Sunday, February 17, 2013

Hijau, Biru, Merah, Hitam

Posted by Icha at 3:01 PM 0 comments
Hijau.
Untuk setiap hari yang terlewati. Untuk kejadian sederhana yang membuat saya tertawa. Untuk hal-hal kecil yang tertangkap mata dan telinga. Untuk setiap detail yang disyukuri. Untuk peristiwa yang biasa, sangat biasa, tapi terasa istimewa.



Biru.
Untuk kesedihan dan air mata. Seperti keluhan yang saya titipkan pada langit agar sampai pada awan, supaya nanti jatuh dibawa hujan. Atau seperti ganjalan yang saya hanyutkan ke laut, supaya dibawa ombak. Pergi dan tidak kembali, agar rasa sedih dan sakit tak perlu datang lagi



Merah.
Untuk ungkapan setiap rasa jengah dan marah. Untuk luapan emosi yang membakar hati seperti api. Seperti kobaran yang menunggu dipadamkan. Untuk kata-kata yang tertahan dan tak terucapkan, tapi menuntut pengertian. Sekali lagi, hanya menunggu dipeluk dan dipadamkan. Menunggu dia yang cukup berani memeluk dan memadamkan.



Hitam.
Untuk kamu. Untuk setiap huruf, kata, ekspresi yang hanya aku yang tahu.






*harus beli diary lagi*

Saturday, February 16, 2013

Me and The absurdity of My Assignment (Kepengennya Sambat)

Posted by Icha at 9:44 AM 0 comments
Mahasiswa yang minta dikeplak panci adalah mahasiswa yang tau dan sadar sepenuhnya bahwa tugasnya banyak dan belum pada beres tapi malah ngeblog saking pusingnya. Dan mahasiswa itu adalah saya.

Saya harus ngerjain dua jenis tugas buat mata kuliah wajib Karier Bioteknologi yang dikumpulin Selasa depan. Yang pertama ngerangkum semua kuliah tamu dan bikin analisis SWOT. Kedua, dan yang lebih parah, bikin makalah (atau paper atau esai atau apalah namanya itu) tentang rencana mau jadi apa setelah gelar M.Biotech nyangkut di belakang nama (aaamiiinnn ya Allah...).

Makalah atau entah apa namanya itu dipatok maksimal sepuluh halaman dan saya bahkan belum dapet dua halaman, tapi kepala rasanya udah kaya diacak-acak. Ngeblank parah. Ngga tau mau nulis apa. Masalahnya, yang pengen saya lakukan selepas S2 ngga ada di antara pilihan yang mesti dibahas. Padahal kalo pilihan itu ada, saya pasti lebih gampang nulisnya karena udah terancang dengan jelasnya. Hahahahaaa :))

Bagian paling parah dari semua ini adalah keabsurdan dan keabstrakan tugas ini membuat saya kepengen ngeluh. Nggrundel. Sambat.

Sambat ke orang yang spesifik, lebih tepatnya.

Jadi sejak setengah jam yang lalu udah ngga keitung berapa kali saya pegang hape, unlock phone, masuk ke message, ngebuka conversation antara saya sama dia dan siap ngetik sms yang isinya sambat ngga jelas ke dia.

Tapi tiap kali ini jari udah siap ngetik sms, monolog ini juga selalu terjadi.

Another me : Mau sambat lagi, Cha?

Me : Iya.

Another me : Ealah nduuuuk, kowe ki lho. Opo-opo ditandangi dhewe, garapan digarap dhewe, ning mung koyo ngene wae kepingine kok sambat. Opo yo ora mesakke sambatanmu. Sambatanmu ki yo kesel saben dino mbok sambati.

Me : *mencet tombol back berkali-kali sampe balik ke home screen --> lock phone*

Yah, begitulah. Dan akhirnya ngga jadi sambat.

Ayolah Cha, wong ya biasanya betah ngerjain sendiri. Masa beginian doank bawaannya kepengen sambat.

*sigh*

Dah ah, ayo dikerjain lagi tugasnya.






(Mungkin sebenernya saya ngga kepengen sambat. Cuma pengen dia tau saya lagi bingung ngerjain tugas. Tapi kalo kaya gitu diitung sambat... Yasudalah)

Friday, February 15, 2013

Ordinary Day - Vanessa Carlton : For Our 'Everyday'

Posted by Icha at 5:57 PM 0 comments
Just a day, just an ordinary day
Just trying to get by
Just a boy, just an ordinary boy
But he was looking to the sky
And as he asked if I would come along
I started to realize
That every day he finds just what he's looking for
And like a shooting star he shines

And he said
Take my hand
Live while you can
If we walk now we will
Divide and conquer this land
And as he spoke, he spoke ordinary words
Although they did not feel now
For I felt what I had not felt before
And you'd swear those words could heal
And as I looked up into those eyes
His vision borrows mine

And I know he's no stranger for I feel
I've held him for all of time
And he said
Take my hand
Live while you can, now
And if we walk now we will
Divide and conquer this land
Divide and conquer this land
Divide and conquer this land
Please come with me
See what I see
Touch the stars for time will not flee
Time will not flee
And you must be
Just a dream, just an ordinary dream
As I wake in bed
And the boy, that ordinary boy
Oh was it all in my head?

Didn't he ask if I would come along?
It all seemed so real
But as I looked to the door I saw that boy
Standing there with a deal
And he said
Take my hands
Live while you can
And if we walk now we will
Divide and conquer this land

Divide and conquer this land
Divide and conquer this land
Just a day, just an ordinary day
Just trying to get by
Just a boy, just an ordinary boy
But he was looking to the sky

Our everyday is just ordinary.
Ordinary but meaningful, am I right? :))




Lyrics source : here

Saturday, February 9, 2013

A One-or-Two-Week Serial of Stories

Posted by Icha at 10:14 AM 0 comments
~Part 1~
#nowplaying Bohemian Rhapsody - Vitamin String Quartet (tribute to Queen)

Ujian Akhir Semester yang mengharuskan saya duduk di ruang pesakitan (merujuk istilah Resta) SELESAI. 90% ngerasa ngga yakin hasilnya bakal, jangan bilang perfect deh, sesuai harapan. Ah, tapi namanya juga maba semester 1, kalopun nilainya ngga bagus" amat ya mari kita pake excuse paling banter, yaitu masih masa adaptasi. Muahahahaaa :))

Yah, walaupun begitu saya berterima kasih sama semua pihak yang telah membantu melengkapi 'amunisi' saya selama ujian. Amunisi fisik, mental dan doa pastinya. Buat sohib" yang berinisiatif ngajakin belajar bareng pastinya. Oiya, jadi inget hari Senin dua minggu yang lalu. Siangnya kami seangkatan baru melalui ujian Biologi Sel yang... menyakitkan hati. Terus malamnya saya dan tiga orang temen seperjuangan senasib sepenanggungan BMS (Resta, Bimbim, Yeni) belajar bareng di Dunkin Jakal buat ujian keesokan harinya. Ditemani donat dan secangkir hot chocolate (saya), kopi (Bimbim), dan entah ada minumnya Resta sama Yeni, kami nguplek-nguplek mekanisme biosintesis terpenoid, IPP-DMAPP, ngeliatin penggabungan kepala-ekor, nekuk" struktur squalene, dan berbagai kerangka karbon yang bikin otak jadi keriting. Alhamdulillah-nya, besoknya semua yang kami pelajari keluar SEMUA dan alhamdulillah-nya lagi, yang keluar itu yang gampang-gampang. Jadilah hari Selasa, 29 Januari 2013 dinobatkan sebagai hari tersukses kami sepanjang UAS. Bayangin, ngerjain ujian hanya dalam waktu 30 menit dan keluar dengan muka sumringah!! Gelaaaaaaaaaaa... XD

Ehm, pastinya makasih juga buat yang udah nemenin belajar selama ujian, baik nemenin belajar bareng di kosan ataupun dari jauh. Makasih ya Mas... ^_^

Eeeeehhh, tapi blum bisa seneng" loh Cha. Masih ada presentasi jurnal Genmol sama makalah Karir Biotek yang abstrak ituuuu!!!! #kemudianhening #kehilanganekspresi


~Part 2~
#nowplaying Bittersweet - The Piano Guys feat. Spencer Schmidt

How does it feel when your precious one tells you something great, so damn great that it's strong enough to make your heart explode. That kind of explosion which is caused by (and contained with) admiration, happiness, fear, pain, tears, and above all, love.

All of them, all of those feelings was covered by love. I don't know why I'm saying this right now, but I'm totally sure it was. And in our facebook chat that night, I told him so. I told him I loved him, with smile emoticon following my words. But he didn't know I was crying while doing that. I couldn't even anticipate those tears. I realised it just after my cheeks got wet.

All those feelings, the admiration, happiness, fear, even the love is all cliché. Whatever. The point is I was afraid to lose him. And on that Thursday, I tried my best not to show him, not to tell him. I thought I successfully managed it because I was focusing my mind on Enzymology presentation. But after I left the stage, I felt empty. Oh I forget to mention, he was there. He came to watch me presenting my article even though he didn't take the class. He sat right next to me and for the first time his presence stroke me with a terrible pain.

So, he finally found that there was something wrong with me. He kept asking, I kept not answering. The news was great, I knew he was so happy that he chose to tell me, hoping that I would be happy for him as well. How could I break his heart by telling him how I exactly felt? That's cruel. But he kept asking and finally I told him. I told him all those cliché and then the pain was totally gone. I just realised that the most important thing in this case is he already knew what I felt and it was enough. He even asked me "Do you want me to promise you something?" and I replied "No, just don't. If you make a promise then you fail to keep that, it will terribly hurt".

Then he said some words and somehow those words seemed like promises to me. The fact is I was afraid to lose him and you know what, I still am. But no matter what happens, the promise has been said. And when I start to feel afraid, when the fear strikes me once again, all I need to do is just having faith. Believing that someone already keeps my wings unbroken. I know he's trying his best. All I need to do is to trust Allah. And him ^_^


~Part 3~
#nowplaying Good Time - Owl City & Carly Rae Jepsen

Masih hari Kamis yang sama, sepulang presentasi Enzimo, saya berusaha bayar SPP ke bank, tapi gagal gara" sistemnya offline. Apa-apaan coba, manusia ngantri segitu panjang tapi sistem offline mulu. Bah, merugikan konsumen -____-

Akhirnya jadilah saya luntang-lantung di kosan. Kalo ngga inget sore itu saya bakal ketemu empat temen S1 (Dea, yang selanjutnya akan kita panggil Decrut, Wida si Teteh, Tante Meli sama Papy Kholis), mood saya mungkin bakalan lebih ngacak lagi. Jam dua kurang, si pacar dateng ke kosan. Ngobrol (iya, ngobrol) bentar, abis itu capcus. Nah, si Decrut ini ngajakin ketemuan di Benteng Vredeburg di Malioboro sono. Saya ama si pacar mikir, udah jalanan ruwet, masih mesti nyari helm pula. Akhirnya kami putusin naik busway aja. Panas-panasan, belum makan, bikin jarak dari kosan ke halte rasanya jauuuuuhhhh banget. Hahahaha... :))

Akhirnya setelah melewati perjalanan panjang (halah, lebay), sampailah kami di Benteng. Di sana sudah menunggu si Decrut Ucrut sobat saya yang bulet-imut. Hihihiiii... Piss Dee, gw juga bulet kok :P Kami pelukan kaya Teletubbies dan kami ketemu Papy, Tante sama Teteh di museum. Langsung menggila semacam jaman S1, jejeritan, saling ngegodain dan pastinya laaahhh, narsong :D Oiya, selain mereka ada dua temen lagi, namanya mas Eko n Ari. Kalo mas Eko orangnya koplak, mirip kaya Papy. Kalo Ari orangnya pendiem, tapi sebenernya bisa diajak becanda juga :))

Abis itu kami sholat asar, terus jalan sambil foto" dan karena saya ama pacar udah kelaperan tingkat dewa akhirnya nyari tempat makan. Karena pusing mau makan di mana, akhirnya kami milih makan di Raminten Mirota Batik. Saya belum pernah makan di Raminten situ, jadi bolehlah nyoba, walau agak" ngeri. Emm, ngga usah diceritain ya gimana kami di sana, intinya mah kami makan sambil ngobrol gitu. Hehehe...

Abis makan kami muter bentar di Mirota, terus abis itu karena udah mau maghrib dan sejujurnya saya udah sakit kepala, saya ama si pacar ijin pulang duluan. Sebenernya ditahan-tahan sama anak-anak ngga boleh pulang, soalnya Om Fikar mau nyusul. Cuma gimana ini badan menuntut haknya untuk nglekar. jadilah saya diijinin pulang dengan diancam Papy harus ikut kumpul-kumpul di Solo hari Sabtu, kalo ngga dicoret dari daftar nama anak. Heeeeuuuuu...


~Part 4~
#nowplaying Danshi Koukousei to Tomodachi no Heya - Ost. Danshi Koukousei no Nichijou
 
Hari Sabtunya, saya dapet tugas negara dari Bos Besar. Hahahaha... Pulangnya beres-beres bentar di kos abis itu dijemput Papah dan kami capcus ke Solo. Sampe Solo... Ah, jujur saya males cerita. Intinya ngga jadi ketemuan sama temen-temen gara-gara acaranya ngga jelas. Tambahan lagi, saking keburu-burunya, saya ke Solo bawa laptop tapi ngga bawa chargernya. Mana pas dinyalain batre laptop cuma bisa bertahan sejam. Gagal sudah nyicil tugas. Heeeuuuu... Oke baiklah, ambil sisi positifnya. Kali emang sama Allah saya ngga boleh mikirin tugas dulu. Jadilah malem itu saya minta diurut Yangti. Urut sebadan. Hailnya? Badan njarem-njarem tapi mood ada di awang-awang XD

Mood yang ada di awang-awang itu saya manfaatin buat me-time. Ngga sehari penuh sih, cuma paling dua jam. Saya jalan kaki dari rumah ke Solo Square (yang kira-kira jaraknya dari kosan ke Mirota Kampus) dan nonton Hansel & Gretel Witch Hunters. Keren banget filmnya, cumaaaa violence-nya lumayan banyak dan terekspos, pantes kalo ratingnya dewasa. Ironisnya, banyak orang tua yang nonton film itu dengan membawa anak-anak mereka yang kira-kira masih seumuran SD. Hadeeeeehhhh...


~Part 5~
#nowplaying I Won't Give Up - Jason Mraz

Him : I haven't told him [his boss] what my truly reason is.

Me : The low-lying fruit?

Him : It's not.

Me : Then what is it?

Him : You.

Monday, January 21, 2013

Teddy Bear (One for My Room, Please) ^_^

Posted by Icha at 8:19 PM 0 comments
Empat bulan di kosan dan baru sadar, kamar saya sepiiiiii banget.

Ada dua alasan kamar saya berasa sepi. Satu, ngga ada rak buku gede yang berisi jejeran novel dan komik. Dua, nah, yang ini nie.

Ngga ada boneka barang satu pun di kamar.



Well, saya dengan bangga menyatakan bahwa diri ini adalah cewek sejati. Dan saya berprinsip bahwa kamar yang dihuni seorang cewek ngga bisa dibilang kamar cewek kalau ngga ada bonekanya. Muahahahaaa :D

Di rumah saya punya boneka kelinci, kura-kura, sama kucing. Di kamar saya di rumah eyang, ada boneka babi sama buanyak teddy bear. Waktu kecil saya suka segala jenis boneka, tapi paling suka emang boneka beruang, jadi hampir semua teddy bear yang saya punya itu koleksi saya waktu kecil, tapi sejak SMA entah kenapa jadi suka boneka babi. Saya juga inget dulu punya boneka Mickey Mouse, boneka domba, kelinci, kucing, anjing sama kodok ijo. Nah, yang boneka kodok ijo itu sebenernya bikin saya jijay setelah udah gede gini, tapi ternyata boneka itu malah jadi favoritnya Yangti. Yaudah, saya hibahkan dengan ikhlas kepada beliau. Hehehe... Oiya, waktu kecil saya punya boneka satu lemari sendiri. Gimana engga, kalo bosen beli buku larinya beli boneka siiihhhh... XD

I miss you so much, my piggies :*


Nah itu para babi (dan satu pinguin) yang menemani tidur saya di kamar di rumah eyang. Yang paling kiri namanya Diggy. Nama lengkapnya Diggy-tuin. Boneka itu saya beli di Bandung waktu study tour SMA. Terus babi gede yang pake pita pink tua dan kepalanya nengok tanpa kenal lelah itu namanya Piggy. Yang nangkring di atasnya Piggy itu namanya Tonton, saya kasih nama kaya babinya Tsunade. Kalo bantal babi itu namanya Pinky en si pinguin itu namanya Pingu.

Warnanya pink semua?? Sudahlah, tak perlu kau tanyakan :P

Oiya, di kamar sebenernya saya juga punya satu boneka panther lumayan gede yang saya kasih nama Bagheera. Itu nama panther sahabatnya Mowgli di film Disney yang judulnya The Jungle Book. Kalo dipikir-pikir, itu satu-satunya boneka saya yang ngga cewek banget. Hahahahaa... Abisnya kan bentuknya macan dan warnanya hitam legam gitu. Tapi boneka itu selalu saya taro di pojokan kamar, buat jagain saya kalo tidur. Wkwkwkwkwk... Lagian gitu-gitu boneka itu udah kira-kira 21 tahun nemenin saya lho. Udah kaya adik saya si Bagheera itu :))

Teruuuusss waktu kecil saya juga punya 3 teddy bear kesayangan. Ukurannya medium lah, pas buat dipeluk. Yang satu warnanya coklat, namanya Teddy, satunya item belang putih, namanya Kumkum dan yang terakhir yang paling saya sayang, warnanya putih dan namanya Jilli. Sayangnyaaa, saya ngga punya foto mereka, jadinya ngga bisa diposting deh :(

Nah, karena udah kebiasaan tidur di kamar yang ada bonekanya, ini kamar kosan jadi berasa sepiiiii banget gara-gara ngga ada tiruan beruang berbulu lembut itu. Lagian kalo ada boneka kan bisa jadi temen curhat walaupun dia ngga bisa ngomong, cuma senyum doank. Hihihiiiii... Makanya, mumpung minggu ini udah ngga ada ujian, saya kepengen jalan-jalan beli teddy bear baru buat kamar kosan. Kepengennya siiihhh, beli yang warna pink dan yang ukurannya medium biar enak buat dipeluk atau diuyel-uyel :D

Lagian biar kamar saya jadi 100% kamar cewek gitu loooohhh... :))

Jadiiiiii, mau teddy bear kaya apa buat kamarmu, Cha? XD

Teddy bear-nya Lee Shin di Princess Hours. Ganteng yah? ^_^



Kalo yang ini di Playful Kiss


Lucuuuuuuuu... ^_^





*P.S. Buat kamu yang lagi baca... Iya kamu, ngga usah sok-sokan tengak-tengok gitu ah :P
Buat kamu, ini bukan #kode lho yah. Hahahahaaa :))))

Wednesday, January 2, 2013

When It Rains (part 2)

Posted by Icha at 9:10 PM 0 comments
Hujan ini, bukan tentang apa atau siapa.

Bukan tentang gerimis yang jatuh satu-satu,
atau butir-butir yang berlari turun dari balik mendung.

Bukan pula tentang jemari yang terjalin,
tatapan yang menolak teralih,
atau cerita yang tak hendak berhenti.

Bahkan bukan pula tentang tawamu yang terdengar renyah,
air mataku yang tertahan enggan,
atau rahasia yang rapat kita kunci.

Bukan, bukan tentang semua itu.

Hujan ini semata hanya tentang aku.




Karena di hujanku ada kamu.






*Ketika otak ngga bisa diajak komromi belajar Biosel*

Saturday, December 29, 2012

When It Rains

Posted by Icha at 4:44 PM 0 comments
Hujan adalah ketika saya bisa :
  1. Nyungsep ke kasur, ngumpet di bawah selimut, meluk guling dan tidur nyenyak. Safe and sound.
  2. Make daster panjang terus menikmati secangkir teh madu atau susu coklat panas. Hmmmm... Sluuuurrrrppp... :9
  3. Menggalau semena-mena (walaupun sebenarnya ngga ada yang digalauin) tanpa takut dibilang sok mellow.
  4. Ngebayangin adegan-adegan romantis. #dasarcewek
  5. Bikin puisi picisan berpanjang-panjang. Hahahahaa...
  6. Nongkrong di balik jendela dan simply ngeliatin hujan. This is my favourite thing to do when it rains ^_^
  7. Nulis diary dan kalimat-kalimatnya bisa ngalir berlembar-lembar.
  8. Makan sup atau mie rebus yang pedes. Nyaaaaammmmm...
  9. Masang playlist yang isinya lagu-lagu slow, yang banyak suara piano/gitarnya :)
  10. Kejebak hujan di suatu tempat sama seseorang (iya deh, pacar :P) dan berharap hujannya ngga keburu reda supaya bisa berlama-lama sama dia. :hammer
Dan ini lagu-lagu favorit yang saya puter saat hujan:
  • A Thousand Years - Christina Perri
  • Dreams on Fire - Ost. Slumdog Millionaire
  • Fall For You - Secondhand Serenade
  • Fox Rain - Lee Sun Hee
  • The Only Exception - Paramore
  • Lonely - 2NE1
  • No Air - Jordin Sparks & Chris Brown
  • Konayuki (instrumental piano version) - Remioromen
  • Tune The Rainbow - Maaya Sakamoto

Haaaaahhhhh... Ame ga daisuki!! ^_^

Wednesday, December 26, 2012

Torture

Posted by Icha at 6:21 PM 0 comments
Membayangkan wajahmu adalah siksa.



Kangen-WS Rendra

Sunday, December 16, 2012

If I Ain't Got You - Alicia Keys ^_^

Posted by Icha at 8:12 PM 0 comments
Some people live for the fortune
Some people live just for the fame
Some people live for the power, yeah
Some people live just to play the game
Some people think that the physical things
Define what's within
And I've been there before
But that life's a bore
So full of the superficial
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you, Yeah
Some people search for a fountain
That promises forever young
Some people need three dozen roses
And that's the only way to prove you love them
Hand me the world on a silver platter
And what good would it be
With no one to share
With no one who truly cares for me
Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you, you, you
 

Some people want it all
But I don't want nothing at all
If it ain't you baby
If I ain't got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain't got you, yeah

If I ain't got you with me baby
So nothing in this whole wide world don't mean a thing
If I ain't got you with me baby


Kemarin dikasih dia satu lagu. Hari ini satu lagu lagi buat soundtrack.

Yakin banget dia ngga tau lagu ini. Tapi selain dua lagu yang dia kasih, lagu ini terngiang juga di kepalaku.

pinky pinky pinkyswear ^_^

timefliestoday:

sem título by whitney dumford on Flickr.

I can't imagine how it would be if I ain't got you with me, MR ^_^ 



Lyrics source : here
Picture source : here

Wednesday, December 12, 2012

Here and Now

Posted by Icha at 8:13 AM 0 comments
Desember 2012. Crazy month.

Ngga ada yang lebih gila daripada tumpukan ujian, kuliah pengganti, dan badai tugas. Saya masih punya 9 tugas yang harus diberesin. Eh, apa malah 10? Plus presentasi individu dan kelompok yang menentukan hidup-mati semester 1. Orang bilang, segala yang akan terjadi di belakang ditentukan oleh langkah pertama. Ngeliat to-do-list saya bulan ini, mendadak saya ngga yakin ending semester 1 nanti bakal kaya apa.


Setres setres dah gw.


Seperti biasa, kalo lagi kaya begini saya menjalankan kebiasaan lama. Ngebayangin rumah. Ngebayangin diri ini leaving on a jet plane dari Maguwo ke Cengkareng dan... Tadaimaaaaaaa~ Saya sudah sampai di depan pintu rumah.

Bukan berarti saya terserang homesick. Hmmmm... Iya sih sedikit. Sedikit kangen kamar, sedikit kangen ruang belajar, sedikit kangen kusen jendela di kamar tamu, sedikit kangen ruang tamu, sofa di depan TV, meja makan, dapur, tangga...



Nah kan, baru inget. Liburan semester 1 saya terancam ngga bisa pulang.



Please, don't ask why.


It is not a big deal, though. Sejujurnya di Jogja saya sudah ngerasa punya rumah. 2 rumah. Rumah badan dan (insya Allah) rumah hati. Allahu rabb, makasih banyak... :)

Lagipula ngga bisa bohong kalo sekarang saya lagi banyak bahagia. Pacar saya, sahabat-sahabat saya, they stay by my side, keep me laughing, here and now. Seeing them everyday is more than enough to lift my mood to the max.




--------------------***--------------------
Anyway, kemarin saya en de geng plus si pacar had early dinner di Rumah Pohon. Di sana Mba Nita nyetel A Thousand Years part 2 dari hape dan saya nyanyiin bagian-bagian yang memang buat pacar. Di depan si pacar. Kesampean sudah misi saya yang sudah berhari-hari terinkubasi ^_^

I love words. I love to speak up my feelings with words. Words and lyrics, poems and rhymes (especially saturated by feeling) run in my blood all the time.

Emmmm, jadi boleh kan ya kalo saya sedikit cheesy pagi ini?




Ada satu hal yang dia dan saya sama-sama tau.

Sometimes I just think too much. I think too far. Insecurity is my nature.

Tapi entah soal ini dia tau atau engga.


"When I look at your dark-brown eyes, my spaces are no longer empty.
When your hands in mine, I'm secure. I feel whole.
I am grateful for having you here and now."


*Eh, tapi kayanya dia tau kok. Aku kan udah pernah bilang ^_^

Sunday, December 2, 2012

Random Posting on Sunday Morning

Posted by Icha at 6:16 AM 0 comments
Minggu pagi dan cuacanya ceraaaahhh sekaliiii ^_^

Tapi...

Pagi ini saya kebangun dengan leher sakit karena salah posisi tidur nyaris (sepertinya) semaleman. Plus mimpi aneh.

Bagian mimpi anehnya itu tuh yang agak gimanaaaaa gitu.

Terus pas kesadaran udah balik 100%, dasar anak jaman sekarang, langsung ngadep laptop. Kemudian ngga tau gimana tiba-tiba saya teringat potongan dialog antara Kim Joo Won sama Gil Ra Im di drama Korea Secret Garden. Beberapa hari yang lalu saya emang re-watch drama itu buat melepas jenuh usai nyari jurnal, tapi ngga semua, cuma adegan-adegan yang saya suka aja. Termasuk adegan yang dialognya saya ingat itu, ketika mereka cuma bertatapan tapi seolah-olah ngobrol. Ya begitulah.
Kim Joo Won : Apa yang membuat mimpimu begitu menyedihkan?
Gil Ra Im : Kau ada di dalamnya.
Kim Joo Won : Bahkan dalam mimpi pun kau tidak bahagia bersamaku?
Gil Ra Im : Meskipun begitu datanglah. Esok dan keesokan harinya lagi.

Mau berapa kali ditonton pun, saya tetep meleleh-leleh kalo pas adegan ini ^_^

Tapi hari ini ngga mau nonton yang romantis-romantis dulu lah. Saya mau lanjutin Wonders of the Universe. Mau manjain mata sama bintang-bintang plus manjain telinga sama aksen British.

Nichiyoubi o tanoshinde kudasai!! ^_^

Saturday, November 24, 2012

For Today

Posted by Icha at 7:04 PM 0 comments
Terima kasih untuk hari ini.

Terima kasih sudah datang dan menemani.

Terima kasih sudah berbagi cerita dengan terbuka.

Terima kasih sudah mendengarkan tanpa menghakimi.

Terima kasih sudah membiarkan saya menjadi diri sendiri.

Terima kasih sudah ikut tertawa, membebaskan rasa dengan bercanda.

Terima kasih sudah mengingatkan apa yang kurang pas, tidak memberi pembenaran atas kesalahan, tapi membenarkan apa yang salah.

Terima kasih untuk waktu yang berjalan cepat tanpa terasa.




Dan terutama,
terima kasih karena hari ini sederhana tapi rasanya luar biasa.



^_^

Tuesday, November 20, 2012

In The End, I Still Couldn't Say It...

Posted by Icha at 5:55 PM 0 comments
Hari ini...

Ngga tau gimana ceritanya Icha yang biasanya cablak tingkat dewa berubah jadi ngga bisa ngomong. Kata orang Jawa, cep klakep koyo orong-orong kepidak.

Sumpah, ini kata-kata yang ketahan di ujung mulut banyaknya ada kali setengah buku Biologi Molekular. Sebenernya. Dan sekarang pun bingung gimana mau nulisnya. Butuh ngomong tapi ngga tau gimana cara bilangnya.

Aku bingung. Aku malu. Malu sampe ke ubun-ubun.

Dan akhirnya aku cuma berani bilang dua kalimat ini. 


Just don't give up on me. That's all I need to be sure about.

Sunday, November 18, 2012

Mungkin Ini yang Namanya Cinta ^_^

Posted by Icha at 3:56 PM 0 comments
Sejengah-jengahnya saya sama kota ini,

sesumpek-sumpeknya, sepanas-panasnya, semacet-macetnya,

se-ngga mau-ngga mau-nya saya kembali ke kenyataan hidup dan kuliah,

ketika saya menginjakkan kaki lagi di kota ini, di atas perasaan kesal sekesal apapun, sejengkel dan se-sebah apapun,

saya akan sadar,




Ternyata saya benar-benar merindukan kota ini.
Dan saya akan selalu merasa bahagia kembali ke sini lagi.



_Jogja_



^_^



*baru nyampe kos dan langsung online :D

Thursday, November 15, 2012

Bersama Berarti Menggila!!

Posted by Icha at 7:37 PM 0 comments

With bro-sis like these, who needs armies?

^_^

Saturday, November 10, 2012

Migikata - Atsuko Maeda : A Song for 911

Posted by Icha at 9:33 AM 0 comments
Omoi dasu yo ima mo…
Koi to kizu ita natsu wo…
Tokeisou no hana ga

Hinata ni afureta michi 

Even now, I can still recall it…
The summer when I realized I was in love…
When passion flowers
Lined the road filled with sunshine


Hare watatta sora ni
Nyuudou gumo ga moku moku
Atto iu ma ni fuete
Naze daka fuan ni natta no

Ima iru basho to mirai

On the clear blue sky
Thunderclouds suddenly rose up
And grew in number in the blink of an eye
Somehow I started feeling uneasy
About the place I’m at now, and about the future


Anata no migikata
Watashi no atama wo kata mukete
Chokon to nose tara
Sore dake de anshin shita
Shiawase yo


Your right shoulder
If I lean my head
On it lightly
I can calm down just by doing that
And I’ll start feeling happy


Umaku ika nakute
Tsuraku kanashii toki wa
Sonna watashi no guchi wo
Kiite kureru dake de ii


When things don’t go well
And I feel frustrated or upset
If you could listen to those complaints of mine
That’s all I ask


Yuudachi ni furarete
Minka no nokisaki de
Sotto yori sotta futari
Iro iro aru nette waratta
Ame sae tanoshiku naru


We got wet from the evening shower
And in front of a row of houses
We lean against each other quietly
Saying “what a day” and laughing
Even being caught in the rain is starting to feel fun


Anata no migikata
Toki niwa kokoro wo yasu masete
Shinpai ga atte mo
Itsu datte raku ni nareru
Nukumori yo


Your right shoulder
Lets my heart rest on it sometimes
Even when I’m feeling worried
I can always relax
From your warmth


Sore zore no sora no shita de
Kagaya iteta ano koro omou no kanaa


Now, as we stand under different skies
Will we still think about those shining days?


Ima demo futari wa
Issho ni aru iteru mitai ni…


Even now, it feels like
I’m walking on this road together with you…


Anata no migikata
Watashi no atama wo kata mukete
Chokon to nose tara
Sore dake de anshin shita
Shiawase yo


Your right shoulder
If I lean my head
On it lightly
I can calm down just by doing that
And I’ll start feeling happy


Natsu kashiku setsu nakatta
Aa ano natsu yo 


Those nostalgic and bittersweet memories
Ah, in that summer 



Yang kemaren sumpek, yang kemaren bete, yang kemaren sebah, semua ilang gara-gara kalimat-kalimat di twit-mu itu.

Saya ngga tau gimana kata-kata itu bisa dateng pas ketika saya lagi bener-bener membutuhkannya. Saya ngga tau gimana kamu bisa ngetwit kalimat-kalimat itu pas ketika saya lagi suntuk.

Saya ngga tau gimana kamu bisa selalu dateng tepat ketika saya butuh. Bisa selalu memadamkan api ketika alarm hati saya berbunyi.

Kamu tau kan saya ngga pernah bisa ngomong terima kasih langsung ke depan muka kamu.

Dan lagu ini saya dengerin pas saya baca kalimat-kalimatmu yang bikin saya adem itu. Jadi lagu ini buat kamu.

Thank you, 911...

^_^ 

Friday, November 9, 2012

You Don't Need to Think about Things Which Are Not Supposed to Be Thought About

Posted by Icha at 9:09 PM 0 comments
Abis telponan satu setengah jam sama Mama. Lega.

Seharusnya. Dan sesaat yang lalu memang begitu.

Tapi sekarang, ngeliat berjembreng-jembreng cerita, kalimat, tulisan di twitter, facebook, blog, tumblr dan sebagainya, perasaan sebah yang nyebahi itu muncul kembali.

Dan saya bingung mana yang sebenernya bikin saya sebah.

Masalah 'utama' yang sebenernya udah muncul sejak minggu lalu? Iya. But we'd better skip that part. Too long to explain. And I don't want to explain. Itu nyebahi. End of story.

Masih kepikiran soal 'ditikung'? No freaking way. Sesuatu (oke, seseorang) yang awalnya saya incer itu ternyata ngga sebaik keliatannya. Buat apa saya buang-buang waktu mengikuti permainan anda? As my Mom said, kamu itu ngga punya sesuatu yang layak saya perjuangkan. Silakan bermain dan saya akan jadi penonton saja.

Soal kuliah? Ngga. Well, sejujurnya sedikit. Tapi itupun ngga masuk ke hati. Ngga akan bikin saya ngerasa sebah dan sumpek begini.

Rasa penasaran tentang sesuatu? Mungkin. Dan ini ngga perlu penjelasan karena emang ngga ada penjelasannya. Curiosity is curiosity. There's nothing wrong with that. But even before I start, my intuition already says no. I don't know how long that 'no' will remain, yet still I am not making a move. There's no guarantee that I won't get hurt again, right?

Terus apa?????????????????? 

Mama bilang,"Kalo lagi bete bbm 911 aja Mba." Saya ngga bisa ngga setuju. Ujung-ujungnya saya pasti bakal bbm dia kalo sebah ini ngga ilang-ilang. Tapi entah kenapa saat ini saya ngga mau bbm dia. Entah karena secara ngga sadar saya ngerasa bisa nge-handle ini sendiri atau gimana, saya ngga tau. I know he will be there as always, bakal ngebales bbm saya dengan cepat seperti biasa, pastinya juga bakal dengerin cerita saya tanpa menginterupsi. Tapi saya sedang ngga mau bbm dia. Saya sedang ngga mau nyeritain ke-sebah-an saya. Mungkin karena saya sendiri belom tau pasti apa yang bikin saya sebah begini. Kalo saya harus dengerin omelan frontalnya, saya mau itu menjurus langsung ke sasaran, bukan ketika masalahnya ngga jelas begini.

Mana sekarang #nowplaying-nya lagi Princess of China pula. Kalo boleh jujur, saya ngerasa jadi damsel in distress sekarang.

Terus tau-tau, beberapa saat yang lalu semacam ada suara dalem kepala bilang,

"Yaudah sih Cha, kalo emang kamu ngga tau alasannya ya ngga usah dicari. Kalo emang nyebahi ya udah ngga usah dipikirin. Jangan mikirin sesuatu yang ngga perlu dipikirin.

Mungkin bener juga. Nantinya sebah ini juga pasti ilang sendiri kan?

Aaaaaaaaaahhhhh, I simply want to sleep and forget everything until tomorrow morning!! 

Being Me, Just Me

Posted by Icha at 8:32 AM 0 comments
Kadang mikir, ini blog di mata orang-orang sebenernya semacam apa.

Saya punya buanyak buanget temen yang ngeblog. Sejujurnya saya hobi banget melacak blog mereka dan membaca tulisan-tulisan yang terposting di sana. And you know what, saya selalu kagum sama apa yang mereka tulis. Entah itu tulisan tentang kuliah mereka, kehidupan mereka, apapun. I simply admire their writings.

Lalu saya ngeliat blog saya sendiri dan berpikir. Ini blog, even di mata saya sendiri, sumpah ngga jelas bentukannya. Semacam tong sampah. Isinya curhat semua. Cara nulisnya, bahasanya pun ngga jelas. Acak adul, berantakan, ngga mematuhi aturan-aturan gramatikal maupun fatwa pujangga. Kadang saya geleng-geleng kepala sendiri. Serius.

Herannya, salah satu temen S2 saya sekarang, Fitri, pernah ujug-ujug SMS saya minta diajarin caranya bikin blog. Lha, jelas kaget dong saya. Secara saya bukan ahli IT. Bukan blogger pro sekelas Raditya Dika. Ini tau-tau kok disuruh ngajarin. Tapi ya saya iyain juga permintaannya, dengan catatan saya akan mengajari dia semampu saya. Dan keesokan harinya, muncullah dia di depan kosan saya. Saat itu barulah dia bilang betapa dia ngefans sama blog saya ini. Katanya blog ini Icha banget. 'Bener-bener mengekspresikan diri kamu, Cha,' kata dia.

Saya ternganga. Asli. Ada orang yang ngefans ama blog saya?? Ngga salah??

However, kalau dipikir-pikir kata-kata Fitri bener juga. Saya memang sejak awal ngga pernah menjadikan blog ini sebagai sesuatu yang luar biasa. This is simply a place where I can be myself. Where I can freely express myself. Ini emang ajang pelampiasan. Pelampiasan ,mood yang naik turun kaya roller coaster. Pelampiasan rasa seneng abis jalan-jalan sama temen-temen. Pelampiasan sedih karena patah hati. Pelampiasan galau gara-gara urusan kuliah. Semacam tong sampah untuk segala jenis perasaan.

Ketika kepikiran orang bakal beranggapan apa soal blog ini, pada akhirnya hal itu cuma sebatas kepikiran. Selanjutnya bodo amat. Saya emang ngga peduli orang mau terinspirasi karena blog saya apa engga. Saya ngga punya niat setinggi dan semulia itu sejujurnya. Saya ingin dengan blog ini orang melihat saya sebagai saya. Icha yang moody, yang ceria, yang kadang childish, yang romantis abis kalo lagi jatuh cinta. Icha yang punya white side dan dark side. Dan yang terpenting, blog ini adalah salah satu arsip kehidupan saya. My own self-reminder dan self-reflection. Kalaupun orang akhirnya terinspirasi karena tulisan saya, kalau akhirnya mereka menemukan bahwa yang saya alami terjadi juga pada mereka, well, itu bonus.

Entah ya, mungkin suatu saat nanti saya akan menulis sesuatu yang lebih inspiring. Yang bener-bener saya tujukan untuk menginspirasi orang lain. Tapi ngga sekarang. For now, I just want to be myself. Just be me.

This is me. Young, wild and free ^_^

Wednesday, October 17, 2012

Kimi wa Boku ni Niteiru - See-Saw : A Complication

Posted by Icha at 6:27 AM 0 comments
Kimi no sugata wa boku ni nite iru
Shizuka ni naiteru you ni mune ni hibiku

Nani mo shiranai hou ga shiawase to iu kedo
Boku wa kitto manzoku shinai hazu dakara
Utsuro ni yokota waru yoru de mo
Boku ga eranda ima o ikitai sore dake

Kimi no hayasa wa boku ni nite iru
Hadome no kikanaku naru sora ga kowakunatte
Boku wa itsu made ganbareba ii no
Futari nara owaraseru koto ga dekiru

Doushite mo raku ja nai michi o eranderu
Suna ni mamireta kutsu o harau koto mo naku
Konna fuu ni shika ikirenai
Waratte unazuite kureru darou kimi nara

Kimi ni boku kara yakusoku shiyou
Itsuka boku ni mukatte hashitte kuru toki wa
Kimi no shisen o hazusazu ni iyou
Kitto dare yori jouzu ni uketomeru yo

Kimi no sugata wa boku ni nite iru
Onaji sekai o miteru kimi ga iru koto de
Saigo ni kokoro nakusu koto mo naku
Boku o suki de irareru
Boku wa kimi ni ikasareteru
*lyrics source : here 


Onaji sekai ni iru.

Onaji sora o miteru.

Onaji yume o mitsukeru.

Kimi wa boku ni niteiru.




You resemble me.




*Sorekara, jibun no yume o shinjite ite kudasai.

Tuesday, October 16, 2012

Selasa Pagi, Flu dan Khayalan

Posted by Icha at 6:14 AM 0 comments
Hari Senin kemarin jadi hari yang sangaaaaaattttt... Apa ya?

Campur aduk??

Presentasi Biosel yang sudah menghantui kelompok kami (saya, Ayu, Alba, Mba Desti, dan Fitri) selama berhari-hari akhirnya tuntas dengan sungguh memuaskan. Ditutup dengan koprol (yak, dua di antara 5 anggota kelompok bener-bener KOPROL, sodara-sodara), joget, dan perasaan lega luar biasa.

Seneng.

Pulangnya kami dinner berlima (dengan Resta menggantikan Mba Desti) di HokBen Jakal sinambi curhat. Ngga ada yang lebih seru daripada curhat masalah perasaan pastinya.

Seneng.

Di tengah dinner, Jakal bawah yang sudah berhari-hari sumuk setengah mati malam itu diguyur hujan deras. Adeeeeeemmmmm...

Seneng.

Pulang dinner dan pagi ini, resmi sudah. Suara saya habis. Hilang. Ngga bisa ngomong sama sekali. Dan batuk tambah parah.

Sedih.

Senengnya 3, sedihnya 1. Ngga ada alasan untuk ngga bersyukur. Dan soal suara yang habis ini, saya anggap sebagai peringatan untuk puasa ngomong. Sekali-kali ngga bawel di kelas lah Cha :)

Betewe kayanya asik juga seandainya pas suara abis gini ada yang bawain wedang jahe anget atau susu segar anget ke kos. Hehehehe... :D

Aaaaamiiiiinnn ya Allah... ^_^





Oiyaaaa, senengnya kemaren itu nambah satu lagi. Soalnyaaaa... Hmmmmm... Ada deeeeehhhh ^_^
 

Confessions of A Not-It Girl Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea