Saya sangat berterimakasih sama 3 sahabat yang udah nemenin saya hari ini, yang udah menjaga saya tetap ceria, yang nngingetin supaya saya ngga sedih, yang menunjukkan kejujuran pada saya, dan yang terpenting ngga menyembunyikan apapun dari saya.
Dan saya juga berterimakasih sama seseorang yang udah jujur sama saya. Yang mau menatap mata saya saat saya mengatakan kebenaran. Yang membuat saya belajar banyak hal, tentang persahabatan, tentang cinta, tentang kejujuran, dan tentang hidup ini sendiri.
Hontou arigatou..... ^_^

Sekarang soundtrack berubah jadi Kot Ipi Naerinda (Raining of Flowers), instrumental favorit saya di Princess Hours. Saya selalu dengerin lagu ini ketika perasaan saya sedih campur seneng dan saya selalu membayangkan lagu ini jadi backsound ketika saya menangis sekaligus tersenyum. Mungkin itulah perasaan saya sekarang, walaupun saya ngga tau mana yang lebih dominan antara keduanya. Anyway, saya bersyukur sekali atas hari ini. Saya bersyukur atas pelajaran yang Allah berikan, begitu banyak dalam sehari.

Dan mungkin, setelah ini, setelah hari ini, saya akan lebih mantap untuk maju selangkah menjadi dewasa.

YOSH!!!!!!!!!! ^__^

Friday, August 13, 2010

Semua HARUS dengan Hati

Posted by Icha at 5:05 PM 0 comments
Berharaaaapppp banget puasa di hari ketiga ini ngga ilang pahalanya.....

Hari ini saya secara ngga sengaja mengadakan sesi curhat dengan beberapa sahabat. Tau sih, sebenernya kalo puasa-puasa ngga boleh ngomongin orang. Tapi dasarnya manusia, kalo udah mulai sulit nyetopnya. Plus dalihnya adalah kami kan bicarain kebaikan orang itu, jadi itungannya ngga masuk ghibah. Hehehe.....

Anyway, intinya kami sempet membicarakan seorang tokoh. Beliau ini adalah salah satu pendidik favorit saya, idola saya. Jadi obrolan ini sebenernya ngga jauh-jauh dari alasan kenapa saya mengidolakan beliau. Sang ibu ini, entah bagaimana sejak pertama kali kenal beliau, saya langsung jatuh cinta. Bukan dalam konteks sempit loh cintanya. Saya jatuh cinta sama cara mengajar beliau, sama kepribadian beliau, sama prestasi beliau, dan tentu saja sama pembawaan beliau dalam menyikapi profesi dan kesibukannya.

Mungkin semua orang di lingkungan kampus ngga ada yang ngga kenal beliau. Beliau ini sudah jadi guru besar, tapi entah kenapa di mata saya beliau tetaplah seorang yang low-profile, tapi di sisi lain berdisiplin tinggi. Seorang guru besar yang berangkat-pulang mengajar naik kereta, tapi lebih sering datang lebih dulu daripada mahasiswanya. Dosen yang update mengenai isu-isu ilmiah, tapi hayu aja kalo diajak chatting (dan kadang ngajak chatting) mahasiswanya lewat facebook. Mungkin ini karena saya pribadi memang ingin dekat dengan beliau, karena faktanya ngga cuma beliau satu-satunya dosen yang bisa begini. Tapi ada satu hal yang bener-bener bikin saya salut dan memfavoritkan beliau.

Saya selalu merasa bahwa apapun yang beliau lakukan, semua selalu dilakukan dengan HATI. Mungkin ini juga yang menjadikan beliau selalu tersenyum dan punya prinsip bahwa hidup ngga perlulah dibikin susah. Beliau pun pernah bilang bahwa kita sebagai mahasiswa juga perlu menghargai temuan kita sendiri, hasil kerja kita sendiri. Tentu saja saya tambahkan catatan kaki dalam hati: sepanjang niat dan prosedurnya benar. However, kalimat ini buat saya sangat bermakna. Lakukan pekerjaan sepenuh hati, nikmati, dan hargai hasil kerja itu. Dengan hati, hidup jadi ngga ngoyo. Meraih kemenangan tanpa harus ngotot, mencapai puncak tanpa ngos-ngosan.

Hari ini pun saya belajar, ngga semua orang bisa begitu. Ngga semua orang punya prinsip begitu. Yang saya lihat, saat ini banyak orang (dan mungkin termasuk saya sendiri) yang mengejar tujuannya dengan kening berkerut, ngoyo, mem-force diri sendiri (plus kadang-kadang orang lain) dan lupa menikmati semua proses itu. Celakanya, semakin dikejar, tujuan itu malahan semakin buram, semakin jauh dari jangkauan. Ujung-ujungnya, dapetnya cape doank. Okelah, mungkin tujuan itu pada akhirnya tercapai. Tapi kalau kita terlalu memaksakan diri sendiri (lebih-lebih ditambah orang lain), kepuasan yang didapat ngga akan 100% kan? Belum lagi kalau ada orang yang terdzolimi secara ngga sengaja. Bukannya relationship yang ngga baik dengan orang lain akan menghambat kita mencapai tujuan itu?

Huuuummmmpppppphhhhhh.....

Kalau puasa bisa melatih kita untuk lebih sabar dan ikhlas, mestinya puasa juga melatih kita untuk beraktivitas mengandalkan hati. Habis kita kan ngga dapet asupan energi dari luar, energi kita ya cuma dari niat, seberapa besar hati kita berniat melakukan aktivitas itu. Lagian kalo aktivitas dilakukan sepenuh hati, biasanya hasilnya akan jauh lebih luar biasa dibanding dugaan kita.

Coba sama-sama, yuk!! ^_^

Thursday, June 10, 2010

Gift IS Curse

Posted by Icha at 8:02 AM 0 comments
Selasa malam, tangis saya pecah.

Beneran kejer waktu telpon Mama habis sholat maghrib.
Dan itu semua hanya gara-gara masalah proyek skripsi.

Seriously, sampe sekarang saya masih horor sama kenyataan yang terjadi. Jangankan cerita, mengingatnya aja saya ngga mau. Saya lebih pilih menjalaninya daripada mengingat dan memikirkannya sekarang. Tapi ternyata setelah nangis, setelah menyesali kenyataan, setelah mengeluh, setelah nyaris melek semalaman gara-gara insomnia saya justru merasa lebih ringan.

Kata dosen pembimbing, ini anugerah buat saya. Well, it's not completely wrong.

Tapi bagi saya, ini anugerah SEKALIGUS kutukan.

Saya dianugerahi kesempatan yang besar, dijanjikan keberhasilan yang besar. Tapi risiko yang saya ambil besar juga. Intinya, untuk mencapai semua itu saya harus mengeluarkan kemampuan terbaik saya dalam waktu yang sempit dan menyesuaikan fasilitas yang ada.

Bisa apa saya? Mengumpat? Ngga menyelesaikan masalah.

Mengutip partner sependeritaan saya, ibarat masuk lubang, kami ngga punya tangga untuk manjat keluar. Alhasil satu-satunya cara hanyalah: entah bagaimana kami HARUS SURVIVE dalam lubang itu. Toh perasaan seperti ini akan dihadapi semua mahasiswa, ngga cuma kami.

Jadilah tadi malam sambil benerin proposal saya mengulang-ulang lagu Gifts And Curses-nya Yellowcard di winamp. Lagu ini salah satu favorit saya dari album soundtrack film Spider-Man 2. Film ini juga yang sudah menjernihkan pikiran saya. Beneran deh, masalah ini bikin saya ngerasa jadi Peter Parker. Dan semua itu mengantarkan saya pada satu konklusi simpel.

Konsep saya tentang sebuah tanggung jawab itu sederhana.
Ketika seseorang diberi tanggung jawab yang besar, hal itu hanya membuktikan bahwa ia dipandang mempunyai kekuatan yang besar.

With great power, comes great responsibility.


_Ben Parker - Spider-Man_

Oh ya, dan saya pun ingat.
Saya mengagumi--sangat mengagumi--seseorang. Saya kagum pada kekuatan dan ketahanannya dalam meng-handle banyak tanggung jawab. Saya ingin seperti dia. Saya berharap bisa jadi seperti dia. Dan Allah SWT tanpa diduga mengabulkan keinginan saya. Kemudian saya sadar, ternyata menjadi dia itu berat. Bahkan mungkin bagi dirinya sendiri. Tapi kejadian (baca: kenyataan) yang sedang saya hadapi ini hanya membuat kekaguman saya padanya bertambah. Dan saya ingin lebih banyak belajar darinya. Terutama tentang kekuatan dan ketahanan itu.

Jadi kalau dia membaca ini, saya cuma ingin dia tau,
bahwa saya sangat bersyukur diberi anugerah-dan-kutukan ini.

^_^


# Untuk kamu, aku cuma bisa bilang satu kata: SEMANGAT!!!!!!!!!!!!!!!! ^_^

Thursday, June 3, 2010

Mungkin Saya Harus

Posted by Icha at 7:58 PM 0 comments
Mungkin saya harus pergi dari perangkap ini. Harus segera menegaskan pada diri sendiri bahwa semua penantian ini mungkin sia-sia. Harus segera memberi batas waktu pada hati, sampai kapan hendak menunggu.

Atau mungkin saya harus diam. Tak bergerak. Tidak maju dan tidak mundur. Berharap sekaligus pasrah. Menerima saja apa yang ada dan menyamankan hati dengan kondisi yang serba tidak pasti.

Atau mungkin saya harus menyatakan saja padanya. Mengalahkan rasa takut untuk bicara. Menyiapkan diri apapun respon yang akan dia tunjukkan. Mungkin saya harus mengambil risiko dan berani menentang pakem.

Atau mungkin saya pendam dalam-dalam saja rasa ini. Menunjukkan tanpa menyatakan. Hanya searah, menunjukkan tanpa ingin tahu apa yang dia rasakan terhadap saya. Tanpa pamrih. Menggunakan konsep klise bahwa cinta tak harus memiliki.

Ngga ada yang salah dalam cinta. Semua indah pada waktunya. Jangan dipercepat. Buah aja kalo di-karbit ngga manis.


_R.T.A_

Atau mungkin saya hanya perlu menyanyi, berpuisi, menulis cerita, tersenyum dan mentransformasi perasaan ini menjadi sesuatu yang indah. Yang bagi orang lain indah, namun mungkin bagimu tidak.

Karena aku tak pernah tahu, pada koordinat berapa sesuatu itu akan mencapai posisi indah di hatimu.

Saturday, May 29, 2010

Abu-abu

Posted by Icha at 6:01 PM 0 comments
I am outside
And I've been waiting for the sun
With my wide eyes
I've seen worlds that don't belong
My mouth is dry with words I cannot verbalize
Tell me why we live like this

Keep me safe inside
Your arms like towers
Tower over me

Cause we are broken
What must we do to restore
Our innocence
And oh, the promise we adored
Give us life again cause we just wanna be whole

And I'll take the truth at any cost

_We Are Broken - Paramore_
Ketika semua hanyalah abu-abu,
lalu kebenaran itu warnanya apa?

#Masih dalam kebingungan. Karena ambiguitasmu mengaburkan pandanganku, sedang dinding yang kaubangun seakan tak hendah runtuh.

Friday, May 21, 2010

Pecah

Posted by Icha at 7:31 PM 0 comments
Aku takut kau direnggut
Aku takut tangan ini ditampik
Aku takut punggungmu bersikukuh
menjauh

Aku sakit hati
Aku sulit untuk menang,
juga tak mudah menerima kata kalah
Sedang kau di sana
bicara
tanpa hilang aksara atau jeda
Kau hanya apa adanya
Memandangku setara

Aku benci
Aku benci caramu bersinar
Aku benci terangmu yang
tak bisa kumiliki sendiri

Aku hendak teriak
Hendak kumantrai langit
Supaya hujan bisa kugenggam
Agar tak kecewa
karena tangan ini
mungkin
tak sanggup memeluk matahari.

Sunday, May 16, 2010

BIO 07 DAHSYAAAATTTT......!!!!!

Posted by Icha at 8:39 PM 0 comments

Sunday, May 16, 2010
@ belakang gedung Teknik Sipil, Fakultas Teknik UNS

BioCommunity 07 is back !!!!

Jujur, belum puas rasanya seharian menggila bersama. Secara setelah terakhir merasakan indahnya kebersamaan waktu praktikum limno kami nyaris lupa rasanya menggila bareng. Beruntung banget deh, bisa dateng ke acara ini dari awal ampe akhir.

Jadi acara yang diadain di samping fakultas teknik ini dibuka dengan curhatnya Mba Ipung selama seminggu jalan-jalan di Malaysia. Acara berlangsung khidmat, adem ayem, semua mendengarkan penuh perhatian sampe tau-tau Nafis menunjuk sesuatu yang bergelangtungan di ujung jilbabnya yang ternyata adalah seekor makhluk imut bernama ULET!! Spontan temen-temen yang duduk di kanan kirinya ngejerit tanpa perlu aba-aba. Langsung dah itu acara feel seriusnya ilang seketika. Semua ketawa ngeliat Nafis yang biarpun lagi dalam posisi panik campur geli tetep bertatakrama ala putri Solo, sedangkan yang duduk di kanan-kirinya jerit-jerit antara pengen nolong tapi geli menyaksikan tingkah si ulet. Kontras banget deh.

Habis itu acara ice breaking yang diisi games oleh 2 orang trainer ternama, yaitu Papy dan Mba Memey. Seperti biasa, Papy mengawali dengan latihan konsentrasi (yang hampir selalu gagal total karena entah kenapa pasti ada aja yang bikin semua peserta pada ketawa), terus dilanjutin Mba Memey yang ngasih games. KIta dibagi 2 kelompok, terus adu cepet nyusun barisan sesuai instruksi. Yang kalah hukumannya dioles bedak di muka. Permainan pun dimulai dengan bumbu kelicikan dan sedikit rusuh waktu rearrange barisan. Ngga berhenti sampe situ, tindakan brutal hampir selalu muncul waktu sesi mengoles bedak. Saya aja dikeroyok tiga orang yang bernafsu tinggi mengoles bedak di wajah saya yang manis ini. Habis itu ada games 'survey' tentang temen-temen di kelas: siapa yang hobi tidur di kelas, paling suka dandan, paling galak, dan paling sering telat. Para pemenang menerima award khusus berupa bedak di muka. Sampe ada acara kejar-kejaran segala saking yang mau ngoles ama yang mau dioles sama-sama keukeuh. Hihihihi.....

Acara dilanjut ke nyanyi bareng yel-yel BIOSPHER. Yang kami pilih untuk dinyanyiin adalah yel-yel dari 2 kelompok yang kontras banget: Rosaceae dan Bignoniaceae. Yang satu full ekspresi dan koreografinya 'goyang' abis, sedangkan yang satunya nyaris tanpa ekspresi. Jadilah kami nyanyiin yel-yel itu sambil mempraktikkan ekspresi dan koreografinya. Mantan-mantan dedengkot tiap kelompok pun beraksi memimpin yel-yel mereka as if jaman BIOSPHER dulu. Ngga ada yang ngga ketawa deh waktu sesi ini.

Habis itu baru deh, acara intinya. Kita sharing bareng diseling ishoma dan lanjut ke pembahasan buku tahunan. Seneng banget deh, temen-temen ternyata pada appreciate sama ide buku tahunan ini. Kelar rapat, acara puncaknya adalah tuker kado!! Wuaaa..... Ini nih yang paling exciting. Saya dapet kado frame hand-made lucu yang motifnya batik. Saya masih mikir-mikir, kira-kira foto siapa yang bakal saya pajang di frame itu. Hehehe..... acara buka kado ini juga disertai pembacaan kata-kata mutiara persahabatan yang diselipkan ke dalam tiap kado. Ada yang simpel, ada yang puitis, ada yang nulis lirik lagu, ada yang pakai bahasa inggris dan ada juga yang kata mutiaranya panjaaaaannngggg banget sampe berlembar-lembar. Wuih, niat banget ya. Yaiyalah, namanya juga buat sahabat..... ^_^

Sebelom pulang, kita foto bareng. Pertama dengen gaya kalem-kalem narsis dan ujung-ujungnya sang korti tercinta menginstruksikan kita untuk foto dengan pose loncat!! Dan hasilnya lumayan oke, walau agak sedikit ngeblur. Hehehe..... Fotonya segera di-upload ya pak korti..... ^_^ Habis itu acara ditutup dengan doa dan tos sembari meneriakkan jargon baru kita: BIO 07 DAHSYAAAATTTT......!!!!!!

Sekali lagi saya belum puas menikmati kebersamaan ini. Tapi berhubung cuaca lagi ojebo ya mau gimana lagi. Tapi yang terpenting semua yang dateng pasti merasakan kebahagiaan dan rasa syukur yang sama besarnya dengan saya. Bahwa kami masih jadi BioCommunity 07 yang insya Allah ngga terpisahkan sampe kapanpun. Bahwa apapun yang terjadi, yang namanya persahabatan itu ngga akan pernah hilang.

Anata wa boku no nakama desu.....
Sayang kalian, teman..... ^_^

Monday, May 3, 2010

Ketika Senin Bukan Lagi Bad Day

Posted by Icha at 6:05 PM 0 comments
  1. Habis sahur, menunggu azan subuh sembari dengerin lagu-lagu yang memorable. Ngga sadar jadi mengkompilasikan momen-momen indah. Semoga semua orang yang terlibat dalam momen itu pun merasakan kesan, kebahagiaan, dan rasa syukur yang sama besarnya dengan yang saya rasain.
  2. Ternyata masih ada pohon Alamanda cathartica yang belum ditebang di halaman depan rumah. Hooraaaayyy..... Ngga jadi repot ambil daun di perpus deh.....
  3. Maag yang 2 hari melanda pun sembuh. Ternyata emang lambung butuh istirahat.....
  4. Dapet 'kehormatan' menerangkan diagram daun Manihot utilissima (walaupun yang diterangin mukanya masih pada bingung semua) ^^,
  5. Motor dapet posisi parkir yang enak (meski dateng siang) dan selamat dari ujan gede. Helmnya ngga basah deh.....
  6. Bersyukur karena fase pendewasaan dulu dipercepat Allah SWT satu langkah. Mungkin memang semua ini dimaksudkan untuk membuat saya lebih dewasa, lebih bersyukur dan lebih berjuang untuk orang-orang yang 'berharga' ^_^
  7. Ekspresi yang baru pertama kalinya saya lihat dari wajah seseorang. Bikin saya pengen ketawa geli kalo inget!!:)
Hanya satu kata yang bisa saya ucapkan: Alhamdulillahi rabbil 'alamin..... Moga besok pun yang hadir menghiasi hari saya adalah senyum..... ^_^

Friday, April 30, 2010

Mars vs Venus

Posted by Icha at 5:40 PM 0 comments
Hari Kamis kemarin saya baru benar-benar menyadari bahwa Allah SWT menciptakan pria dan wanita berpasang-pasangan bukannya tanpa tujuan. Saya baru benar-benar sadar kenapa pria dan wanita diciptakan dengan bentuk, fungsi, komposisi hormon, dan kapasitas rasio yang berbeda. Hari Kamis itulah saya melihat kenyataan bahwa pria berasal dari Mars dan wanita dari Venus. Dan sore ini saya menyempatkan diri googling demi membaca sekilas mengenai mitologi Yunani tentang Mars dan Venus. Well, ini bukan semata-mata efek dari baca novel Percy Jackson loh. Faktanya ternyata dalam cerita pun kedua planet yang udah terkenal sebagai simbol pria dan wanita ini memang karakternya bertolak belakang 180 derajat.

Jadi ceritanya, Mars atau dalam mitologi Yunani disebut Ares terkenal sebagai dewa perang. Sesuai dengan sebutannya, dia punya sifat suka berantem dan gampang marah. Beda banget sama sodaranya, Athena, yang sama-sama ahli dalam pertempuran tapi berkepala dingin dan pinter dalam strategi. Mars digambarkan sebagai sebuah kepribadian yang independen, mandiri, bergerak cepat, dan ketika sudah mulai bergerak, ngga ada yang bisa menghentikan dia. Berdasarkan literatur yang saya dapet, si Mars ini punya sifat mengatur energi, keberanian dan keinginan untuk menang. Faktanya, banyak banget cowok yang punya sifat semacam ini. Ego cowok lah ya istilahnya. Ketika mereka udah punya satu tujuan, mereka cenderung memperjuangkannya sampe dapet.

Nah, kalo gitu kayanya bisa banget ditebak si Venus kaya apa. Dalam mitologi Yunani, Venus atau nama bekennya Aphrodite, digambarkan sebagai dewi yang cantik dan lemah lembut, tapi di sisi lain dia juga punya kekuatan yang sama besarnya dengan laki-laki. Selain itu dia juga punya sisi cemburu yang lebih nyata. Venus memang dewi yang paling cantik dan dia selalu membutuhkan validasi atas kecantikannya. That's why seorang cewek gampang banget ngerasa panas ketika dibandingin sama cewek lain, terutama dalam hal kecantikan dan fisik.

Saya pernah dengar suatu kalimat (entah dari mana saya lupa) yang cukup menggelitik juga. "Cowok itu diciptakan dengan 9 logika dan 1 perasaan, sedangkan cewek diciptakan dengan 9 perasaan dan 1 logika". Awalnya saya agak sangsi, tapi jujur, kejadian hari Kamis kemarin menyadarkan saya bahwa sepertinya saya harus mengakui kebenaran kalimat itu. Saat itu saya dan seorang sobat diminta ngomong di depan kelas tentang suatu acara. Ketika ngga tercapai kata sepakat, entah kenapa saya rasanya jadi anyel banget. Rasa anyel itu ngga bisa keluar dan ketika saya ngomong, ujug-ujug saya nangis aja..... Jadi kayanya bener juga ya, ketika ngomong sama cewek, kata-kata ngga masuk ke otak, tapi ke hati. Hmmmm......

Satu lagi yang katanya jadi perbedaan mendasar antara cewek dan cowok: cowok itu ngga peka!! Well, actually pendapat saya pribadi adalah: cowok itu HARFIAH banget. Apa yang cewek katakan, itulah yang mereka tangkep dan mereka ngga mau susah-susah mikir ada makna tersembunyi di balik omongan itu. Jadi seumpama gini. Kita lagi bete gara-gara suatu hal. Terus seorang cowok nanya,"Kamu lagi bete, ya?". Namanya cewek, secara instingtif dia akan menjawab,"Ngga!!" (dengan nada ketus plus muka bete ditekuk-tekuk kaya kertas koran). Nah, si cowok simply akan menganggap jawaban ngga ini bener-bener berarti ngga, yang artinya kita ngga lagi bete. Padahal sang cewek jawab begitu dengan harapan si cowok mau nanya lagi apakah dia bener-bener bete atau ngga, yang dengan kata lain menguji seberapa gigih si cowok untuk memastikan bahwa sang cewek baik-baik aja. Maksud sampe sini??

Cara berpikir cowok juga umumnya lebih simpel daripada cewek. Udah kejadian berulang kali sama saya. Ketika saya patah hati dan curhat sama sahabat cewek, yang keluar notabene adalah analisis panjang lebar dan bla bla bla lain yang bikin saya bukannya ngerasa enak malah jadi tambah muntab. Ngga munafik, seringkali saya pun melakukan hal yang sama ketika dicurhati. Sebaliknya ketika saya curhat sama sahabat cowok, setelah cerita panjang lebar (dan didengerin oleh mereka dengan senang hati), mereka cuma jawab singkat padat jelas: "Ya udah sih, lupain aja. Cowok masih banyak kali". Makanya kadang saya lebih suka curhat ke cowok, terutama dalam kasus-kasus saya hanya butuh didengarkan.

Well, mungkin itu belum semua perbedaan antara cewek ama cowok. Kalau dijabarin bisa ngebisin waktu tiga hari tiga malem kali nulisnya. Hehe..... Lebay itu mah. Yang jelas, justru poerbedaan itulah yang jadi opposite attrack antara cowok ama cewek. Dan yang pasti perbedaan itu saling melengkapi. Cewek punya 9 perasaan dan 1 logika, sedangkan cowok punya 9 logika dan 1 perasaan. Kalo digabung pas 10 kan? Coba kalo cewek ama cewek atau cowok ama cowok. Kebayang, betapa tidak seimbangnya dunia. Hehe.....

Lagian, kalo ngga ada Mars ama Venus, Galaksi Bimasakti juga ngga akan lengkap kan? ^_^

Thursday, February 18, 2010

Harapan

Posted by Icha at 6:08 PM 0 comments
It started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turn into a quiet thought
Which then turn into a quiet word

The Call - Regina Spektor


Ketika orang-orang menggantungkan harapannya padaku,
bolehkah aku menggantungkan sebuah harapan sederhana padamu??


Tuesday, February 16, 2010

Perasaan

Posted by Icha at 7:29 AM 0 comments
Kenapa perasaan bisa membuat manusia jadi salah paham?
Perasaan bisa membuat manusia punya prasangka, punya hipotesis.
Dan lucunya, manusia membuat hipotesis itu hanya berdasarkan perasaan,
tanpa dasar teori, tanpa tinjauan pustaka.
Bahkan manusia bisa membuat konklusi tanpa eksperimen, hanya dengan perasaan.
Perasaan bisa membuat kerangka berpikir jadi berantakan,
dan cara kerja jadi tak beraturan.
Perasaan bukan jalan bebas hambatan.
Perasaan juga menemui polisi tidur, lubang galian, kemacetan.
Perasaan bukan cuma keluar masuk pintu tol. Perasaan butuh tujuan.
Dan
perasaan tidak ada gunanya kalau tidak punya manfaat.
Perasaan tidak perlu latar belakang. Tidak perlu ada rancangan.
Tapi perasaan perlu mendapatkan saat-saat bebas dan terikat.
Perasaan tidak perlu dianalisis, nikmati saja.
Perasaan kadang menghasilkan data dengan kurva yang tidak sempurna.
Karena perasaan memang tak pernah terdistribusi normal.
Perasaan itu seperti karya ilmiah, seperti proposal, seperti skripsi.
Hanya bedanya,
perasaan tidak butuh waktu dan tempat yang tepat.
Karena kalau sudah masuk urusan perasaan,
di mana pun, kapan pun,
semua adalah tepat.


# Berawal dari prototype tulisan pas kuliah Metil dan berhasil dikembangkan dalam kebingungan ditemenin lagu Decode-nya Paramore. Bad mood is not always bad. Thanks a lot ya Mamaku sayang..... ^_^

Sunday, February 14, 2010

Half of My Heart

Posted by Icha at 10:39 AM 0 comments
Kebiasaan lama yang ngga pernah sembuh: dengerin lagu sesuai mood. Dan mood saya hari ini adalah Half of My Heart-nya John Mayer.

Sebenernya saya pengen ketawa kalau dengerin lagu ini. Gara-garanya pas perjalanan Bogor-Cilacap, kakak sepupu tersayang bawa CD kompilasinya dan ada lagu ini. Nah, kok ndilalah pas jatuh di lagu ini CDnya nglokor. Lagunya jadi tersendat-sendat dan jadi aneh. Alhasil bertiga ngakak total deh.

Iya deh, bukan itu intinya. Saya lagi demen ngulang-ngulang lagu ini di winamp karena judul dan liriknya. Seriously, nampol saya banget.

Saya baca liriknya dan senyum sendiri. Kaya ngetawain diri sendiri, ngetawain kebodohan diri sendiri. Karena sampai sekarang pun rasanya hati saya saya masih setengah-setengah. Setengah percaya, setengah lagi ngga.
Saya pengen maju karena saya ngerasa masih punya kekuatan. Tapi setengah hati saya nyuruh mundur dengan alasan ketidakpastian. Setengah hati saya pun bersorak kegirangan karena perbedaan yang bikin saya makin 'kaya', tapi yang setengah nglokro, karena ada perbedaan yang walau ngga prinsipil, bener-bener terlihat nyata sehingga saya pun meragukan apakah kadar toleransi yang ada cukup untuk mengatasinya. Saya menghadapi ambiguitas dan bodohnya, bingung sendiri dengan ambiguitas yang saya ciptakan. Pendeknya, ambiguitas internal dan eksternal. Kurang hebat gimana coba?

Dan yang lebih keren lagi, setengah hati saya pengen dia tau. Tapi yang setengah nyuruh saya untuk mengunci mulut dan hati rapat-rapat supaya ngga jatuh ke lubang yang sama.

Half of my heart's got a real good imagination
Half of my heart's got you
Half of my heart's got a right mind to tell you
That half of my heart won't do

Half of My Heart - John Mayer feat. Taylor Swift

Wednesday, February 10, 2010

Harga Sebuah Mimpi

Posted by Icha at 5:52 PM 2 comments
Di tengah Workshop yang setengah-seru-setengah-mumet-setengah-boring, tadi di kampus saya ngobrol dengan dua cowok yang tergolong 'terpandang' di kelas. Entah gimana awalnya, kami ngobrol tentang mimpi dan target hidup masing-masing. Ngga nyangka, obrolan ini terdengar biasa tapi rasanya luar biasa.

Sungguh, dua cowok terpandang ini, punya mimpi yang begitu tinggi. Mimpi yang ngga pernah terpikirkan oleh saya, yang luput dari kalkulasi saya, yang ngga pernah saya bayangkan sedikit pun.

Dan mendengar mimpi yang diceritakan secara singkat oleh keduanya, saya menyadari sesuatu.

Ternyata mimpi sayalah yang paling sederhana.

Saya tuturkan mimpi terbesar saya pada mereka. Highest goal yang sangat saya amini, yang ingin saya wujudkan dengan sempurna. Prestasi tertinggi yang kalau tercapai (insya Allah) akan jadi hal paling prestisius yang saya miliki.

Tapi ternyata itu pun terdengar sederhana. Bahkan oleh saya.

Serius. Saat itu saya merasa minder, kagum, sekaligus bangga. Minder karena mimpi saya tak pernah setinggi mereka. Kagum karena ternyata saya dikelilingi orang-orang hebat yang punya mimpi hebat. Tapi di atas semua itu, saya sungguh merasa bangga. Bangga karena mimpi yang sederhana. Bangga karena saya punya mimpi yang saking sederhananya mungkin justru ngga terpikirkan oleh orang lain. Atau kalaupun terpikirkan, mereka mungkin tidak menjadikan hal itu pencapaian tertinggi yang layak diperjuangkan.

Meski begitu, saya bener-bener berterimakasih pada dua pangeran di angkatan 2007 itu. Mereka kembali membuka mata saya, mencambuk saya untuk berani bermimpi besar. Berani mematok suatu pencapaian dan memperjuangkannya. Walau mungkin mimpi saya akan tetap sederhana, tetap mempertimbangkan jangkauan kemauan dan kemampuan, tapi saya menghargai motivasi yang secara ngga langsung mereka suntikkan. Bahwa coretan sekali lagi harus menghiasi daftar mimpi.

Mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia. Dan bagi saya, harga sebuah mimpi bukan diukur dari seberapa tinggi mimpi itu, tapi seberapa kuat mimpi itu memberikan efek bagi sang dreamer. Seberapa besar mimpi itu memotivasi pemimpinya untuk memperjuangkan sampai tercapai. Dan titik poin yang selalu saya usahakan untuk ingat adalah: tanpa keikhlasan, mimpi setinggi apapun tidak ada harganya.

Dan, alhamdulillah, satu coretan lagi insya Allah menghiasi daftar mimpi saya. Walaupun kepastiannya baru turun akhir semester 6 ini. Hehehehehe.....


P.S. Special thanks buat Mas Betha en Om Fikar yang menyuntik aku untuk jadi hebat seperti kalian. Salut!!

Thursday, January 14, 2010

Mesin Cuci

Posted by Icha at 11:09 AM 2 comments

Percaya ngga kalau hari ini saya dapet banyak pelajaran dari sebuah mesin cuci?

Pagi ini seperti biasa, saya nyuci. Manual sih, ngucek maksudnya. Tapi sebelum dijemur, seperti biasa juga, saya peres dulu pake mesin cuci.

Nah, karena mesin cuci yang lama (yang belakangan saya tau umurnya ternyata lebih tua banget daripada umur saya) udah saatnya diikhlaskan (baca: ngadat mulu), Papa inisiatif beli baru. Alhasil hari ini adalah hari pertama saya dan Eyang Putri taaruf ama itu mesin cuci. Kagok mah jelas. Tapi setelah kami berdua ngotak-atik dengan kepala dingin, ketemu juga metode pengoperasiannya.

Dan singkatnya, inilah pelajaran yang saya dapatkan dari Mr Washing Machine.

1. Pastikan bahwa yang kita hadapi bener-bener mesin cuci. Kalau pas dinyalain dia anget, artinya kita salah beli. Yang kita beli adalah setrika. Kalau pas dinyalain keluar apinya, berarti yang kita beli adalah kompor.
Artinya, identifikasi dulu masalah yang kita hadapi, jangan asal tubruk karena itu akan menentukan langkah kita selanjutnya.

2. Pelajari tombolnya. Kalau ada kata-kata yang kita ngga ngerti, mending buka kamus daripada salah mencet. Ntar salah-salah cucian kita luntur semua. That means, pelajari bener-bener apa masalah kita. Cari referensi atau nanya, biar ngga keburu bikin kesimpulan sebelum eksperimen dilakukan.

3. Baca guideline alias buku petunjuk, tapi jangan semua. Intinya, kalau berurusan sama barang elektronik, baca buku pas bagian pengoperasian yang kita ngga ngerti aja. Kalau semua di situ kita ikutin, bisa jadi malah bingung sendiri. Yang ada malah mungkin informasi yang penting justru kita lewatkan. Maksudnya, jangan sampai kita kebanjiran informasi. Apa-apa di-scanning dulu. Terus pake filter yang namanya hati, biar intuisi kita yang memutuskan mana benar mana salah, dan yang paling penting yang mana yang kita percayai.

4. Kalau pertama kali megang mesin cuci atau apalah yang baru, jangan takut mencet tombol buat ngotak-atik. Jangan takut alat itu bakal rusak. Toh kita beli ada garansinya. Intinya, take a risk!! Jangan takut ambil risiko. Gimana mau tau antivirus mana yang paling ampuh kalau ngga berani ambil risiko laptop kita kena virus?

5. Kalau bisa nyuci, bilas dan meres dalam sekali pencet ngapain pakai yang manual? Just
find the simplest way. Kalau ada cara yang gampang ya ngga usah dibikin susah. Tapi ini berlaku buat cara-cara yang positif yaaa..... ^_^

6. Mesin cuci tau apa yang harus dilakukan, jadi percayakan saja padanya. Mending kerjain yang lain. Masak kek, garap laporan kek, facebook-an (upsss.....) atau apalah kesibukan kita. Dan ini pelajaran yang paling penting yang saya dapet: Allah SWT tau apa mau kita dan mendengar doa kita. Jadi percayakan saja harapan dan doa-doa kita sama Allah karena Allah yang akan mengurusnya. Fokus aja sama apa tujuan kita dan ikhlaskan sisanya. Just believe that everything will be okay (and insya Allah, that's what will happen to us).

7. Nikmatin semua proses nyuci. Biar cape, tapi kalau ntar baju-baju kita bersih dan wangi kan kita juga yang comfort makenya. So, nikmati setiap ikhtiar yang kita jalani. Kalau kita yakin, semuanya pasti akan membuahkan hasil yang baik.

Jadi Alhamdulillah, hari ini saya dapet banyak pelajaran berharga, dapet mesin cuci baru (jadi Eyang ngga perlu cape ngucek) pula.

Thanks, Allah.....
Thanks, Mr Washing Machine.....

Wednesday, January 6, 2010

Males

Posted by Icha at 4:03 PM 0 comments
Besok hari Kamis dan besok ada remedial Kimdas plus responsi Limnologi. Tapi saya belum belajar.

Agak bohong juga sih. Saya udah baca-baca Kimdas dan sedikit banyak lupa-lupa ingat tentang laporan limnologi. Secara itu laporan saya yang ngedit. Tapi tetep aja, ngga ada satu huruf pun yang nyantol di otak.

Apa gara-gara cuaca yang walaupun hujan rasanya gerah yang bikin saya males ngapa-ngapain?
Apa gara-gara saya ngantuk tiap kali baca handout yang mengakibatkan saya molor sebelum pelajaran itu berhasil mengendap di korteks cerebral saya?
Apa gara-gara tergoda keinginan nonton The Great Queen of Seondeok yang makin ke sini ceritanya makin seru?
Apa gara-gara satu kata yang terucap dari mulut seseorang tadi pagi yang bikin saya sukses bengong sesaat saking kagetnya?
Apa gara-gara emang sayanya aja yang males?

Ngga tau lah. Yang jelas entah gimana caranya siap ngga siap saya harus menghadapi ujian besok. Dan mungkin mending saya ikhlaskan (baca: pasrahkan) saja apapun kejadiannya.

Saturday, January 2, 2010

Resolusi

Posted by Icha at 9:09 AM 0 comments
Akemashite Omedetou.....!!!!!

Ngga terasa nyampe juga kita di tahun 2010. Semoga di tahun yang baru ini pun kita jadi pribadi yang lebih baik, lebih bersemangat, dan lebih bersyukur dari tahun-tahun sebelumnya. ^_^

Saya menutup kaleidoskop tahun 2009 dengan kenangan indah, pelajaran yang sangat berharga, persahabatan yang luar biasa, kebersamaan yang ceria, cinta dari orang-orang sekitar, dan tentu saja rasa syukur yang tak terhingga. Saya bersyukur masih diberi kesempatan melewatkan moment New Year's Eve bareng temen-temen kampus, bersyukur masih diberi kesempatan melalui hari pertama tahun baru dengan sehat dan gembira, serta bersyukur masih dikelilimgi orang-orang yang begitu mencintai saya. Begitu banyak nikmat Allah SWT yang dilimpahkan pada saya sepanjang tahun 2009 dan saya selalu tersenyum tiap kali mengingatnya.

Dan tentu saja, sama seperti kebanyakan orang, saya juga punya resolusi 2010. Dan resolusi pertama saya adalah lebih bersyukur dan lebih ikhlas menjalani hidup. Ngga muluk-muluk kan? Saya hanya ingin hidup lebih bahagia di tahun 2010 ini. Saya pengen tersenyum terus karena bisa merasakan nikmat Allah SWT sekecil apapun. Saya ngga mau lagi banyak mengeluh gara-gara banyak tugas, gara-gara orang yang saya suka nyuekin saya, gara-gara gosip ngga jelas dari orang yang ngga jelas, gara-gara badan ngga enak, dan gara-gara yang lain yang bikin hidup terasa sumpek. Sebaliknya, saya pengen lebih banyak bersyukur. Bersyukur karena semalam tidur nyenyak, karena langit biru dan cerah, karena berangkat ngampus ngga telat, karena sudah berjuang semaksimal mungkin saat ujian KD, karena seseorang yang saya suka ngucapin terima kasih (walaupun hanya terima kasih), karena hal-hal simpel lainnya yang kadang luput dari pandangan; yang jarang saya syukuri.

Saya tahu, pasti akan ada saat-saat di tahun ini saya diuji. Pasti akan ada saat-saat hidup terasa berat. Dan saya hanya ingin, jika saat itu tiba, saya bisa tetap bersyukur, sabar, dan ikhlas. Tapi kalau diberi pilihan pastinya saya mau hidup saya tahun ini dipenuhi saat-saat bahagia dan semua berjalan mulus. Hehehe.....

Jadi, selamat tahun baru, semua..... ^_^

P.S: Makasih buat Pusay, Dea, Rio, Fikar, Uje, Ayu, Mas Anu, Irfan, Euis, Adhi, Ida, en Papy Kholis untuk malam tahun baru yang sangat indah. ^_^

Thursday, December 31, 2009

Langit Biru

Posted by Icha at 6:20 AM 1 comments
Kemarin hujan turun sepanjang sore, seperti hati saya, hujan juga sepanjang sore.
Saya bahkan sampai berpikir bahwa besok pasti akan sama buruknya dengan hari ini. Mendung, hujan, ngga ada langit biru yang mencerahkan hari saya.

Saya memang suka hujan, tapi saya juga butuh langit biru; langit yang menjanjikan harapan bahwa hari akan berlangsung cerah; semacam sugesti untuk diri sendiri bahwa apapun bisa saya lalui.

Lalu pagi ini saya terbangun dan Alhamdulillah, saya ingat sesuatu.

Kadang langit biru tidak datang sendiri. Kadang ia datang setelah hujan turun.



Dan kita tidak akan pernah bisa melihat langit biru yang indah itu kalau tidak sabar menunggu hujan berhenti.

I will go down with this ship
And I won't put my hands up and surrender
There will be no white flag above my door


_White Flag - Dido_

Friday, December 25, 2009

Everything I Do is Just for My MAMA!!!!

Posted by Icha at 8:32 AM 0 comments
Dudulnyaaa..... Baru posting tentang Mother's Day empat hari pasca Mother's Day-nya.....

But I guess it's okay cuz my day, each and every day is Mother's Day.

Dan sekali lagi, untuk kesekian kali, saya memaknai hari ibu dengan sudut pandang berbeda. Ketika orang lain selalu menyoroti ibu hanya dari perjuangannya ketika mengandung dan melahirkan kita, saya ngga melihat dari sisi itu. Bukannya saya ngga menghargai perjuangan Mama, ngga, itu SALAH BESAR. Tapi saya ingin melihat, menghormati, dan mencintai Mama dengan penuh kebanggaan sebagaimana dirinya sendiri. Sebagai Mama yang sejati, bukan hanya dari sisi kewajiban biologisnya.

Karena Mama adalah wanita terhebat yang saya miliki. Anugerah terindah yang diberikan Allah SWT ke dalam hidup saya.

Mama yang mau bangun tanpa mengeluh pada jam 2 malam demi menerima telpon atau SMSan saat insomnia saya lagi kambuh. Mama yang ngga pernah absen bangunin saya sahur pas puasa. Mama yang selalu bisa saya temukan di manapun, bahkan walau terpisah jarak.

Mama yang senantiasa mendongkrak semangat saya, selalu bisa bikin saya on fire hanya dengan satu kata di SMSnya: SEMANGAT!! Mama yang selalu percaya saya bisa, selalu yakin bahwa saya bisa jadi yang terbaik (asal saya mau) dan selalu mendukung apapun yang saya lakukan selama itu positif.

Mama yang selalu mau saya jadikan 'tong sampah', tempat curhat yang ngga pernah menghakimi, tau kapan saatnya hanya jadi pendengar. Brankas dengan sistem proteksi terbaik di dunia, di mana rahasia saya aman tersimpan, ngga akan pernah terbuka satu huruf pun. Yang menghormati privasi saya lebih dari siapapun, tapi di sisi lain tau lebih banyak tentang rahasia saya dibandingkan diary saya sekalipun.

Mama yang ngga pernah melarang saya menangis. Yang ngga pernah menutup telpon di saat saya ngga bisa bicara apapun kecuali nangis kejer. Yang membantu menyembuhkan luka hati saya bahkan sebelum menyadari bahwa dirinya juga terluka. Dan saya ingat satu kalimat yang Mama bilang ketika saya menangis di pelukannya: "Mama paling sedih kalau liat Mba nangis....."

Mama yang selalu mendukung saya mencapai cita-cita, walaupun itu artinya saya harus jauh darinya. Yang rela 'mengusir' saya dari rumah kalau itu demi kebaikan pendidikan saya. Yang ngga pernah mengekang saya untuk maju. Yang mendorong saya untuk belajar lebih dan lebih lagi supaya bisa pinter luar dalam. Dan yang lebih penting, ngga pernah sekali pun berhenti merasa bangga pada saya.

Mama yang selalu cantik. Yang kecantikannya bukan berasal dari polesan, tapi dari hati. Yang hebatnya, selalu percaya saran dan masukan dari saya bikin dirinya makin cantik. Mama yang ngga pernah protes sama barang-barang, baju, sepatu, tas, dan aksesori pilihan saya karena percaya pilihan saya akan selalu nampak pas dengan penampilannya. Dan sebaliknya, dari kecil Mama adalah fashion and hair stylist plus make-up artist pribadi saya. Saya pun selalu percaya pilihannya bikin saya makin cantik (dan memang begitulah kenyataannya). Itulah kenapa sampai sekarang pun saya ngga pernah pede beli baju kalau ngga ditemenin Mama ^_^

Mama yang selalu ngabsen sholat saya, selalu ngingetin untuk puasa (dan yang ini paling susah saya turutin), istirahat, dan jaga pola makan. Yang hafal bagian mana dari badan saya yang bakal protes kalau saya stres. Yang ngga pernah lupa ingetin saya tilawah dan tahajjud. Yang senantiasa menyuruh saya lari pada Allah SWT kalau saya punya masalah yang sekiranya Mama pun ngga punya jawabannya. Yang selalu menasihati saya dengan tiga kata: ikhlas, sabar, sholat.

Mama yang walaupun jauh selalu rasanya lebih dekat dari siapapun. Yang mau nemenin saya lembur ngerjain laporan, yang selalu SMS kalau film favorit saya diputer di tivi, yang ngasih tau kalau novel yang saya tunggu-tunggu udah rilis, yang rajin nge-forward SMS motivasi dari temen-temennya buat saya, yang selalu mengakhiri SMSnya dengan "muahmuah" dan selalu ngabarin kegiatannya hari itu sesibuk apapun dirinya.

Mama yang entah bagaimana selalu tau suasana hati saya. Tiap kali saya ada di puncak bahagia atau super down selalu tiba-tiba dateng SMS dari Mama: "Gimana harimu?" atau "Gimana mood-mu?" dan saya ngga akan tahan untuk ngga cerita. Dan tiap kali saya cerita, Mama pasti akan ingetin saya untuk selalu bersyukur atas semua keadaan, ngga terbang terlalu tinggi atau juga jatuh terlalu dalam.

Mama yang selalu bisa saya ajak bicara tentang apa aja: sekolah, kampus, cowok, pertemanan, future planning, sampai diskusi tentang film atau buku. Mama yang ngajarin saya untuk speak up sekaligus menghargai pendapat orang lain. Mama yang ngajarin saya sharing dengan orang lain, membuka diri, sekaligus membentengi diri dari orang yang ngga bisa dipercaya.

Mama yang darinya saya belajar banyak hal: membaca, menulis, menyanyi, basic main piano, ngapalin juz amma, masak (tapi sampe sekarang belum bisa juga), masang seprai, packing luggage, teknik nyuci, nyetrika dan ngelipet baju, naik motor, nyetir mobil, dandan,
cara nawar kalau belanja di pasar, sampai cara menghadapi berbagai jenis orang. Itupun belum semuanya. Dan saat saya membuat list apa aja yang sudah saya pelajari darinya, saya tau Mama adalah wanita dengan segudang bakat yang luar biasa. Wanita paling multitalent yang pernah saya miliki di dunia.

Mama yang tiap waktu jadi sahabat sejati saya. Jadilah tiap liburan kami punya acara girl's day selayaknya gadis dan sahabat cewek mereka: nyalon, nonton, belanja buku dan baju, makan pizza, dan ditutup dengan acara curhat sembari menikmati iced-chocolate caramel di Starbucks. Yang mau nemenin saya nonton walaupun filmnya ngga Mama banget. Yang selalu nyuruh saya mengikuti kata hati tanpa mengikuti pendapat orang-orang di sekitar. Mama yang lebih bijaksana dari psikolog manapun, yang memberi nasihat tanpa menggurui, yang mengerti dan tidak menghakimi.

Mama yang ngga akan pernah habis dideskripsikan dengan kata-kata sebanyak apapun.....

Hhhmmpphh..... Jadi kangen Mama.....

Udah ah, kayanya mending udahan cerita tentang Mama. Kalau dilanjutin bisa nangis saya. Last, saya cuma mau bilang kalau saya bangga punya Mama. Saya bangga karena dia Mama saya, bukan Mama orang lain. Dan di pagi hari tanggal 22 Desember pun saya SMS ngucapin selamat hari ibu plus bilang satu kalimat:
Only Allah SWT loves you more than I do.
Karena saya berharap saya benar-benar orang yang paling sayang sama Mama di dunia.

Love you, Mah.....

Tuesday, December 8, 2009

Definisi

Posted by Icha at 5:11 PM 0 comments
Pernahkah kamu melihat sesuatu yang begitu kompleks, begitu rumit, ambigu, mengundangmu masuk dalam rasa penasaran, namun sekaligus membuatmu terperangkap dalam ketakutan?

Pernahkah kamu melihat sesuatu yang begitu indah, tapi seperti menyimpan rahasia? Seperti melihat sesuatu yang bersinar, tapi sekaligus menjanjikan kegelapan kalau sewaktu-waktu cahaya itu padam?

Pernahkah kamu melihat sesuatu yang membuatmu yakin namun juga sekaligus tidak yakin? Membuatmu tertawa sekaligus ingin menangis? Membuatmu lega sekaligus merasakan gelombang kekhawatiran yang luar biasa?

Pernahkah kamu melihat sesuatu yang begitu indah, tetapi juga seperti menyimpan ancaman? Membuatmu terpesona, ingin memandangnya lebih lama, bahkan ingin menyentuhnya, namun menyetrummu dengan aura yang mengancam akan menghantuimu dengan bayang-bayang yang menakutkan?

Saya pernah. Sekali.

Tapi saya ragu, saya nggak paham. Saya butuh definisi.

Hanya definisi.

Tuesday, November 17, 2009

Me and The Poetry

Posted by Icha at 7:31 AM 0 comments
Selain hujan, saya punya satu kecintaan lagi. Saya cinta sama puisi.


Awal pastinya saya ngga tau, tapi saya ingat saya pernah iseng menulis puisi, terus pas ada lomba puisi yang diadain HIMABIO tercinta, saya masukin puisi itu. Niat saya sih cuma buat nambahin jumlah peserta aja. Hehe..... Serius, saya ngga ada niatan menang. Secara bahkan di mata saya sendiri, puisi yang saya bikin itu picisan PARAH. Eh, taunya menang. Mungkin sejak saat itu saya jadi suka bikin puisi.

Puisi juga merupakan jalan 'pelampiasan' hobi saya menulis. Soalnya saya merasa belum organized dalam hal nulis prosa atau cerita. Saya emang udah nulis beberapa paragraf yang mempunyai tokoh, setting, dan plot, tapi ngga beres-beres juga dari dulu. Habisnya inspirasi datang dan pergi oh begitu saja. Hampir selalu datangnya pas saya ngga ngadep laptop. Alhasil inspirasi itupun menyublim tanpa sempat saya abadikan. Udah gitu, inspirasi sering cuma mampir sekelebat. Udah aja tuh, tangan saya ngga ngejar nulisnya. Akhirnya saya lebih suka menuangkan khayalan dan perasaan lewat puisi. Ngga usah panjang-panjang, ringkas, ngga perlu berwujud kalimat S-P-O-K juga jadi.

Puisi yang saya bikin jarang berbait-bait. Paling banter sejauh ini 15 baris. Soalnya saya orangnya lugas. Ngga suka berpanjang-lebar. Sampai-sampai bikin puisi pun kebawa. Pokoknya bicara langsung ke inti. Saya juga ngga suka pakai bahasa-bahasa tinggi. Cukup yang sederhana, yang umum. Karena buat saya, yang penting isinya bisa dimengerti orang yang baca. Indah engganya kan relatif. Kalau yang baca udah seneng saya kasih puisi, sepicisan apapun juga ngga akan jadi masalah. Hehehe.....

Saya suka bikin puisi dalam keadaan apa aja. Artinya kalau inspirasi tau-tau mampir di kepala, ya saat itulah saya akan bikin puisi. Biarpun gitu, saya bukan tipe manusia yang doyan bawa notes kecil plus pulpen ke mana-mana (you know lah,saya punya penyakit clumsy kronis). Jadilah si Benihime yang jadi alat tulis portabel. FYI, Benihime itu nama hape saya ^_^

Kecintaan saya sama puisi ngga lepas dari kecintaan saya sama hal-hal lain. Lagu, film, hujan, orang-orang di sekitar, semua itu jadi sumber inspirasi saya bikin puisi. Bahkan hal-hal remeh semacem SMS met malem/met pagi dari seseorang, kejadian bareng sobat, sampai momen praktikum bisa mengundang rangkaian kata-kata ke dalam benak saya. However, lagu tetap jadi sumber utama. Faktanya hampir semua puisi yang saya tulis terinspirasi dari lagu yang sedang saya dengarkan. Jadi jangan heran kalau melihat hampir di setiap puisi selalu saya tulis "inspired by the song....." pada bagian akhirnya.

Saya juga suka mendedikasikan puisi buat orang-orang penting dalam hidup dan hati saya. Ya walau puisi yang saya tulis ngga sampai ke tangan mereka. Sejujurnya saya senang menuliskan "dedicated to....." di akhir puisi. Mungkin karena semata-mata saya memang ingin mereka tahu apa yang saya rasakan terhadap mereka. Yup, karena saya ngga memungkiri bahwa mereka jugalah yang memberi saya inspirasi.
Dan soal puisi ini, saya ngga pernah lupa obrolan-setengah-berantem Elizabeth Bennet dan Mr. Darcy di film favorit saya sepanjang masa, Pride and Prejudice.

Elizabeth Bennet: And that put paid to it. I wonder who first discovered the power of poetry in driving away love?
Mr. Darcy: I thought that poetry was the food of love.
Elizabeth Bennet: Of a fine stout love, it may. But if it is only a vague inclination I'm convinced one poor sonnet will kill it stone dead.

Mana yang benar, saya ngga tau
. Saya cuma menikmati bikin puisi, menikmati membacanya, menikmati setiap momen yang terekam dalam setiap kata, dan tentu saja, menikmati taste dari puisi itu sendiri.

Satu lagi, poetry is not the food of love. In some ways, it is LOVE.

 

Confessions of A Not-It Girl Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea