Wednesday, October 29, 2008

BALI AGAIN!! (Part 2)

Posted by Icha at 1:45 PM 0 comments
Melanjutkan cerita petualangan saya di Bali waktu liburan kemarin, saya ngga cuma jalan-jalan ke Bird Park aja loh. Saya sempat juga ke Pasar Sukawati. Tau kan, Pasar Sukawati adalah pusat oleh-oleh terkenal yang menjual berbagai macam suvenir dengan harga murah. Kalau jago nawar, kita bisa dapat banyak barang tanpa kena kanker (alias kantong kering). Saya dan sepupu-sepupu juga membeli oleh-oleh buat teman-teman di kampung halaman. Mama tentu saja didaulat jadi seksi nawar. Dan berhasillah kami membawa segepok barang cantik untuk dibawa pulang.

Kami ke Bali ngga cuma buat traveling dan belanja aja, karena tujuan kami sebenarnya adalah menghadiri pernikahan Om saya. Saya kagum sekali melihat persiapan pernikahan mereka. Ada panggung tempat sesaji, rangkaian bunga, dan kain warna-warni yang menghiasi seluruh rumah. Rasanya saya ikut jadi orang Bali! Ngga terlewatkan, satu set gamelan Bali yang sudah saya bayangkan akan mengalunkan melodi Bali yang indah dan sedikit bernuansa mistis itu.

Pada hari H, Om saya, Om Nino, dan calon istrinya, Tante Eka tampil sangat.... keren! Mereka memakai kain tenun Bali asli (yang katanya berat banget). Tante Eka lebih hebat lagi. Hiasan kepalanya yang menjulang tinggi layaknya putri penari Legong itu membuat Tante tampak cantik sekali. Saya dan para sepupu cewek ngga mau kalah. Kami langsung mengenakan baju terbaik dan bercantik-cantik hari itu. Ngga lupa kami juga foto-foto bareng Om dan Tante. Bisa juga saya berfoto dengan pengantin tradisional Bali!!

Sebelum hari beranjak siang, diputuskan prosesi pernikahan segera dimulai. Sudah ada Pedande (pendeta Hindu) yang siap memimpin jalannya prosesi. Saya dan Mas Elang mengambil foto jalannya prosesi. Prosesi ini sangat rumit, panjang, dan punya urut-urutan tersendiri. Saya sendiri bingung dan lupa kalau disuruh menjelaskan jalannya upacara itu. Tapi yang pasti saya sangat menikmati prosesi tersebut. Doa sang Pedande, bunyi lonceng berdenting, berbaur dengan alunan gamelan Bali sehingga suasana jadi khusuk dan religius. Saya baru tau, ternyata pengantin melakukan ritual pernikahan dua kali. Yang pertama sebutannya di Pendapa Bawah dan yang kedua di Pendapa Atas. Pedandenya berbeda, jalannya ritual pun berbeda.

Selesai upacara, acara beranjak pada ramah-tamah. Para tamu dipersilakan mengambil makanan kecil dan menikmati sajian tari topeng. Pada mulanya saya ngeri melihat tarian itu, terutama karena topengnya. Tapi setelah saya tau esensi tarian itu, saya jadi ngga takut lagi. Ternyata tari topeng menggambarkan sifat-sifat manusia. Ada yang baik, ada yang jahat. Setelah menari, para penari tadi melawak untuk menghibur para tamu. Tapi karena mereka bicara dengan bahasa Bali, saya jadi ngga terlalu paham.















Ini beberapa dari foto yang saya ambil waktu prosesi pernikahan berlangsung. Kelihatan khusuk banget kan?





Ini ada foto saya dan para sepupu cewek bareng Tante Eka. Liat deh, mahkotanya Tante. Bunga-bunga di situ dipasang satu-satu dari jam 4 pagi loh! Kebayang beratnya. Kalau yang satu lagi, itu foto salah satu penari topeng. Penari itu menari dengan banyak gerakan jari dan gerakan patah-patah. Liat aja jarinya yang lentik itu. Ngga kalah luwes sama cewek ya!



Untuk part 2 ini, segini dulu. Tetep tongkrongin blog saya untuk tau kelanjutan petualangan saya di Bali. ^_^

Friday, October 10, 2008

Can't Life Without Music!!

Posted by Icha at 5:26 PM 1 comments
Ada yang bilang musik itu kebutuhan rohani yang sekunder. Tapi buat saya pendapat itu sama sekali nggak berlaku. Musik adalah kebutuhan primer saya. I can't live any single day without songs and music. Tanpa musik, kebayang, garing banget hidup saya.

Dari kecil saya udah akrab banget sama musik dan lagu. Ngga heran, itu karena Mama dan Papa rajin banget menjejali kuping saya dengan berbagai jenis musik. Makanya waktu kecil saya suka segala rupa musik. Klasik ayo, pop oke, lagu anak-anak boleh, qasidahan mari, gamelan khas Jawa monggo, bahkan musik-musik yang aransemennya nggak biasa pun saya simak dengan sepenuh hati. Tau siapa musisi favorit saya waktu masih TK? Michael Jackson!! Hehe.....

Orang-orang yang punya pengaruh besar pada kecintaan saya terhadap musik terutama memang Papa dan Mama. Mama suka nyanyi dan hobi banget nonton film musikal. Kalau Papa suka mengoleksi lagu-lagu yang 'nggak biasa' sejenis Enigma, Secret Garden, dll. Tapi jangan salah, hampir seluruh keluarga saya merupakan pecinta musik. Oma saya merupakan penyanyi legendaris keluarga (wuedeh.....). Beliau masih hapal lagu-lagu zaman Jepang dan suaranya memang bagus. Sedangkan tante saya dulu pernah les piano bareng Mama. Dua sepupu saya yang cowok sama-sama belajar drum dan adik mereka yang paling kecil sejak umur setahun selalu joget kalo disetelin kaset. Sekarang umurnya tiga tahun dan cepet banget hafal lagu-lagu yang dia dengar.

Secara pribadi, musik bukan saja jadi penghias hari-hari kehidupan saya. Musik adalah sarana yang efektif buat menyalurkan mood saya. Entah senang, sedih, bete, jengkel, marah, cemburu atau apapun yang saya rasakan bisa tergambar dalam lagu-lagu yang saya puter. Jadi kalau saya masuk kamar dan dengerin Beautiful World-nya Utada Hikaru atau Nolita Fairytale-nya Vanessa Carlton, bisa dipastikan saat itu mood saya lagi bagus-bagusnya. Atau bolehlah ngeledekin saya kalau tiba-tiba denger saya nyanyiin lagu Dua Hati Menjadi Satu-nya Gita Gutawa karena saat itu mungkin saya lagi jatuh cinta. Tapi jangan coba mengusik saya yang sedang dengerin lagu-lagunya Linkin Park dengan volume kenceng karena itu artinya saya lagi asli ngamuk!!

Lagu dan musik juga bisa jadi penanda suatu peristiwa. Ya mirip-mirip soundtrack film gitu lah. Harus saya akui, banyak peristiwa penting dalam hidup saya jadi unforgettable gara-gara lagu yang secara ngga sengaja jadi theme song peristiwa itu. Contohnya waktu saya ikut Up Grading HIMABIO. Waktu itu salah seorang kakak tingkat saya muter lagu Permintaan Hati-nya Letto. Sampai sekarang kalau saya denger lagu itu, saya langsung ingat suasana waktu Up Grading.

However, kadang-kadang saya sengaja muter suatu lagu untuk mengingat momen yang terjadi sama saya. Jadi saya sengaja mencari lagu yang cocok sama kejadian yang saya alami dan akhirnya lagu itu malah selalu mengingatkan saya akan kejadian tersebut. Waktu saya nggak sengaja ketemu seseorang yang spesial di Jogja, lagu yang terbayang di benak saya setelah kejadian itu adalah lagu dari See-Saw yang judulnya Kimi Wa Boku Ni Niteiru. Lagu dan kejadian itu jadi identik sampai sekarang.

Ngga berhenti sampai situ loh pembicaraan saya tentang lagu dan musik. Soalnya masih banyak alasan kenapa saya nggak bisa lepas dari musik. Saya nggak bisa belajar tanpa musik. Nggak tau kenapa musik bikin saya jadi lebih
inspired, baik dalam belajar ataupun dalam hal lain yang membutuhkan kreativitas seperti bikin puisi, nulis, bahkan bikin laporan dan ngetik makalah! Lucu ya? Nggak cuma itu, kalau saya lagi sakit, saya biasa dengerin lagu-lagu soundtrack film Disney favorit saya sambil tidur-tiduran. Kalau akhirnya saya ketiduran, tidur saya bakal jadi lebih rileks dan waktu bangun biasanya langsung mendingan.

Buat saya, lagu juga bisa jadi sarana belajar. Saya belajar bahasa Inggris salah satunya dari lagu. Dengan dengerin lagu, perbendaharaan vocabulary saya nambah. Saya juga belajar banyak ungkapan baru yang puitis dari lagu-lagu itu. Ini mungkin karena waktu saya les dulu selalu ada acara listening. Selain mempertajam pendengaran juga menambah vocabulary. Keren kan?

Soal kesukaan, saya suka lagu-lagu yang aransemennya keren dan liriknya bagus. Saya cinta banget sama lagu-lagu yang aransemennya diwarnai nuansa akustik gitar, juga piano dan biola. Yui, OneRepublic, dan Avril Lavigne adalah penyanyi/band yang kebanyakan lagunya memenuhi kriteria ini. Saya juga suka lagu-lagu ber-genre soundtrack karena bikin saya membayangkan adegan atau tokoh-tokoh dalam film tersebut. Kalau lirik, saya suka lirik lagu yang ngga terlalu lugas, tapi juga ngga terlalu puitis. Intinya menyampaikan pesan lagu tanpa melebih-lebihkan. Itulah kenapa saya lebih suka lagu berbahasa Inggris daripada lagu berbahasa Indonesia. Kebanyakan lirik lagu Indonesia terlalu lugas dan ungkapannya itu-itu aja. Ketebak banget lah. Tapi bukan berarti saya ngga suka sama sekali sama lagu Indonesia. Saya suka Gita Gutawa, soundtrack film AADC, dan soundtrack film Laskar Pelangi. Kelihatan banget, kedua film yang saya sebut belakangan menggarap soundtracknya dengan serius. So hasilnya pun sebanding.

Sekarang saya juga lagi gandrung banget sama lagu-lagu J-Pop. Lagu Jepang lah gampangannya. Yui dan Utada Hikaru adalah penyanyi J-Pop yang nggak pernah bikin saya bosen dengan lagu-lagunya. Saya juga suka soundtracknya Naruto, Gundam SEED Destiny, BLEACH, dan Inuyasha. Lagu-lagunya bervariasi dan sekali lagi, ngga ngebosenin!

Musik identik dengan otak kanan. Kalau kita biasa melatih otak kiri dengan belajar, kenapa kita nggak juga melatih otak kanan dengan musik? Nggak perlu ahli main musik, minimal kita bisa menikmati segala jenis musik. Musik itu selain bikin pikiran rileks juga bisa bikin kita semakin peka dan punya rasa seni yang lebih tinggi. Percaya deh!

Selamat bermusik!!

Tuesday, September 16, 2008

Selalu Ada Alasan

Posted by Icha at 2:27 PM 1 comments
Selalu ada alasan untuk tersenyum,
walau hatimu terasa sakit.

Selalu ada alasan untuk bersyukur,
walau hidupmu serba kekurangan.

Selalu ada alasan untuk memaafkan,
walau luka takkan terobati.

Selalu ada alasan untuk mengambil risiko,
walau kau tak punya keberanian.

Selalu ada alasan untuk berbuat baik,
walau kau tak akan mendapat balasan.

Selalu ada alasan untuk belajar,
walau ilmu yang kaumiliki terasa lebih dari cukup.

Selalu ada alasan untuk memberi,
walau kau tak punya apa-apa.

Selalu ada alasan untuk percaya,
walau semua terlihat tidak mungkin.

Selalu ada alasan untuk hidup,
walau kadang hidup terlalu sulit dijalani.

Selalu ada alasan untuk segala hal,
walau Tuhan menyembunyikan alasan-alasan itu.

Dan selalu ada alasan bagi kita untuk mencari semua itu,
walau butuh waktu lama.....

Saturday, September 13, 2008

Surat Buat Sahabat

Posted by Icha at 8:16 PM 0 comments
Dearest Intan,

Hari ini ada buber di rumah Rio. Sama kaya tahun kemaren, tahun ini seru banget. Makan-makan, tausiyah dari Papy, nonton film, gitaran, becanda-becanda, ketawa-ketawa, dll. Yang dateng banyak, ketambahan temen dari luar juga. Makanannya juga enak-enak. Asyik deh pokoknya.

Dari pagi aku udah ke rumah Rio. Ikut bantu-bantu gitu deh. Motongin buah terutama. Nanasnya itu loh, beneran bikin ngiler. Nyaris tadi aku mau nyomot sepotong buat dicicipin, untung inget kalau aku lagi puasa. Yang cowok-cowok bersih-bersih dan negrapihin tempat. Pas dzuhur, kerjaan bagian kita udah beres. Langsung deh, kita semua ngamplar di depan tipi. Gelar kasur, minta bantal, terus tiduran sambil nonton tipi. Papy malah tidur beneran. Habis sholat dzuhur, aku, Hanum, sama Euis gantian shift sama Memey.

Habis sholat asar, aku berangkat lagi ke rumah Rio. Jam 4-an gitu, temen-temen mulai pada dateng. Terus acaranya dimulai. Kita dengerin tausiyah singkat dari Papy, nonton film tentang friendship, dan becanda-becanda. Habis itu kita buka puasa, makan snack, sholat maghrib, baru makan besar. Habis makan, kita sharing-sharing gitu. Nah, pas itu kita merenung, inget kalau tahun kemaren masih ada Intan. Nangis deh, Hanum sama Ditya.....

Bukan apa-apa sih, mungkin mereka kangen aja sama Intan. Tahun kemaren kan masih ada Intan. Intan inget kan, tahun kemaren kita berangkat bareng-bareng dari rumah Euis. Terus malemnya habis acara Intan ikut bantu bersih-bersih. Aku bahkan masih inget, waktu acara sharing tentang karakter temen-temen, Intan nulis supel di kertasku.

Waktu pulang aku jadi mikir, emang udah hampir setahun Intan ngga ada. Tapi kita masih sering kangen sama Intan. Bukan berarti kita belum ikhlas, tapi gimana ya, ngelupain orang yang kita sayang itu susah banget. Aku juga jadi kangen sama Intan. Tapi aku ngga nangis lagi karena aku tau Intan sekarang baik-baik aja. Kalau aku nangis Intan pasti sedih kan? Makanya aku ngga nangis. Aku cuma berharap Intan baik-baik aja.

Tadi Papy juga bilang, semoga Intan baik-baik aja dan aku yakin itu. Intan cuma perlu tau kalau kita semua, temen-temen seangkatan sayang banget sama Intan. Kita ngga pernah ngelupain Intan. Sleep well ya babe. We love you very much. We all do.

Much Love,
Cha

Friday, September 12, 2008

Reiraku

Posted by Icha at 3:56 PM 0 comments
Kalau reiraku-ku warnanya merah, apa aku bisa memahami perasaan seseorang??
Kalau reiraku-ku warnanya merah, apa aku bisa menggenggam reiraku yang warnanya putih??
Kalau reiraku-ku warnanya merah, apa aku bisa menautkannya dengan reiraku putih??

Setiap jiwa berbeda, reiraku-nya pun berbeda.
Merah, putih.....
Apakah itu masalah??
Apakah perbedaan itu yang jadi masalah??

Lalu aku tahu.
Yang terpenting bukanlah warna reiraku.
Entah merah, entah putih, itu sama saja. Tidak akan bisa menebak hati seseorang.
Tidak punya reiraku juga tidak masalah.
Seperti layaknya jiwa yang tersembunyi, tak mau terusik.
Reiraku hanya eksistensi, sesuatu yang nampak dari apa yang sesungguhnya tak kasat mata.

Aku hanya mengerti satu hal.
Kalau mau memahami perasaan seseorang, duduk saja di sampingnya.
Duduk dan dengarkan saja.
Kalau tidak terdengar, lihat dengan hati yang terbuka.
Karena hati dan jiwa adalah satu.
Karena hati tak pernah menilai.

Apapun itu, yang harus kaupunyai hanyalah
Ketetapan hati.

#inspired by BLEACH

**Untukmu di sana, aku masih berusaha menyelami perbedaan itu. Dan aku masih ingin percaya.

Saturday, September 6, 2008

BALI AGAIN!!

Posted by Icha at 10:58 AM 1 comments
Wah, soal yang ini pasti saya belum cerita. Kemarin waktu saya dapet libur sebulan, saya, Mama, Oma, dan 4 sepupu diundang ke Bali untuk menghadiri pernikahan Om saya. Tapi dari Solo saya ngga langsung ke Bali. Saya ke Mataram dulu, menginap sehari lalu naik pesawat bareng-bareng ke Bali. Saya dan keluarga di Bali ngga lama-lama, cuma lima hari, tapi selama lima hari banyak hal baru yang bisa saya lihat dan saya pelajari.

Waktu mau berangkat, kami sempat dibuat kesal oleh maskapai penerbangan yang akan membawa kami. Gimana engga, flight yang harusnya jam 1 siang di-delay sampai jam 8 malam. Alhasil kami pulang lagi. Malamnya baru kami kembali ke airport. Setelah menunggu dengan excited, ketawa-ketawa, dan tuker-tukeran foto dengan sepupu, akhirnya kami dengan suksesnya take off juga menuju Ngurah Rai International Airport. Penerbangannya juga singkat banget. Cuma 15 menit kami ada di udara. Di airport kami dijemput oleh supir bernama Pak Wayan. Beliaulah yang akan mengantar kami jalan-jalan selama di Bali.

Selama kami dalam perjalanan menuju rumah Om yang jaraknya kira-kira 30 menit dari airport, saya ngga henti-hentinya bernostalgia tentang pulau ini. Bukan apa-aapa, ini kali kedua saya menginjakkan kaki di pulau dewata dan kunjungan pertama saya sudah lama sekali. Kalau ngga salah waktu saya kelas 1 SMP. Jadi terus terang saya kangen Bali. Saya kangen melihat rumah-rumah yang di depannya selalu ada sesaji berwarna-warni, kangen suasana eksotisnya, kangen melihat orang lalu lalang dengan udeng dan ikat pinggang kain, kangen melihat pura yang megah, dan tentu saja kangen pantainya. ^_^

Sesampainya di Bali, kami disambut Om, Tante, Niyang (adiknya Oma), dan juga para sepupu. Ada yang saya kenal, ada juga yang ngga karena hierarkinya terlalu jauh. Jadi saya salami saja tangan semua orang yang saya jumpai. Setelah menyingkir dari keramaian, Niyang menyuruh pembantunya, Mbok Wayan untuk mengantarkan kami ke kamar. Dasar saudara, ngga bisa sebentar aja ngga berantem, apalagi urusan pembagian kamar. Setelah mengalami konflik yang lumayan alot, akhirnya kami bisa dapat kamar yang enak di rumah utama.

Keesokan harinya kami dibawa Pak Wayan jalan-jalan. Tujuan pertama kami adalah Bird Park yang saya lupa di daerah mana. Yang pasti tempatnya agak dekat pegunungan karena hawa di sana sejuk sekali. Saat masuk kami semua disemprot dengan desinfektan supaya kuman-kuman dari luar ngga ikut masuk. Di pintu masuk kami langsung disambut beberapa ekor macaw dan cockatoo yang riuh bersuara. Kami juga melihat bayi-bayi burung yang ada di Bird Nursery. Lucu-lucu deh, ternyata bayi di mana-mana emang sama. Hehe..... Burung-burung di Bird Park dibagi menurut persebarannya, ada Bali, Jawa, Madura, Borneo, Sulawesi, dan Irian Jaya. Tiap blok punya keunikan sendiri-sendiri. Keren banget!!

Yang di sebelah kiri itu salah satu jenis burung favorit saya dan Mama. Soalnya warnyanya ijo!! Hehe..... Saya lupa itu jenis burung apa, tapi yang pasti suaranya lumayan keras. Kalau yang sebelah kanan, itu salah satu adegan favorit saya waktu Bird Show. Keliatan banget kan, si peacock cowok ini pengen banget menarik perhatian salah satu bebek yang lewat di depannya. Lucu kan?

Waktu Bird Show juga, saya berkesempatan ngobrol dengan salah satu turis yang lagi nonton. Saya emang udah janji sama diri sendiri, selama di Bali minimal saya harus ngobrol sekali sama turis. Cara pedekatenya? Gampang, kebetulan saya waktu nonton ngga kebagian seat. Alhasil saya minta duduk di sebelah turis itu. Saya lupa siapa nama turis cewek yang saya ajak ngobrol, tapi saya ingat nama suaminya, Brad. Mereka orang USA yang domisili di Singapura. Saya dan si cewek ngobrolin adegan-adegan Bird Show itu. Waktu adegan di atas, si turis bilang si peacock perlu nyari pacar. Saya bilang,"I think the peacock tried hard to show his charm." Ngga nyangka, dia ngakak parah denger ucapan saya. Dan ketika show selesai, Qta pamitan dan si cewek bilang,"You're English is very good". Aduh, senengnya saya.....

Selesai show, kami muter-muter lagi dan foto-foto sama burung juga. Nie beberapa hasilnya:














Ini tiga foto favorit saya. Itu saya, Mas Elang, kakak sepupu saya, dan salah dua dari turis-turis yang main ke Bird Park. Keren kan?

Kayanya segini dulu ya posting saya buat hari ini. Kelanjutan iburan ke Bali saya bakal saya beberin di posting berikutnya. So, tetep tongkrongin blog saya. Okay?

Thursday, August 21, 2008

Sejenak Melihat ke Bawah

Posted by Icha at 9:29 AM 0 comments
Kalau ngga salah pas tanggal 17 Agustus kemaren, saya nonton reality show Jika Aku Menjadi... yang ditayangkan Trans TV. Waktu itu episodenya tentang mantan pejuang yang sekarang berprofesi sebagai tukang patri keliling. Kebayang, saya bener-bener terenyuh dibuatnya.

Saya terenyuh melihat kehidupan aki (kakek-bhs. Sunda) yang jadi tokoh utama episode itu. Bayangkan, dulunya dia berjuang mati-matian mengorbankan nyawa untuk merebut kemerdekaan, ikut gerilya, ikut angkat senjata, tapi sekarang hidupnya jauh dari layak. Sekarang, ketika Indonesia sudah merdeka, dia ngga bisa menikmati hasil perjuangannya sendiri. Si aki ini sekarang harus menjadi seorang tukang patri keliling demi menyambung hidup. Dia mesti rela jalan kaki ke sana-kemari, memikul alat-alat patri yang sedemikian beratnya, dan dia ikhlas menerima berapapun upah yang dibayarkan kepadanya. Bahkan ketika saya nonton, saat itu si aki cuma dibayar dua ribu rupiah!! Ngga sebanding dengan semua perjuangan yang harus dia lewati untuk mencari duit, kan?

Ketika melihat kehidupan di rumahnya, semuanya bikin saya lebih sedih lagi. Rumahnya kecil, sumpek, kamar mandi menyatu dengan dapur, dan kalau mau BAB harus jalan dulu ke empang. Saya berpikir, betapa ngga sehatnya hidup seperti itu. Ketika waktu makan tiba, aki dan keluarganya duduk melingkar, makan bersama hanya dengan nasi berlauk garam. Melihat itu, saya asli speechless. Saya bertanya dalam hati, apa setiap hari mereka makan seperti itu?

Kebetulan, saat saya nonton saya sedang makan. Melihat aki dan keluarganya hanya makan nasi berlauk garam, saya berhenti makan sejenak. Saya pandangi apa yang ada di depan saya. Saya melihat apa yang saat itu terhidang di meja makan. Dan saya langsung mengucap hamdalah berkali-kali dalam hati. Meski saat itu saya hanya makan masakan rumahan buatan Mama (sayur bening+tahu goreng+kerupuk yang jadi favorit saya sejak kecil), seketika saya merasa apa yang saya makan jadi berkali lipat lezatnya. Apalagi siangnya saya puasa, jadi makin berasa nikmat segala yang masuk mulut. Saya perhatikan lagi semua yang ada dalam jangkauan pandangan saya. Toples berisi cemilan yang disiapkan Mama buat menyambut saya pulang, kulkas dan lemari dapur yang terisi berbagai macam bahan untuk membuat masakan kesukaan saya, rumah yang meski kecil tapi warm sekaligus adem ayem, kamar dan kasur yang nyaman, semua membuat saya tak henti mengucap hamdalah.

Saya ingat waktu itu, Mama menemani saya makan dan bilang,"Mba, kita memang bukan orang yang setiap hari makan enak di restoran. Rumah kita juga tergolong kecil dan ngga mewah. Tapi coba Mba liat ke bawah, masih ada orang-orang yang hidupnya jauh lebih susah dibanding kita. Jadi Mba ngga boleh lupa bersyukur. Kalau kita bersyukur, hidup kita akan serbacukup dan bahagia."

Saya memang cuma mengangguk, tapi saya save ucapan Mama kata per kata di otak saya. Saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya akan lebih banyak bersyukur, lebih banyak melihat ke bawah. Saya sendiri kagum dengan keikhlasan aki yang rela menerima kondisi dan rezeki dari Allah SWT sekecil apapun itu. Meski hanya makan nasi berlauk garam, hidup serbasederhana (bahkan mungkin kurang dari itu), aki tetap bisa tersenyum dan bersyukur. Semoga saya yang diberi lebih juga bisa bersyukur dan melihat ke bawah dengan porsi yang lebih.

Semoga selalu seperti itu.

Wednesday, August 13, 2008

Layar Dibuka

Posted by Icha at 2:52 PM 0 comments
Ini posting pertama saya loh. Hehe.... Pamer ceritanya. Maklum, baru punya blog. Saya emang suka banget menulis, jadi sekarang mumpung sempat, sekalian bikin blog. Lumayan lah, buat menyalurkan hobi sekaligus mengungkapkan apa yang ada dalam kepala saya.

Saya bukan orang yang pandai menyusun kata-kata. Jadi ya apa yang ada dalam kepala saya ungkapkan aja pakai bahasa yang saat itu terlintas. So, dijamin blog ini ngga bakal ada puitis-puitisnya!! Tapi hal itu jangan menjadikan teman-teman yang mampir surut niatnya untuk mengunjungi dan meramaikan blog ini ya. Saya tetap pengen banget mendengar tanggapan teman-teman semua atas apa yang saya tulis di sini. So, silakan aja comment yang sebebas-bebasnya (asalkan bertanggung jawab. ^_^). Justru itu bisa menjadi tambahan wawasan buat saya.

Last but not least, selamat datang dan makasih banget buat teman-teman yang udah bersedia mampir dan menyempatkan diri untuk nongkrongin blog saya ini. Enjoy yourself!! Otanoshimi ni.....
 

Confessions of A Not-It Girl Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea