Showing posts with label Holiday and Traveling. Show all posts
Showing posts with label Holiday and Traveling. Show all posts

Sunday, December 28, 2008

KKL Biologi Angkt. 2007: 3 Hari untuk Selamanya

Posted by Icha at 12:58 PM 0 comments


Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Taksonomi Tumbuhan
Biologi UNS Angkatan 2007
Bogor, 19-21 November 2008

3 Hari untuk Selamanya?? Kok kaya judul film??
Pasti itu yang terlintas di benak teman-teman pembaca. Ada alasan kenapa saya meminjam judul film yang dibintangi Adinia Wirasti dan Nicholas Saputra itu untuk entry yang satu ini. Dan saya merasa ngga perlu menjelaskan alasan itu karena teman-teman akan menemukannya dalam cerita saya. Hehe..... Ya udah, ngga perlu berpanjang-panjang lagi, ini dia reportase lengkap KKL Biologi Angkt. 2007 ke Bogor tanggal 19-21 November kemarin (tahun kemarin kaleee..... LOL).

Jadi KKL ini dilaksanakan dalam rangka menggenapi nilai praktikum Taksonomi Tumbuhan alias TT sebagai salah satu cara supaya mahasiswa bisa mengaplikasikan mata kuliah ini di dunia nyata. Wuedeh..... beraaattt..... Dan itu juga alasan ngga langsung kenapa Bogor yang dipilih. Secara Bogor hot spot-nya tumbuhan gitu..... Tadinya sih ada usulan ke tempat yang deket-deket aja, asal bisa mewakili. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, kayanya ngga afdol kalo KKL matkul tumbuhan ngga di center-nya sekalian. Lagian bisa sekalian jalan-jalan (maunya). Akhirnya kami seangkatan plus 4 asisten dan 2 dosen cabut ke Bogor.

Kami berangkat dari Solo tanggal 19 November 2008, kumpul di kampus jam 13.00, tapi baru bener-bener berangkat jam 14.30. Gara-garanya kami harus nunggu Pak Marsusi, salah seorang dosen pengampu selesai ngajar. Hwaduh, kebanyakan dari kami (termasuk saya) langsung bete, soalnya kami udah bikin rundown acara yang rapi banget dan gara-gara itu susunan acara rusak berantakan. Tapi kebetean itu ngga bertahan lama ketika bus yang akan membawa kami menuju petualangan datang dan koper-koper dimasukkan. Semua langsung ambil seat dan pastinya sambil nunggu berangkat kami ngga menyia-nyiakan waktu. Narsis dulu dong..... ^_^

Ngga lama bruuummm..... bus pun bertolak ke Bogor. Goodbye for awhile, Solo!! Selama 12 jam lebih perjalanan kami diwarnai banyak kejadian konyol sampai adegan penuh air mata. Dan pada trip kali ini pun ketauan kalau bus kami kemasukan manusia yang paling gampang mabuk di dunia!! Orang itu adalah Kade. Begitu masuk bus, belum juga seperempat perjalanan, dia udah muntah-muntah. Pokoknya kalo melek dia pasti ngga tahan ngga mabuk. Sampai-sampai, sahabatnya, Tia, punya julukan baru buat Kade: Ratu Mabuk!! Terus di perjalanan kami juga sempat disuguhi pemandangan indah, yaitu kota Semarang di waktu malam. Kami kan lewat outer ring road, kebetulan jalan itu letaknya cukup tinggi sehingga dari situ kami bisa melihat lampu-lampu bertebaran di saentero Semarang yang berbukit-bukit. Romantis banget deh! Malam sebelum jam tidur, teman saya Kholis (atau yang akrab dipanggil Papi karena umurnya paling tua seangkatan) memutarkan video bikinan temen-temen cowok yang isinya kompilasi foto-foto kami dari sejak awal ospek sampai setahun jadi satu keluarga. Video itu ditutup dengan foto salah satu sahabat tercinta yang sudah meninggalkan kami semua, yaitu Intan. Setelah nonton, Papi memberikan sedikit petuah (namanya juga orang tua, hehe.....) tentang persahabatan dan kami pun menyanyikan lagu Kisah Cintaku milik alm. Chrisye untuk almh. Intan. Wuah, pas momen ini saya ngga bisa nahan untuk ngga nangis. Saya ingat pernah ngucapin satu kalimat ketika tahu kebagian duduk sendiri di bus,"Kalo sekarang masih ada Intan, dia pasti jadi temen duduk sebelahan gw". Mungkin saya bisa keceplosan gitu karena kangen juga sama Intan ya? Hikz.....

Keesokan paginya, waktu kedatangan molor berjam-jam daripada yang kami rencanakan. Secara udah dari Solo kesorean, ternyata kami kejebak macet di daerah Indramayu atau mana saya lupa, sampe 2-3 jam (atau mungkin lebih) karena bahkan lewat waktu Subuh kami belum masuk Tol Cikampek. Buat mengatasi bete, kami langsung buka bekal cemilan dan makan sambil ketawa-ketiwi. Tapi ada juga yang menggunakan waktu buat tidur lagi mengingat petualangan Miringhari ini bakal menguras tenaga. Sampai di penginapan, kebetean kami muncul lagi gara-gara Pak Marsusi yang menghendaki kami untuk bersiap-siap hanya dalam waktu setengah jam!! Gila apa? Sekamar kan isinya ada 6 orang (roommate saya Celin, Memey, Dian, Evi, dan Iis). Alhasil terjadilah keributan waktu giliran mandi. Berebutan dan mandi kilat khusus. Itu juga masih diteror temen-temen sekamar dengan gedoran pintu dan teriakan,"Woy, cepetan dong!! Gw juga mau mandi nih!!!". Tapi untungnya sukses juga kami sekamar mandi (walau ngga sabunan). Tapiii penghuni kamar seberang, Mba Ipung, keluar dengan muka berseri, badan wangi, dan rambut basah yang artinya bakda mandi keramas. Kok bisa ya???? Oiya, sebagai info, penginapan kami di daerah Ragunan ini merupakan camp mass-nya PERSIJA Jakarta, jadi kalau beruntung kita bisa nginep bareng sama Bambang Pamungkas dan skuad-nya. Tapi rupanya kami lagi ngga beruntung. Hehehehe.....

Selesai sarapan, kami bergegas masuk ke bus dan Bogor, we're coming!! Wah, buat saya yang tinggal di Bogor, rasanya seperti kembali ke rumah (dan inilah yang dijadikan bahan ledekan Papa saya,"Orang Bogor kok studi wisata ke Bogor". ^_^). Jadi dimulailah petualangan sehari di Bogor bersama Pak Marsusi, PakRatman, dan para asisten.

First destination: LIPI Cibinong. Namanya juga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, jadi ya di sini nih, pusatnya ilmu pengetahuan (terutama ilmu pasti) dan tentu saja gudangnya scientist. Karena matkulnya Taksonomi Tumbuhan, otomatis kami diajak menjelajahi gedung Botani. Usai pemutaran film tentang sejarah singkat LIPI, kami diajak menyaksikan langsung proses pembuatan herbarium. Dan ternyata, selain gudang ilmu dan gudang ilmuwan, LIPI juga adalah gudang herbarium. Ribuan spesies tumbuhan dikoleksi dalam bentuk herbarium basah dan kering. Ruangan untuk menyimpannya ber-AC dan sangat bersih. Rasanya jadi ngga mau pulang! Kami juga disambut ramah oleh seorang kakak tingkat yang udah lulus, Mas Agit (angkatan 2004) yang memang sudah kerja di situ. Waaahhhh..... Jadi makin ngga terbendung cita-cita saya untuk kerja di LIPI selepas kuliah nanti!!

Dari Cibinong, kami beranjak ke jantung kota Bogor. Yep, karena tujuan selanjutnya adalah Museum Etnobotani yang ada di Jalan Djuanda. Sebelum menjalankan misi dari Pak Ratman, ada pengarahan yang disampaikan seorang bapak yang wajahnya mirip dr. Boyke (serius! Ngga cuma saya loh yang bilang). Setelah itu kami nyebar kaya spy dan menjalankan tugas masing-masing.Ngga lupa, selesai ngerjain tugas, narsis dulu.


Ini foto kelompok 1 bareng asisten tersayang, Mba Milla.
Nah, kalau yang di bawah ini kami seangkatan narsis di depan museum. Yeeeaaaahhhh.....!!



Tujuan terakhir (dan terheboh hari ini) adalah Kebun Raya Bogor. Tanpa buang waktu, kami bergegas menyeberang jalan menuju Pintu 2. Tapi berhubung pintu ini ngga untuk umum, kami pun long march ke Pintu 1 yang lumayan jauh. Kebetulan saya juga janjian sama Mama di Bonray, jadi sambil nunggu temen-temen sholat, saya kangen-kangenan deh sama Mama. Di sini rombongan terpecah jadi 2, ada yang ngikutin Pak Marsusi dan ada yang ngikutin Pak Ratman. Saat itulah saya menyadari bahwa kebun raya yang dirintis Teysmann ini ternyata ngga dirancang untuk studi wisata dengan dosen yang jalannya supercepat. Itulah yang terjadi sama kami, entah mau sama Pak Marsusi atau sama Pak Ratman sama aja. Sama-sama bikin ngos-ngosan. Apalagi medannya naik turun begitu. Setelah sukses menjelajah, kami kumpul lagi di depan kolam Istana Bogor. Tentu saja acara sebelum kami balik ke penginapan ngga lupa bikin kenang-kenangan foto. Salah satunya adalah foto yang jadi opening entry ini. Yang lainnya ngga bisa saya tampilin semua, maaf yach.....^_^



Left to right: Dini, Dea, Naning, Adhi. Ada-ada aja, ya?

Tanpa terasa hari semakin sore dan petualangan hari ini pun diakhiri. Dengan badan full keringetan dan betis berkonde, kami balik ke bus dan sesampainya di penginapan, yang namanya mandi bener-bener terasa nikmat banget. Habis itu Sholat Maghrib, dan dinner bareng pastinya. Habis dinner ada acara seseruan bareng seangkatan dengan biang keroknya tentu saja Papi. Lucu banget deh. Tapi sedihnya ada beberapa temen yang sakit, jadi terpaksa mereka ngga ikut ketawa-ketiwi ama yang lain. Acara ditutup dengan nyanyi bareng lagu Laskar Pelangi dengan diiringi permainan gitar Adhi en Fikar. Terus jam 22.00 saatnya masuk kamar. Mungkin karena seharian jalan dan cape banget, alhasil jam 22.30 seluruh penghuni kamar yang saya tempati udah pada bablas ke alam mimpi. Padahal yang lain ada yang baru tidur jam 12 malem loh. Hehehehe.....

Hari berikutnya, pas jam 04.00, bertepatan azan Subuh , alarm hape saya bunyi. Jadi berdasarkan amanah dari temen-temen sebelum tidur, saya bangunin mereka satu-satu. Karena saya lagi ngga sholat, saat yang lain Sholat Subuh berjamaah saya ngga ikut dan menggunakan waktu untuk mandi. Setelah semua rapi, jam 06.30 kami beranjak keluar kamar untuk sarapan. Oya, sebelumnya kami memasukkan semua koper dan barang bawaan ke bus, soalnya sekalian check out. Dan petualangan hari ini adalah klimaks dari KKL. Kami akan mengeksplorasi Kebun Raya Cibodas dan tracking di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango.
Perjalanan ke Cibodas memakan waktu 2-3 jam melewati jalur puncak. Jadi pemandangan yang sangat indah tersedia di depan mata kami hampir sepanjang perjalanan. Ngga setiap hari kan bisa melihat hamparan kebun teh? Tapi karena jalan yang berliku dan naik-turun, kepala saya jadi agak sedikit pusing. Alhasil saya memilih tidur aja. Sampai di Cibodas, banyak dari kami yang begitu turun langsung cari toilet. Secara hawanya dingiiinnnn.....

Ternyata Kebun Raya Cibodas adalah satu dari sekian banyak tempat indah yang pernah saya kunjungi sepanjang hidup. Berbeda dengan Kebun Raya Bogor yang koleksi tumbuhannya ditanam secara sistematis, koleksi tumbuhan Kebun Raya Cibodas yang kebanyakan adalah Gymnospermae disusun secara estetika. Nih bukti konkretnya.



Tapi jujur aja, saya ngga terlalu menikmati pemandangan yang amazing ini. Gimana engga? Pak Marsusi ngajakin kami semua manasik haji di sini. Apalagi dengan medan yang lebih parah daripada Kebun Raya Bogor. Saya ngga bisa bertahan untuk stay close sama Pak Marsusi. Temen-temen saya juga lama-lama pada misah karena cape. Yang bertahan cuma Octa, temen satu kelompok saya yang paling rajin sedunia. Sambil mencatat tiap kata dari Pak Marsusi, dia tetep bertahan mengekor beliau dari pintu masuk sampai pintu keluar. Hebat, ya!!

Selesai menikmati amazing-nya panorama kebun raya, kami istirahat sejenak untuk makan dan (bagi para pria) Sholat Jumat. Setelah itu tanpa membuang waktu kami langsung menuju pintu masuk kantor Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango yang letaknya pas di seberang Kebun Raya Cibodas. Kami nonton film tentang sejarah taman nasional ini dan kemudian dilanjutkan tracking menuju Telaga Biru yang artinya kami harus menempuh perjalanan menanjak setinggi 1,5 km. Ngga papa lah, demi menikmati pemandangan kami rela kok. Hehehehe..... Dan seperti biasa, ritual utama kalau mengunjungi tempat yang asyik segera kami laksanakan: foto-foto!! Dalam perjalanan turun dari Telaga Biru, ngga disangka-sangka hujan mulai turun. Selagi gerimis belum meningkat intensitasnya, kami segera mengenakan raincoat yang sudah tersedia di tas. Begitu menginjak pos tempat kami diberangkatkan tadi, breessss..... hujan langsung turun dengan deras. Semakin lama semakin menggila. Jadilah kami setengah lari menuju bus supaya ngga makin kebasahan.

Rangkaian acara KKL kami formally berakhir begitu kami kembali ke bus. Tapi rupanya kami belum pada puas kalau KKL ini ngga benar-benar diakhiri dengan belanja. Di mana lagi kalau ngga di Cihampelas yang emang center-nya obralan baju. Perdebatan alot antara kami dan pihak dosen (yang diwakili Mas Ayub-kalau ngga salah namanya-sebagai guide kami di bus) berbuah manis. Kami diizinkan belanja di Cihampelas. Walau cuma dikasih waktu satu jam, bukan berarti kami jadi ngga bersyukur kan? ^_^ Nah, lucunya, temen saya Kade si Ratu Mabuk tadi mendadak sehat wal afiat begitu turun dari bus untuk belanja. Kontradiktif banget deh, sama keadaannya kalau bus lagi jalan. Kalau di bus muntahnya paling parah, tapi kalau pas belanja, belanjaannya paling gila dan paling banyak. Ckckckckckck.....

70% perjalanan pulang ke Solo buat saya sama sekali ngga terasa. Soalnya gara-gara kecapean saya tidur pules di bus. Tapi pas kami sampai di Solo, tepatnya saat melewati kawasan Bandara Adi Sumarmo, ada lagi kejadian yang ngga bisa bikin saya nahan ketawa. Jadi ceritanya bus kami kan dibagi 2 ruangan yang dibatasi sebuah pintu geser. Waktu lewat kawasan bandara, bus melintasi polisi tidur dan bergoyang cukup heboh sehingga pintu geser tadi terbuka. Angin AC dari belakang berhembus masuk dengan membawa bau busuk yang beneran bikin mabuk darat. Tanpa bicara, temen saya yang lain, Celin, yang pada dasarnya udah pucet pasi dari tadi langsung buka tas kresek dan muntah. Usut punya usut, ternyata bau busuk itu berasal dari kentut Rio. Saya dan yang lain cuma bisa ketawa sembari geleng-geleng kepala.

Dan petualangan ini benar-benar berakhir ketika bus berhenti di depan gerbang UNS. Kami turun, mengemasi barang-barang dan menyongsong jemputan masing-masing yang udah menunggu. Walaupun KKL udah berakhir, tapi ternyata saya (dan pastinya semua member Biologi 07 juga) ngga pernah bisa lupa kenangan-kenangan lucu waktu KKL. Dan insya Allah berkat petualangan ini brotherhood angkatan 07 juga makin erat. Sampe lulus, sampe tua, sampe selamanya.

Tuh kan, bener, KKL emang 3 hari untuk selamanya!!

Wednesday, October 29, 2008

BALI AGAIN!! (Part 2)

Posted by Icha at 1:45 PM 0 comments
Melanjutkan cerita petualangan saya di Bali waktu liburan kemarin, saya ngga cuma jalan-jalan ke Bird Park aja loh. Saya sempat juga ke Pasar Sukawati. Tau kan, Pasar Sukawati adalah pusat oleh-oleh terkenal yang menjual berbagai macam suvenir dengan harga murah. Kalau jago nawar, kita bisa dapat banyak barang tanpa kena kanker (alias kantong kering). Saya dan sepupu-sepupu juga membeli oleh-oleh buat teman-teman di kampung halaman. Mama tentu saja didaulat jadi seksi nawar. Dan berhasillah kami membawa segepok barang cantik untuk dibawa pulang.

Kami ke Bali ngga cuma buat traveling dan belanja aja, karena tujuan kami sebenarnya adalah menghadiri pernikahan Om saya. Saya kagum sekali melihat persiapan pernikahan mereka. Ada panggung tempat sesaji, rangkaian bunga, dan kain warna-warni yang menghiasi seluruh rumah. Rasanya saya ikut jadi orang Bali! Ngga terlewatkan, satu set gamelan Bali yang sudah saya bayangkan akan mengalunkan melodi Bali yang indah dan sedikit bernuansa mistis itu.

Pada hari H, Om saya, Om Nino, dan calon istrinya, Tante Eka tampil sangat.... keren! Mereka memakai kain tenun Bali asli (yang katanya berat banget). Tante Eka lebih hebat lagi. Hiasan kepalanya yang menjulang tinggi layaknya putri penari Legong itu membuat Tante tampak cantik sekali. Saya dan para sepupu cewek ngga mau kalah. Kami langsung mengenakan baju terbaik dan bercantik-cantik hari itu. Ngga lupa kami juga foto-foto bareng Om dan Tante. Bisa juga saya berfoto dengan pengantin tradisional Bali!!

Sebelum hari beranjak siang, diputuskan prosesi pernikahan segera dimulai. Sudah ada Pedande (pendeta Hindu) yang siap memimpin jalannya prosesi. Saya dan Mas Elang mengambil foto jalannya prosesi. Prosesi ini sangat rumit, panjang, dan punya urut-urutan tersendiri. Saya sendiri bingung dan lupa kalau disuruh menjelaskan jalannya upacara itu. Tapi yang pasti saya sangat menikmati prosesi tersebut. Doa sang Pedande, bunyi lonceng berdenting, berbaur dengan alunan gamelan Bali sehingga suasana jadi khusuk dan religius. Saya baru tau, ternyata pengantin melakukan ritual pernikahan dua kali. Yang pertama sebutannya di Pendapa Bawah dan yang kedua di Pendapa Atas. Pedandenya berbeda, jalannya ritual pun berbeda.

Selesai upacara, acara beranjak pada ramah-tamah. Para tamu dipersilakan mengambil makanan kecil dan menikmati sajian tari topeng. Pada mulanya saya ngeri melihat tarian itu, terutama karena topengnya. Tapi setelah saya tau esensi tarian itu, saya jadi ngga takut lagi. Ternyata tari topeng menggambarkan sifat-sifat manusia. Ada yang baik, ada yang jahat. Setelah menari, para penari tadi melawak untuk menghibur para tamu. Tapi karena mereka bicara dengan bahasa Bali, saya jadi ngga terlalu paham.















Ini beberapa dari foto yang saya ambil waktu prosesi pernikahan berlangsung. Kelihatan khusuk banget kan?





Ini ada foto saya dan para sepupu cewek bareng Tante Eka. Liat deh, mahkotanya Tante. Bunga-bunga di situ dipasang satu-satu dari jam 4 pagi loh! Kebayang beratnya. Kalau yang satu lagi, itu foto salah satu penari topeng. Penari itu menari dengan banyak gerakan jari dan gerakan patah-patah. Liat aja jarinya yang lentik itu. Ngga kalah luwes sama cewek ya!



Untuk part 2 ini, segini dulu. Tetep tongkrongin blog saya untuk tau kelanjutan petualangan saya di Bali. ^_^

Saturday, September 6, 2008

BALI AGAIN!!

Posted by Icha at 10:58 AM 1 comments
Wah, soal yang ini pasti saya belum cerita. Kemarin waktu saya dapet libur sebulan, saya, Mama, Oma, dan 4 sepupu diundang ke Bali untuk menghadiri pernikahan Om saya. Tapi dari Solo saya ngga langsung ke Bali. Saya ke Mataram dulu, menginap sehari lalu naik pesawat bareng-bareng ke Bali. Saya dan keluarga di Bali ngga lama-lama, cuma lima hari, tapi selama lima hari banyak hal baru yang bisa saya lihat dan saya pelajari.

Waktu mau berangkat, kami sempat dibuat kesal oleh maskapai penerbangan yang akan membawa kami. Gimana engga, flight yang harusnya jam 1 siang di-delay sampai jam 8 malam. Alhasil kami pulang lagi. Malamnya baru kami kembali ke airport. Setelah menunggu dengan excited, ketawa-ketawa, dan tuker-tukeran foto dengan sepupu, akhirnya kami dengan suksesnya take off juga menuju Ngurah Rai International Airport. Penerbangannya juga singkat banget. Cuma 15 menit kami ada di udara. Di airport kami dijemput oleh supir bernama Pak Wayan. Beliaulah yang akan mengantar kami jalan-jalan selama di Bali.

Selama kami dalam perjalanan menuju rumah Om yang jaraknya kira-kira 30 menit dari airport, saya ngga henti-hentinya bernostalgia tentang pulau ini. Bukan apa-aapa, ini kali kedua saya menginjakkan kaki di pulau dewata dan kunjungan pertama saya sudah lama sekali. Kalau ngga salah waktu saya kelas 1 SMP. Jadi terus terang saya kangen Bali. Saya kangen melihat rumah-rumah yang di depannya selalu ada sesaji berwarna-warni, kangen suasana eksotisnya, kangen melihat orang lalu lalang dengan udeng dan ikat pinggang kain, kangen melihat pura yang megah, dan tentu saja kangen pantainya. ^_^

Sesampainya di Bali, kami disambut Om, Tante, Niyang (adiknya Oma), dan juga para sepupu. Ada yang saya kenal, ada juga yang ngga karena hierarkinya terlalu jauh. Jadi saya salami saja tangan semua orang yang saya jumpai. Setelah menyingkir dari keramaian, Niyang menyuruh pembantunya, Mbok Wayan untuk mengantarkan kami ke kamar. Dasar saudara, ngga bisa sebentar aja ngga berantem, apalagi urusan pembagian kamar. Setelah mengalami konflik yang lumayan alot, akhirnya kami bisa dapat kamar yang enak di rumah utama.

Keesokan harinya kami dibawa Pak Wayan jalan-jalan. Tujuan pertama kami adalah Bird Park yang saya lupa di daerah mana. Yang pasti tempatnya agak dekat pegunungan karena hawa di sana sejuk sekali. Saat masuk kami semua disemprot dengan desinfektan supaya kuman-kuman dari luar ngga ikut masuk. Di pintu masuk kami langsung disambut beberapa ekor macaw dan cockatoo yang riuh bersuara. Kami juga melihat bayi-bayi burung yang ada di Bird Nursery. Lucu-lucu deh, ternyata bayi di mana-mana emang sama. Hehe..... Burung-burung di Bird Park dibagi menurut persebarannya, ada Bali, Jawa, Madura, Borneo, Sulawesi, dan Irian Jaya. Tiap blok punya keunikan sendiri-sendiri. Keren banget!!

Yang di sebelah kiri itu salah satu jenis burung favorit saya dan Mama. Soalnya warnyanya ijo!! Hehe..... Saya lupa itu jenis burung apa, tapi yang pasti suaranya lumayan keras. Kalau yang sebelah kanan, itu salah satu adegan favorit saya waktu Bird Show. Keliatan banget kan, si peacock cowok ini pengen banget menarik perhatian salah satu bebek yang lewat di depannya. Lucu kan?

Waktu Bird Show juga, saya berkesempatan ngobrol dengan salah satu turis yang lagi nonton. Saya emang udah janji sama diri sendiri, selama di Bali minimal saya harus ngobrol sekali sama turis. Cara pedekatenya? Gampang, kebetulan saya waktu nonton ngga kebagian seat. Alhasil saya minta duduk di sebelah turis itu. Saya lupa siapa nama turis cewek yang saya ajak ngobrol, tapi saya ingat nama suaminya, Brad. Mereka orang USA yang domisili di Singapura. Saya dan si cewek ngobrolin adegan-adegan Bird Show itu. Waktu adegan di atas, si turis bilang si peacock perlu nyari pacar. Saya bilang,"I think the peacock tried hard to show his charm." Ngga nyangka, dia ngakak parah denger ucapan saya. Dan ketika show selesai, Qta pamitan dan si cewek bilang,"You're English is very good". Aduh, senengnya saya.....

Selesai show, kami muter-muter lagi dan foto-foto sama burung juga. Nie beberapa hasilnya:














Ini tiga foto favorit saya. Itu saya, Mas Elang, kakak sepupu saya, dan salah dua dari turis-turis yang main ke Bird Park. Keren kan?

Kayanya segini dulu ya posting saya buat hari ini. Kelanjutan iburan ke Bali saya bakal saya beberin di posting berikutnya. So, tetep tongkrongin blog saya. Okay?

 

Confessions of A Not-It Girl Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea